Kontrak Batubara Sempat Tembus US$ 84 per Ton, Produsen Siap Kerek Produksi

Senin, 28 Desember 2020 | 07:23 WIB
Kontrak Batubara Sempat Tembus US$ 84 per Ton, Produsen Siap Kerek Produksi
[ILUSTRASI. Kawasan tambang batubara PT ABM Investama Tbk di Kalimantan Selatan(25-27 September 2018). Foto: KONTAN/Dimas Andi Shadewo]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di ujung tahun 2020, harga batubara memanas lagi. Harga Batubara Acuan (HBA) terus menanjak dalam tiga bulan terakhir. Belakangan ini, harga kontrak batubara termal Newcastle sudah di level US$ 80 per ton, bahkan sempat menembus US$ 84 per ton.

Dengan tren penguatan harga emas hitam tersebut, produsen siap mengerek produksi batubara pada tahun depan. Hal itu sejalan dengan pernyataan Bank Indonesia yang memproyeksikan ekonomi 2021 akan tumbuh 4,8%-5,8% pada 2021. Salah satu pendorong ekonomi adalah pertumbuhan ekspor Indonesia.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Bencana Alam Gerus 0,15 Poin Persentase Pertumbuhan Ekonomi
| Rabu, 09 September 2026 | 06:05 WIB

Bencana Alam Gerus 0,15 Poin Persentase Pertumbuhan Ekonomi

Karhutla pada 2019 dengan luas sekitar 1,6 juta ha diperkirakan World Bank menimbulkan kerugian sekitar US$ 5,2 miliar atau setara 0,5% dari PDB

Anggaran Masker
| Rabu, 09 September 2026 | 06:02 WIB

Anggaran Masker

Negara tidak boleh abai dengan membiarkan warga merogoh kocek sendiri demi mendapatkan masker pelindung.

Pengendali Serok 803 Juta Saham BUKA di Atas Harga Pasar, Sinyal Perbaikan Kinerja?
| Rabu, 09 September 2026 | 06:01 WIB

Pengendali Serok 803 Juta Saham BUKA di Atas Harga Pasar, Sinyal Perbaikan Kinerja?

Pada semester I-2026, BUKA masih membukukan rugi bersih sekitar Rp 817,8 miliar dan EBITDA negatif Rp 937,5 miliar.

Bayang-Bayang Tantangan Operasi Bagi XLSmart Telecom Tbk
| Rabu, 09 September 2026 | 06:00 WIB

Bayang-Bayang Tantangan Operasi Bagi XLSmart Telecom Tbk

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) diproyeksi fokus pada penataan basis pelanggan pasca merger di sisa tahun ini

Transaksi PUAB Naik di Tengah Peningkatan Penyaluran Kredit
| Rabu, 09 September 2026 | 06:00 WIB

Transaksi PUAB Naik di Tengah Peningkatan Penyaluran Kredit

Kenaikan transaksi PUAB belum menunjukkan adanya persoalan likuiditas secara sistemik.                       

Cicilan Utang Whoosh Rp 1 Triliun
| Rabu, 09 September 2026 | 05:55 WIB

Cicilan Utang Whoosh Rp 1 Triliun

Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh akan direstrukturisasi dengan tenor pembayaran hingga 80 tahun

Sekuritas Diversifikasi Sumber Pendapatan
| Rabu, 09 September 2026 | 05:45 WIB

Sekuritas Diversifikasi Sumber Pendapatan

Industri sekuritas giat mencari sumber pendapatan di luar bisnis penjaminan efek di tengah seretnya aksi pencarian dana oleh korporasi.

Utang dan Transparansi Jadi PR Purbaya ke Depan
| Rabu, 09 September 2026 | 05:45 WIB

Utang dan Transparansi Jadi PR Purbaya ke Depan

Mencermati setahun kiprah Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan                             

Cermati Faktor Global dan Lokal, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (9/9)
| Rabu, 09 September 2026 | 05:43 WIB

Cermati Faktor Global dan Lokal, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (9/9)

Pergerakan IHSG akan dipengaruhi data penjualan ritel domestik dan inflasi AS, harga komoditas, konflik Timur Tengah dan kondisi bencana.

Bencana Bayangi Kualitas Kredit Bank
| Rabu, 09 September 2026 | 05:30 WIB

Bencana Bayangi Kualitas Kredit Bank

Gangguan aktivitas ekonomi di daerah terdampak, berpotensi menekan kemampuan bayar debitur dan meningkatkan risiko kredit bermasalah.

INDEKS BERITA