Kisah Bob Faith Membangun Jaringan Bisnis Real Estate di Pasar Global (3)

Kamis, 25 Januari 2024 | 12:00 WIB
Kisah Bob Faith Membangun Jaringan Bisnis Real Estate di Pasar Global (3)
[ILUSTRASI. Robert Alan Faith alias Bob Faith, Chairman & CEO Greystar Real Estate Partners.]
Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BERKANTOR pusat di Charleston, South Carolina, Greystar Real Estate memiliki lebih dari 22.000 karyawan dan 66 kantor, yang mewakili 224 pasar di Amerika Serikat (AS), Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa dan Asia Pasifik. Bob Faith memang dikenal dengan kemampuannya untuk mengembangkan dan mendiversifikasi portofolio bisnis Greystar.

Dalam menghadapi perubahan pasar dan permintaan pelanggan, Greystar terus menghadirkan inovasi di bidang properti hunian, komersial dan manajemen aset. Salah satu pencapaian besar Greystar adalah ekspansi ke pasar internasional, dengan memasuki berbagai negara dan mengadaptasi strategi yang sesuai dengan karakteristik pasar setempat.

Ekspansi bisnis Greystar mulai kentara pada tahun 2017 hingga 2020. Pada Juli 2017, misalnya, Greystar mengumumkan akuisisi 14.000 unit portofolio Monogram Residential Trust, yang terdiri dari 49 komunitas persewaan di 10 negara bagian, senilai US$ 3 miliar.

Tahun berikutnya, pada Juni 2018, Greystar kembali mengumumkan langkah aksi korporasi untuk mengakuisisi EdR, perusahaan yang membangun kompleks perguruan tinggi di AS dengan nilai US$ 4,6 miliar. Toh, geliat ekspansi Greystar untuk memperluas jangkauan pasarnya tak selalu berjalan mulus.

Pada tahun 2019, Greystar sempat tersandung masalah atas gugatan melanggar undang-undang perlindungan konsumen. Dalam pengajuan gugatan oleh konsumen ke Pengadilan Tinggi Los Angeles County, Greystar didakwa telah mengumpulkan informasi identitas pribadi tentang penyewa tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka sebagai penyewa.

Dalam gugatannya, para penggugat menyebutkan, di lima gedung apartemen milik Greystar, perusahaan mengumpulkan informasi tentang karakter dan reputasi umum penyewanya. Toh, bagi Bob Faith, proses ekspansi bisnis memang tak selalu mulus. Terutama di luar AS, seiring adanya perbedaan regulasi.

Baca Juga: Kisah Bob Faith Membangun Jaringan Bisnis Real Estate di Pasar Global (1)

Tantangan ini memerlukan strategi adaptasi dan kerjasama dengan pemerintah setempat.Namun, jiwa kepemimpinan Bob Faith yang bertanggung jawab atas masalah yang dihadapi perusahaan, mampu mengeluarkan Greystar dari berbagai situasi sulit.

Pada 2020, Greystar melanjutkan ekspansinya. Salah satunya mengakuisisi cabang properti Alliance Residential, dan mengakuisisi 45% saham Thackeray Partners. Di tahun yang sama, Bob juga melebarkan strategi kemitraan dengan mitra lokal di negara tujuan ekspansi. Salah satunya, Greystar mengumumkan usaha patungan dengan mitra lokal di Paris, Prancis senilai US$ 1,1 miliar. Usaha patungan ini untuk mengembangkan perumahan bagi pelajar dan profesional muda.

Selain aksi akuisisi, Bob Faith juga dipercaya untuk melakukan ekspansi bisnis ke kota-kota di seluruh Eropa. Ia mendapatkan investasi sekitar US$ 883 juta di Juni 2021. Ekspansi Greystar didukung oleh investasi berkelanjutan dalam pengembangan proyek-proyek yang menjanjikan.

Investasi tersebut mencakup pembangunan properti baru, renovasi dan proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Pada 2023, Greystar memiliki gedung baru dengan 21 lantai di Chicago, AS. Greystar juga mengakusisi bekas perhelatan Olimpiade Musim Panas 2012 di London untuk diubah jadi unit sewa. Greystar juga tercatat membuka pabrik konstruksi modular di Knox, Pennsylvania.

Kesuksesan Greystar di bawah kepemimpinan Bob Faith tidak hanya terbatas pada angka kinerja. Kepemimpinan yang visioner, fokus pada pelayanan pelanggan dan komitmen pada nilai-nilai perusahaan, menjadikan Greystar sukses di dunia properti.

(Bersambung)

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Genjot Kinerja, JPFA Tebar Belanja Modal Rp 4 Triliun
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Genjot Kinerja, JPFA Tebar Belanja Modal Rp 4 Triliun

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (capex) di sepanjang 2026 akan melampaui Rp 4 triliun.

AMMN Mulai Eksekusi Aksi Buyback Saham Rp 1 Triliun
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:46 WIB

AMMN Mulai Eksekusi Aksi Buyback Saham Rp 1 Triliun

Aksi korporasi ini akan berlangsung selama tiga bulan dan dimulai pada Kamis 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.​

TLDN Bayar Dividen Interim Tahun 2026 Rp 258,9 Miliar
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:42 WIB

TLDN Bayar Dividen Interim Tahun 2026 Rp 258,9 Miliar

Kemarin, emiten perkebunan sawit tersebut telah melaksanakan pembayaran dividen interim tahun 2026 senilai Rp 258,93 miliar dari buku tahun 2026. 

Waspadai Kenaikan Inflasi Pangan Imbas El Nino
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Waspadai Kenaikan Inflasi Pangan Imbas El Nino

Pada September 2026 lalu, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan

Penjualan Tiap Toko Membaik, Prospek ACES Semakin Ciamik
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Penjualan Tiap Toko Membaik, Prospek ACES Semakin Ciamik

Pertumbuhan SSSG PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) di sembilan bulan 2026 berbalik dari kontraksi 3,6% yoy pada periode sama di tahun 2025.

Alokasi Anggaran Rekening Gratis Rp 1,28 Triliun
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Alokasi Anggaran Rekening Gratis Rp 1,28 Triliun

Alokasi anggaran tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan pemerintah sebelumnya yang sebesar Rp 3,8 triliun

Pengecualian HSC Belum Menjawab Tuntutan MSCI
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:29 WIB

Pengecualian HSC Belum Menjawab Tuntutan MSCI

Kekhawatiran MSCI bukan lagi mengenai perhitungan IHSG. Tapi transparansi kepemilikan, dugaan coordinated trading dan lemahnya penegakan hukum. ​

Biaya Utang Pemerintah Semakin Mahal
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Biaya Utang Pemerintah Semakin Mahal

Pemerintah memiliki sisa penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 302 triliun di kuartal IV-2026

Angin Segar dari Aksi Beli Danantara
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Angin Segar dari Aksi Beli Danantara

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan mulai masuk ke pasar saham. 

Penjualan Tumbuh, Laba Bersih Unilever (UNVR) Menanjak 25%
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Penjualan Tumbuh, Laba Bersih Unilever (UNVR) Menanjak 25%

Penjualan UNVR meningkat 7,2% year on year (yoy) menjadi Rp 25,8 triliun. Sedangkan laba bersih mencapai Rp 4,2 triliun, melonjak 25,96% yoy.

INDEKS BERITA

Terpopuler