Kinerja Positif, EXCL Siapkan Belanja Modal Rp 8 Triliun

Selasa, 13 Februari 2024 | 06:10 WIB
Kinerja Positif, EXCL Siapkan Belanja Modal Rp 8 Triliun
[ILUSTRASI. Petugas melayani pelanggan di XL Center, Jakarta, Jumat (24/3/2023). (KONTAN/Baihaki)]
Reporter: Aulia Ivanka Rahmana, Yuliana Hema | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melihat hasil kinerja  positif sepanjang 2023, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bersiap menggelar ekspansi di tahun 2024. Untuk itu, tahun ini emiten telekomunikasi ini menyiapkan belanja modal (capex)  Rp 8 triliun. 

Presiden Direktur XL Axiata Tbk Dian Siswarini menuturkan anggaran belanja modal itu merupakan upaya EXCL untuk peningkatan kualitas jaringan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Upaya Besar Pemerintah Permudah Program Rumah Subsidi
| Selasa, 14 April 2026 | 05:05 WIB

Upaya Besar Pemerintah Permudah Program Rumah Subsidi

Pemerintah membentuk satuan tugas alias satgas percepatan program 3 juta rumah bagi masyarakat bawah.

IHSG Menyentuh 7.500, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Untuk Hari Ini (14/4)
| Selasa, 14 April 2026 | 05:00 WIB

IHSG Menyentuh 7.500, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Untuk Hari Ini (14/4)

IHSG mengakumulasi kenaikan 7,31% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih melemah 13,26%.​

Antara Pembagian Dividen dan Kenaikan Harga Minyak, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 14 April 2026 | 04:50 WIB

Antara Pembagian Dividen dan Kenaikan Harga Minyak, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kenaikan harga energi akan jadi pemberat bursa. Di sisi lain, pembagian dividen bisa meniadi sentimen positif.

Data Terbatas, LKM Kesulitan Genjot Pembiayaan
| Selasa, 14 April 2026 | 04:35 WIB

Data Terbatas, LKM Kesulitan Genjot Pembiayaan

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) masih memiliki keterbatasan untuk mendapatkan data yang kredibel dalam melakukan credit scoring. 

Garudafood (GOOD) Melebarkan Jangkauan Pasar
| Selasa, 14 April 2026 | 04:20 WIB

Garudafood (GOOD) Melebarkan Jangkauan Pasar

Manajemen GOOD melakukan penguatan inovasi produk pada tahun ini dengan mempersiapkan produk-produk baru.

Krisis Hormuz dan Ujian Ketahanan Ekonomi Indonesia
| Selasa, 14 April 2026 | 04:12 WIB

Krisis Hormuz dan Ujian Ketahanan Ekonomi Indonesia

Krisis Selat Hormuz mengubah agenda hilirisasi energi Indonesia dari aspirasi jangka panjang menjadi instrumen pengurangan risiko jangka pendek.

Potensi Produk Avtur dari Minyak Sawit
| Selasa, 14 April 2026 | 04:10 WIB

Potensi Produk Avtur dari Minyak Sawit

Jenis produk turunan sawit yang ideal digunakan adalah palm kernel oil (PKO) atau minyak inti sawit bukan CPO atau minyak sawit mentah

Banjir Pasokan Saham Mengintai, Free Float 15% Uji Daya Tahan Pasar
| Senin, 13 April 2026 | 16:29 WIB

Banjir Pasokan Saham Mengintai, Free Float 15% Uji Daya Tahan Pasar

Meski timing dinilai kurang ideal, analis memandang kebijakan free float tidak dapat ditunda, karena hanya akan memperpanjang ketidakpastian.

Depresiasi Rupiah dan Menyusutnya Cadangan Devisa, Sinyal Lampu Kuning Ekonomi RI
| Senin, 13 April 2026 | 10:10 WIB

Depresiasi Rupiah dan Menyusutnya Cadangan Devisa, Sinyal Lampu Kuning Ekonomi RI

Mesin penyedot dolar AS di dalam negeri tak maksimal, sementara capital outflow dari pasar saham semakin masif.

 Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?
| Senin, 13 April 2026 | 07:58 WIB

Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?

Aksi borong emas makin masif dilakukan oleh bank-bank sentral global yang secara agresif menjadikannya sebagai alternatif cadangan devisa.

INDEKS BERITA