Laba Bank Besar Kompak Bertumbuh

Sabtu, 01 Maret 2025 | 03:05 WIB
Laba Bank Besar Kompak Bertumbuh
[ILUSTRASI. Teller menghitung uang di salah satu kantor cabang BNI di Jakarta, Rabu (8/1/2025). OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 10,79 persen secara year on year (yoy) pada November 2024 menjadi Rp7.717 triliun atau turun tipis dibandingkan kinerja kredit perbankan Oktober 2024 yang tumbuh sebesar 10,92 persen yoy atau sebesar Rp7.657 triliun. ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/wpa.]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank raksasa Tanah Air telah mengumumkan laporan keuangan per Januari 2025. Mayoritas, laba bank yang masuk kategori KBMI 4 ini tumbuh moderat.

Di urutan pertama ada, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang membukukan kenaikan laba 9,7% secara tahunan menjadi Rp 1,63 triliun. Salah satu perbaikan yang terjadi di BNI adalah pendapatan bunga bersih. Mengawali tahun 2025, bank ini mencatat pendapatan bunga bersih Rp 3,17 triliun atau naik 1,69% secara tahunan.

Baca Juga: Diskon Ramadan Program Friday Mubarak Incar Transaksi Penjualan Rp 75 Triliun

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Deflasi Berpotensi Terjadi Lagi di Februari 2025
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 05:20 WIB

Deflasi Berpotensi Terjadi Lagi di Februari 2025

Ekonom memperkirakan, deflasi bulan Februari sebesar 0,27% month to month, lebih rendah dari Januari

Follow The Money
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 05:10 WIB

Follow The Money

Publik kini bertanya dan diungkap soal aliran dana dari dugaan korupsi pengoplosan Pertamax di tubuh Pertamina.. 

Percepat Eksekusi Belanja Pemerintah
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 05:00 WIB

Percepat Eksekusi Belanja Pemerintah

Peralihan anggaran menyebabkan adanya gap waktu, yang dikhawatirkan bisa berdampak terhadap kinerja di beberapa sektor

Ramadan: Bulan Pengendalian Diri, Kecuali Belanja
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 04:00 WIB

Ramadan: Bulan Pengendalian Diri, Kecuali Belanja

Saat Ramadan godaan untuk menahan diri sepertinya runtuh saat membaca diskon besar-besaran terjadi selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Bank Syariah Berharap Dapat Berkah dari Bullion Bank
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 03:15 WIB

Bank Syariah Berharap Dapat Berkah dari Bullion Bank

Perbankan syariah berharap layanan bullion bank berdampak positif bagi industri perbankan. Utamanya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi emas.

Pelanggan Pertamax Hijrah ke SPBU Partikelir
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 03:10 WIB

Pelanggan Pertamax Hijrah ke SPBU Partikelir

Kasus pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax  di Pertamina membawa berkah bagi pemain SPBU partikelir.

Laba Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Meroket 224,71% Menjadi Rp 3,01 Triliun
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 03:08 WIB

Laba Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Meroket 224,71% Menjadi Rp 3,01 Triliun

Sejalan pertumbuhan pendapatan dan laba, total aset JPFA semakin besar. Pada 2024, JPFA mencatat total aset sebesar Rp 34,66 triliun.

Klaim Asuransi Kesehatan Naik
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 03:05 WIB

Klaim Asuransi Kesehatan Naik

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk  telah membayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp 752 miliar, meningkat 17% secara tahunan.

Laba Bank Besar Kompak Bertumbuh
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 03:05 WIB

Laba Bank Besar Kompak Bertumbuh

Kenaikan laba bank besar karena berhasil menjaga biaya. Di urutan pertama ada, BNI yang membukukan kenaikan laba 9,7%

Pekan Penuh Tekanan Bagi Rupiah Hingga Terpuruk ke Rp 16.596 per dolar AS
| Sabtu, 01 Maret 2025 | 03:00 WIB

Pekan Penuh Tekanan Bagi Rupiah Hingga Terpuruk ke Rp 16.596 per dolar AS

Kekhawatiran good corporate government (GCG) hingga kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) menjadi penekan rupiah pada pekan ini. 

INDEKS BERITA

Terpopuler