Kubu Demokrat Berkompromi, UU Infrastruktur Lolos dari Kongres AS

Sabtu, 06 November 2021 | 14:10 WIB
Kubu Demokrat Berkompromi, UU Infrastruktur Lolos dari Kongres AS
[ILUSTRASI. Senator Amerika Serikat Bernie Sanders menyapa wartawan saat ia tiba untuk memberikan suara di US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Senin (1/11/2021). REUTERS/Jonathan Ernst]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Setelah terjebak dalam jalan buntu sepanjang hari, anggota parlemen dari Partai Demokrat berkompromi. Kubu progresif dan kubu tengah bersepakat meloloskan satu paket rancangan pembangunan infrastruktur, mulai jalan raya hingga jalur broadband bernilai $1 triliun, dan mengirimkannya ke Presiden Joe Biden untuk ditandatangani menjadi undang-undang.

Hasil pemungutan suara, 228 mendukung berbanding 206 yang menolak, merupakan kemenangan penting bagi Demokrat yang mendukung Biden. Selama berbulan-bulan, partai itu memperdebatkan rancangan anggaran pengeluaran ambisius, yang menyumbang sebagian besar agenda Administrasi Biden. 

Pemerintahan Biden akan mengawasi peningkatan terbesar dalam sistim infrastruktur di Amerika Serikat (AS), baik jalan, rel kereta api, dan infrastruktur transportasi lainnya dalam satu generasi. Agenda pembangunan infrastruktur ini dijanjikan Biden akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing AS.

Partai Demokrat masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada pilar kedua program domestik Biden, yaitu memperluas jaring pengaman sosial dan program untuk memerangi perubahan iklim. 

Baca Juga: 50 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia 2022, Jokowi kembali masuk daftar ini

Dengan alokasi kebutuhan dana hingga US$ 1,75 triliun, paket itu akan menjadi perluasan terbesar jaring pengaman AS sejak 1960-an. Namun untuk mendukung pekerjaan rumah sebesar itu, Demokrat harus berjuang untuk satu suara.

Para pemimpin Demokrat berharap untuk meloloskan kedua RUU itu dari DPR pada Jumat (5/11). Namun rencana itu gagal karena kaum sentris menuntut perhitungan biaya yang nonpartisan, sebuah proses yang bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Setelah berjam-jam menjalani pertemuan tertutup, kelompok sentris berjanji untuk mendukung RUU itu pada selambat-lambatnya 20 November. Asalkan, Kantor Anggaran Kongres nonpartisan menyatakan bahwa anggaran yang diusulkan sesuai dengan perkiraan Gedung Putih. DPR merencanakan pemungutan suara prosedural pada paket itu pada hari Jumat.

“Selamat datang di dunia saya. Ini adalah Partai Demokrat," kata Ketua DPR Nancy Pelosi kepada wartawan pada hari sebelumnya. "Kami bukan partai yang saling mengunci."

Baca Juga: India dan China bisa jadi pembeli pertama rudal S-500 Rusia, tengok kemampuannya

Kebuntuan itu terjadi hanya beberapa hari setelah kandidat dari Partai Demokrat menderita kekalahan dalam pemilihan di negara bagian yang diawasi ketat. Hasil itu meningkatkan kekhawatiran bahwa partai kemungkinan kehilangan kendali atas Kongres tahun depan.

Biden memanggil anggota parlemen untuk mendesak mereka meloloskan paket transportasi, yang telah mendapat persetujuan di Senat.

Pengesahan RUU infrastruktur juga menuai dukungan dari 13 anggota DPR dari Partai Republik. Ini sesuai dengan janji Biden untuk meloloskan undang-undang yang mendapat dukungan dari dua partai yang berkuasa. 

Partai Demokrat berambisi menunjukkan bahwa mereka dapat menggulirkan agenda kerja Presiden Biden sekaligus mempertahankan kendali atas kedua parlemen di Kongres dalam pemilihan mid term 2022. Posisi mayoritas direbut Demokrat dari tangan Partai Republik di saat Donald Trump, yang didukung Republik, berkuasa sebagai presiden.

Pekerjaan lain yang tak kalah penting bagi Kongres adalah mencegah penutupan pemerintah yang memalukan secara politik dan default bencana ekonomi pada utang pemerintah federal. Tenggat waktu untuk agenda tersebut semakin dekat, yaitu 3 Desember

Dengan hanya mengantongi mayoritas tipis di Kongres, sedang oposisi Republik sedang solid, Demokrat jelas harus bersatu untuk meloloskan undang-undang.

