Kuartal I, Harga Batubara Masih Digerakkan Krisis Energi

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:00 WIB
Kuartal I, Harga Batubara Masih Digerakkan Krisis Energi
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara kembali melandai setelah sempat meroket akibat kebijakan Indonesia melarang ekspor batubara. Harga batubara ICE Newcastle kontrak Maret 2022, Selasa (11/1), turun 2,08% ke US$ 153,35 per metrik ton. Di 6 januari, harga batubara kontrak ini sempat naik jadi US$ 168.

Ibrahim Assuabi, Direktur TRFX Garuda Berjangka, mengatakan, pengumuman penghentian ekspor batubara oleh Presiden Joko Widodo sempat membuat harga batubara naik. Namun, seiring berjalannya waktu, harga batubara kembali normal atau mulai menurun dari level tingginya. Apalagi, Pemerintah Indonesia berniat membuka ekspor batubara.

Ibrahim mengatakan penghentian ekspor batubara Indonesia menjadi sentimen geopolitik yang hanya berpengaruh sementara. Sedangkan secara fundamental harga batubara masih digerakkan oleh sentimen utamanya, yaitu krisis energi.

Di kuartal I-2021, Ibrahim melihat krisis energi global masih terjadi. Itu sebabnya harga batubara akan bertahan di level yang tinggi pada tiga bulan pertama tahun ini.

Musim dingin yang masih melanda negara dengan empat musim masih menghambat produksi tambang batubara. Sementara, permintaan batubara masih meningkat.

Ibrahim juga mengamati produksi batubara dari China dan India belum 100% kembali ke kondisi pra pandemi. "Permintaan batubara di kuartal I-2021 masih akan tinggi, sementara pasokan belum optimal," kata Ibrahim.

Dalam jangka pendek, harga batubara masih bisa turun ke bawah US$ 160 per metrik ton. Tapi Ibrahim memprediksi koreksi tersebut hanya sesaat, karena pelaku pasar akan kembali membeli batubara di harga rendah.

Namun memasuki kuartal II musim dingin akan berakhir dan berganti ke musim semi, sehingga permintaan akan berkurang. Produksi batubara di berbagai negara juga akan kembali stabil, sehingga harga batubara berpotensi berbalik menurun. Ibrahim memperkirakan rentang harga batubara tahun ini ada di kisaran US$ 90-US$ 170 per metrik ton.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Laju Pertumbuhan KPR Tersendat di Awal Tahun
| Jumat, 27 Maret 2026 | 22:52 WIB

Laju Pertumbuhan KPR Tersendat di Awal Tahun

​Awal tahun, laju pertumbuhan outstanding KPR melambat sementara kredit bermasalah justru meningkat.

Adi Sarana Armada (ASSA) Fokus Ekspansi di Dua Lini Bisnis
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:49 WIB

Adi Sarana Armada (ASSA) Fokus Ekspansi di Dua Lini Bisnis

Dalam bisnis logistik, ASSA sedang dalam tahap penyelesaian gudang terbesar Coldspace di Pulo Gadung.

Sido Muncul (SIDO) Memperkuat Pasar Ekspor
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:40 WIB

Sido Muncul (SIDO) Memperkuat Pasar Ekspor

Pada tahun ini Sido Muncul akan mengoptimalkan kinerja operasional dan keuangan dengan sejumlah langkah strategis.

Gencar Ekspansi Gerai, Laba Midi Utama (MIDI) Mendaki
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:02 WIB

Gencar Ekspansi Gerai, Laba Midi Utama (MIDI) Mendaki

Pertumbuhan kinerja MIDI didorong ekspansi agresif lini bisnis Lawson yang memiliki margin lebih tinggi. 

Musim Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 20%
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:57 WIB

Musim Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 20%

Puncak lonjakan berasal dari Jakarta menuju Jawa Barat, dengan porsi lebih dari 22% dan Jawa Tengah lebih dari 37%.​

Pendapatan Tumbuh 44,8%, Laba Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit Tiga Digit
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:53 WIB

Pendapatan Tumbuh 44,8%, Laba Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit Tiga Digit

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang tahun 2025.

Laba Emiten Grup Triputra Masih Perkasa Pada 2025
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:49 WIB

Laba Emiten Grup Triputra Masih Perkasa Pada 2025

Tren positif kinerja keuangan emiten-emiten Grup Triputra pada tahun 2026 bisa berlanjut secara selektif.

Sinyal Bahaya Menyala, Arah IHSG Dekati Masa Krisis & Sumber Tekanannya Belum Selesai
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:30 WIB

Sinyal Bahaya Menyala, Arah IHSG Dekati Masa Krisis & Sumber Tekanannya Belum Selesai

Koreksi IHSG saat ini sudah masuk zona deep correction, seperti di  2013, 2015 dan 2025, Perbedaannya sumber tekanan sekarang belum selesai.

Mulai Terjadi Net Sell Jumbo, Sebelum Libur Weekend Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:27 WIB

Mulai Terjadi Net Sell Jumbo, Sebelum Libur Weekend Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Artinya di luar transaksi crossing itu, aksi jual asing sudah cukup besar, mencapai Rp 1,94 triliun.

IHSG Masih Rawan Terkoreksi di Akhir Pekan Ini
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:24 WIB

IHSG Masih Rawan Terkoreksi di Akhir Pekan Ini

Koreksi IHSG bisa berlanjut pada Jumat (27/3). Pasar masih akan mencermati perkembangan tensi geopolitik.

INDEKS BERITA