Konglomerasi Perbankan Kian Menggurita Dengan Aset Sebesar Rp 7.486 Triliun

Selasa, 26 Januari 2021 | 08:30 WIB
Konglomerasi Perbankan Kian Menggurita Dengan Aset Sebesar Rp 7.486 Triliun
[ILUSTRASI. Antrean nasabah di kantor cabang Bank BRI, BSD, Tangerang Selatan, Jumat (8/1)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/01/2021.]
Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa tahun terakhir, tren konsolidasi perbankan semakin ramai. Hal ini praktis. Walhasil, konglomerasi keuangan kian menggurita. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertengahan tahun 2020, total aset konglomerasi keuangan sudah bernilai Rp 7.486 triliun. Angka itu setara 63,6% dari total aset Sistem Jasa Keuangan (SJK) secara industri.

Artinya, sebagian besar perusahaan keuangan di Indonesia adalah bagian dari grup keuangan. Ini menunjukkan pengaruh konglomerasi keuangan terhadap sistem jasa keuangan di Tanah Air cukup signifikan. Dari jumlah total aset tersebut dominasi konglomerasi keuangan dipimpin oleh entitas utama yakni perbankan sebesar 95,7%.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Penjualan Apartemen di Jakarta Lesu
| Senin, 09 November 2026 | 04:25 WIB

Penjualan Apartemen di Jakarta Lesu

Di wilayah DKI Jakarta saja, stok apartemen yang belum terjual diperkirakan mencapai 20.000 unit hingga 25.000 unit. 

Pemain Multinasional Diprediksi Bakal Dominasi Pasar
| Senin, 09 November 2026 | 04:25 WIB

Pemain Multinasional Diprediksi Bakal Dominasi Pasar

Perusahaan hasil spin-off dari UUS asuransi jiwa patungan bisa menduplikasi posisi induk usaha mereka dalam mendominasi kue pasar 

Protes Generasi Digital di Jantung Eropa
| Senin, 09 November 2026 | 04:18 WIB

Protes Generasi Digital di Jantung Eropa

Bagi Indonesia, gejolak Eropa mengingatkan bahwa bonus demografi, pertumbuhan ekonomi & kemajuan teknologi tak otomatis menjamin mobilitas sosial.

Moneymaxxing, Cara Cerdik Mengoptimalkan Tiap Rupiah yang Ada
| Minggu, 08 November 2026 | 16:21 WIB

Moneymaxxing, Cara Cerdik Mengoptimalkan Tiap Rupiah yang Ada

Moneymaxxing belakangan jadi tren dalam pengelolaan keuangan. Simak penjelasannya!                  

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh
| Minggu, 08 November 2026 | 08:58 WIB

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh

Industri waralaba di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan, meski lajunya melambat di tengah kondisi ekonomi yang menantang. 

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah
| Minggu, 08 November 2026 | 07:55 WIB

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah

Kemauan untuk mencari tahu dan ketekunan dalam mempelajari sesuatu juga menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai hal.

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan
| Minggu, 08 November 2026 | 06:35 WIB

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan

Jasa foto instan menjadi peluang usaha yang menarik di tengah maraknya berbagai event. Pelaku usaha menawarkan pengalama

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T
| Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T

TBIG menjaga keterhubungan jaringan untuk kelangsungan bisnis dengan menerapkan prinsip keberlanjutan. Apa saja upayanya

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka

Impor tapioka sebesar 267.062 ton pada tahun 2024,  jumlahnya turun ketimbang 2019 sebesar 300.000 ton per tahun. 

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar

Dengan premi lebih murah dan kanal digital, asuransi mikro berpeluang menjangkau masyarakat yang belum memiliki perlindungan.

 
INDEKS BERITA