RUU infrastruktur, yang disahkan Senat pada Agustus dengan 19 suara Partai Republik, akan mendanai peningkatan besar-besaran jalan, jembatan, bandara, pelabuhan dan sistem kereta api Amerika, sementara juga memperluas layanan internet broadband.

Paket “Membangun Kembali agar Lebih Baik” mencakup ketentuan tentang penitipan anak dan prasekolah, pengasuhan warga lansia, perawatan kesehatan, penetapan harga obat resep, dan imigrasi.

Baca Juga: Kemendagri: Pemda diharapkan tak asal terima hibah asing

Ini akan meningkatkan kredibilitas janji Biden untuk mengurangi separuh emisi gas rumah kaca AS dari tingkat 2005 pada 2030 selama konferensi iklim PBB yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia.

Partai Republik secara seragam menentang undang-undang itu, menjadikannya sebagai ekspansi dramatis pemerintah yang akan merugikan bisnis.

"Ini berpotensi menjadi hari yang sangat kelam bagi Amerika," kata Perwakilan Republik Glenn Grothman, yang mencirikan ketentuan undang-undang tentang pengasuhan anak dan prasekolah sebagai upaya "Marxis" agar pemerintah federal membesarkan anak-anak.

Komite Gabungan AS untuk Perpajakan yang nonpartisan memperkirakan RUU pengeluaran sosial akan meningkatkan pendapatan pajak baru sebesar $1,48 triliun selama dekade berikutnya, kurang dari biayanya yang $1,75 triliun.

Pelosi dan Demokrat top lainnya mengatakan bahwa gagal memperhitungkan peningkatan penegakan pajak dan penghematan dari harga obat resep yang lebih rendah.

Selanjutnya: Minat Investor Tinggi, Rivian Menaikkan Harga Saham IPO

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia
| Rabu, 13 Mei 2026 | 11:00 WIB

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia

Valuasi MAPI masih menarik, saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 9,88 kali dan price to book value (PBV) 1,69 kali.

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:19 WIB

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten

Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per April 2026 belum menjadi katalis positif emiten konsumer.

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:11 WIB

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

PT Rama Indonesia telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham mayoritas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). 

Medela Potentia (MDLA) Sebar Dividen Rp 176,56 Miliar
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:07 WIB

Medela Potentia (MDLA) Sebar Dividen Rp 176,56 Miliar

Besaran nilai dividen tersebut mencerminkan peningkatan rasio pembayaran dividen menjadi 45% dari laba bersih emiten farmasi itu di tahun 2025.

Agar Kinerja Bisa Lebih Seksi, Telkom (TLKM) Menggenjot Efisiensi
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:01 WIB

Agar Kinerja Bisa Lebih Seksi, Telkom (TLKM) Menggenjot Efisiensi

Saat ini, TLKM sedang melakukan streamlining alias perampingan sebagai strategi penataan portofolio non-core. ​

MIKA Masih Tangguh di Tengah Pelemahan Rupiah, Ini Penopangnya
| Rabu, 13 Mei 2026 | 09:00 WIB

MIKA Masih Tangguh di Tengah Pelemahan Rupiah, Ini Penopangnya

MIKA dinilai memiliki kemampuan cost pass-through yang cukup baik, khususnya pada segmen non-BPJS dan layanan premium.

Ruang BI Rate untuk Naik, Kian Terbuka
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB

Ruang BI Rate untuk Naik, Kian Terbuka

Bank Indonesia diuji berat! Pelemahan rupiah 4,5% dan minyak US$100+ picu spekulasi kenaikan suku bunga hingga 50 bps.

RATU Perluas Portofolio Gas, Intip Potensi dan Risikonya
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:30 WIB

RATU Perluas Portofolio Gas, Intip Potensi dan Risikonya

Akuisisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan dan EBITDA RATU secara bertahap mulai tahun ini.

Emiten Kawasan Industri Mulai Bangkit, Cek Rekomendasi Saham Analis
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:01 WIB

Emiten Kawasan Industri Mulai Bangkit, Cek Rekomendasi Saham Analis

Sektor properti industri mulai pulih, didorong data center. Namun, ada emiten yang kinerjanya justru turun. Cek detailnya!

Melihat Rebound Saham-Saham Komoditas Energi Pekan Ini
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:00 WIB

Melihat Rebound Saham-Saham Komoditas Energi Pekan Ini

Strategi terbaik dan aman yang bisa dilakoni pekan ini adalah melakukan akumulasi secara bertahap dibandingkan averaging down secara agresif.

INDEKS BERITA