Kurs Rupiah Masih Ada Potensi Tertekan Faktor Eksternal

Selasa, 08 November 2022 | 04:40 WIB
Kurs Rupiah Masih Ada Potensi Tertekan Faktor Eksternal
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah menguat ditopang data ekonomi yang positif pada perdagangan Senin (7/11). Sayangnya, penguatan ini tidak awet. Analis memprediksi hari ini rupiah akan melemah. 

Sentimen eksternal bisa menekan kurs rupiah hari ini. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut, pernyataan pejabat kesehatan China yang menegaskan komitmen mempertahankan pembatasan pergerakan terkait Covid memberi dampak negatif. 

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Balik Melemah pada Selasa (8/11)

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi China melambat tajam tahun ini. "Tren ini akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang," jelas Ibrahim, kemarin.

Tapi, data ekonomi Indonesia yang positif akan menahan pelemahan rupiah. Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2022 memberi ruang penguatan. 

Ibrahim memperkirakan, rupiah akan melemah dan bergerak di kisaran Rp 15.680-Rp 15.740 hari ini. Sementara Sutopo memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.665-Rp 15.750 per dollar AS.

Pada Senin (7/11), kurs spot rupiah menguat 0,19% ke Rp 15.708. Kurs JISDOR BI menguat 0,28% menjadi Rp 15.692 per dollar AS. 

Baca Juga: Intip Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari ini Senin, 7 November 2022

Bagikan

Berita Terbaru

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga
| Kamis, 24 September 2026 | 08:51 WIB

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga

Sejumlah emiten dari berbagai sektor akan mencatatkan cum dividen interim pada akhir bulan September 2026

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026
| Kamis, 24 September 2026 | 08:06 WIB

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026

Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65% pada Agustus 2026, tetapi ekspansinya masih belum merata antarbank dan segmen.

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN
| Kamis, 24 September 2026 | 08:01 WIB

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN

Penempatan dana perbankan pada SBN mulai menunjukkan penurunan menyusul implementasi insentif KLM Pendalaman Pasar Uang 

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat
| Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat

Meski meraih kinerja keuangan positif, harga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) justru stagnan

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi
| Kamis, 24 September 2026 | 07:37 WIB

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi

Sejumlah emiten di sektor layanan transportasi mulai aktif mengoperasikan kendaraan listrik dan hibrid

Rupiah Masih Rawan Melemah
| Kamis, 24 September 2026 | 07:18 WIB

Rupiah Masih Rawan Melemah

Nilai tukar rupiah menguat setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI rate di level 5,75%.

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 24 September 2026 | 07:16 WIB

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya

Mengukur peluang dan tantangan kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di tengah kenaikan harga ayam dan bahan baku

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 07:12 WIB

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan

Level suku bunga yang masih tinggi membuat harga obligasi yang menjadi aset dasar reksadana pendapatan tetap (RDPT) menghadapi tekanan.​

Ancaman Arus Keluar Dana Asing Masih Besar
| Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Ancaman Arus Keluar Dana Asing Masih Besar

Spread suku bunga Indonesia dan global menyempit, aset rupiah berpotensi menjadi kurang menarik bagi investor

APBN 2026 Dihantui Lonjakan Harga Minyak
| Kamis, 24 September 2026 | 06:44 WIB

APBN 2026 Dihantui Lonjakan Harga Minyak

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent masih berada di level US$ 100 per barel                   

INDEKS BERITA

Terpopuler