Kurs Rupiah Melanjutkan Penguatan Terdorong Efek Kebijakan Bunga Bank Sentral AS

Jumat, 07 Mei 2021 | 05:41 WIB
Kurs Rupiah Melanjutkan Penguatan Terdorong Efek Kebijakan Bunga Bank Sentral AS
[ILUSTRASI. Karyawan money changer menghitung mata uang dollar US di salah satu money changer Jakarta, Rabu (5/5)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/05/2021.]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpotensi lanjut menguat hari ini. Penyebabnya, The Fed memberi ketegasan akan tetap mempertahankan suku bunga di level rendah.

Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Reni Eka Puteri mengatakan, setidaknya The Fed masih akan mempertahankan suku bunga di level saat ini dalam waktu dekat. "Ketegasan The Fed mempertahankan kebijakan dovish ini membawa angin segar bagi rupiah," kata Reny, Kamis (6/5).

Sebelumnya, rupiah sempat melemah karena ada wacana The Fed akan menaikkan suku bunga. Tapi setelah penegasan The Fed tersebut, rupiah kembali menguat.

Kemarin, (6/5), kurs spot rupiah menguat 0,80% ke Rp 14.390 per dollar AS. Kompak, kurs referensi JISDOR juga menguat 0,52% ke Rp 14.364 per dollar AS.

Baca Juga: Program Vaksinasi Gotong Royong Akan Berjalan Setelah Lebaran

Risk appetite investor terhadap instrumen investasi dalam negeri juga membaik, karena Indonesia dianggap mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. "Indonesia saat ini dinilai cukup berhasil menangani pandemi dengan distribusi vaksin," kata Reny. Meski akan bergerak positif, Reny menilai potensi penguatan sudah terbatas.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong juga menilai risk appetite investor terhadap Indonesia masih baik. Sinyal pertumbuhan ekonomi juga menyokong penguatan rupiah. Alhasil, secara teknikal, Lukman memprediksi rupiah masih akan menguat secara terbatas.

Lukman memprediksi rupiah bergerak antara Rp 14.250-Rp 14.400 per dollar AS. Reny memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 14.370-Rp 14.440 per dollar AS.

Selanjutnya: Sritex (SRIL) Resmi Berstatus PKPU, Kreditur Bank Minta Mahkamah Agung Ikut Memantau

 

Bagikan

Berita Terbaru

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil
| Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil

Bila BUMN masuk ke segmen yang sama dengan swasta dan memperoleh pembiayaan, lahan, hingga kontrak yang lebih mudah, risiko crowding out meningkat

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga
| Kamis, 24 September 2026 | 08:51 WIB

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga

Sejumlah emiten dari berbagai sektor akan mencatatkan cum dividen interim pada akhir bulan September 2026

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026
| Kamis, 24 September 2026 | 08:06 WIB

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026

Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65% pada Agustus 2026, tetapi ekspansinya masih belum merata antarbank dan segmen.

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN
| Kamis, 24 September 2026 | 08:01 WIB

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN

Penempatan dana perbankan pada SBN mulai menunjukkan penurunan menyusul implementasi insentif KLM Pendalaman Pasar Uang 

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat
| Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat

Meski meraih kinerja keuangan positif, harga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) justru stagnan

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi
| Kamis, 24 September 2026 | 07:37 WIB

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi

Sejumlah emiten di sektor layanan transportasi mulai aktif mengoperasikan kendaraan listrik dan hibrid

Rupiah Masih Rawan Melemah
| Kamis, 24 September 2026 | 07:18 WIB

Rupiah Masih Rawan Melemah

Nilai tukar rupiah menguat setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI rate di level 5,75%.

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 24 September 2026 | 07:16 WIB

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya

Mengukur peluang dan tantangan kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di tengah kenaikan harga ayam dan bahan baku

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 07:12 WIB

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan

Level suku bunga yang masih tinggi membuat harga obligasi yang menjadi aset dasar reksadana pendapatan tetap (RDPT) menghadapi tekanan.​

Ancaman Arus Keluar Dana Asing Masih Besar
| Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Ancaman Arus Keluar Dana Asing Masih Besar

Spread suku bunga Indonesia dan global menyempit, aset rupiah berpotensi menjadi kurang menarik bagi investor

INDEKS BERITA

Terpopuler