Berita

Kompensasi Pemadaman Listrik Serentak (Blackout) PLN Tidak Ikut Aturan Baru

Rabu, 21 Agustus 2019 | 07:26 WIB

ILUSTRASI. Cara Mengecek Kompensasi dari PLN bagi pelanggan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyatakan nilai kompensasi bagi 21,98 juta pelanggan PLN yang terkena dampak pemadaman listrik serentak atau blackout masih mengikuti aturan yang berlaku saat ini.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menggodok perubahan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran tenaga listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Alhasil, mengacu Pasal 6 Permen 27/2017, kompensasi diberikan sebesar 20% dari biaya beban untuk pelanggan subsidi (non adjustment). Sementara untuk pelanggan non-subsidi (golongan tariff adjustment) akan dikenakan pemotongan tagihan sebesar 35% dari biaya beban.

Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Munir Ahmad, enggan menjelaskan secara gamblang bahwa aturan tersebut tidak berlaku surut. Yang pasti, ia menargetkan beleid itu bisa terbit pada akhir bulan Agustus ini. Adapun poin pentingnya adalah perubahan tentang angka yang tertuang dalam pasal 6 Permen 27/2017 tersebut. "Ada perubahan (besaran kompensasi). Nanti tunggu saja lah," ujar dia kepada KONTAN, kemarin.

Saat ini, pembahasan materi perubahan Permen sudah selesai. Prosesnya sudah masuk tahap finalisasi di Biro Hukum Kementerian ESDM. "Tinggal diteken pak Menteri (Ignasius Jonan)," ungkap dia, tanpa mau membeberkan poin-poin dalam beleid itu.

Nilai disesuaikan

Vice President Public Relation PT PLN, Dwi Suryo Abdullah menyampaikan, kompensasi yang akan diberikan oleh PLN kepada pelanggan atas padamnya listrik serentak pada 4 Agustus lalu, dihitung berdasarkan Pasal 6 Permen ESDM No 27/2017 yang disesuaikan dengan indikator lamanya gangguan.

Nah, untuk besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening bulan September 2019 atau pada bukti pembelian token pertama setelah 1 September 2019 untuk pelanggan listrik prabayar. Untuk pelanggan prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan listrik pascabayar. Khusus untuk pelanggan premium, manajemen PLN akan memberikan kompensasi sesuai service level agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

PLN memproyeksikan pelanggan yang mendapatkan kompensasi sebanyak 21,98 juta pelanggan. Perinciannya, pelanggan tariff adjustment sebanyak 15,19 juta dan pelanggan tarif non adjustment sebanyak 6,79 juta. Nilai kompensasinya ditaksir mencapai Rp 840 miliar.

Dwi menyebutkan, dalam kondisi normal seharusnya pembayaran kompensasi dilakukan pada Oktober 2019. "Namun untuk kali ini, kami mempercepat pembayaran kompensasi di bulan September, baik prabayar maupun pascabayar. ungkap dia.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, meminta pemerintah membahas tentang tingkat margin keuntungan yang wajar bagi PLN. Sebab, tanpa tingkat keuntungan margin yang wajar, maka akan sulit bagi PLN untuk memenuhi tingkat mutu pelayanan.

Oleh karena itu, tidak tepat apabila PLN dijatuhkan hukuman melalui peningkatan nilai kompensasi tanpa ada pembenahan terkait ketentuan tarif, perbaikan manajemen dan pengawasan ketat pada tingkat mutu pelayanan, serta rencana investasi PLN.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.219,44
1.82%
-115,41
LQ45
983,25
0.91%
-9,00
USD/IDR
14.020
0,50
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga