Lagi-Lagi Elpiji

Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:11 WIB
Lagi-Lagi Elpiji
[ILUSTRASI. TAJUK - Hendrika Yunapritta (KONTAN/Indra Surya)]
Hendrika Y | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya Pertamina Patra Niaga menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri untuk memperketat penyaluran LPG 3 kilogram lewat verifikasi data kependudukan di pangkalan, merupakan hal yang sudah lama dinantikan.

Selama bertahun-tahun rantai pasok gas bersubsidi dibayangi oleh distorsi pasar. Pengecer dan pangkalan resmi, seringkali berada dalam posisi yang serba salah, ketika menghadapi lonjakan permintaan, yang tentu tidak sebanding dengan kuota yang ditetapkan. Di lain pihak, sudah jadi cerita lama kalau gas bersubsidi ini kerap bocor pada mereka yang tidak berhak. Stempel tulisan "Hanya untuk Masyarakat Miskin" di tabung gas melon, jadi tiada arti, ketika terjadi disparitas harga, yakni sekitar Rp 7.333/kg untuk elpiji bersubsidi dan Rp 19.916/kg untuk yang non subsidi.

Di sinilah urgensi integrasi data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan biometrik di pangkalan. Pelaku usaha tingkat tapak membutuhkan kepastian, selain juga Pemerintah punya kepentingan subsidi yang tepat sasaran. 

Kendati begitu, transisi menuju ekosistem digital berbasis biometrik ini tidak boleh berjalan setengah-setengah, atau sebaliknya, justru membebani operasional pangkalan gas. 

Tantangan terbesar di lapangan, kerap kali berkaitan dengan kesiapan infrastruktur digital, literasi teknologi, dan potensi terjadinya hambatan teknis untuk verifikasi data, terutama di daerah 3T. Institusi terkait harus memastikan bahwa uji coba yang dicanangkan, tidak menciptakan antrean panjang atau gesekan antara pengusaha pangkalan dengan konsumen, seperti yang pernah terjadi pada awal Februari  tahun 2025 lalu. 

Digitalisasi dapat menjadi solusi untuk subsidi elpiji yang tepat sasaran, namun hal itu membutuhkan implementasi dan sosialisasi yang benar, bagi semua pihak. 

Pemerintah dan Pertamina juga harus konsisten melindungi margin dan kelayakan usaha para penyalur resmi yang patuh aturan. Digitalisasi penyaluran harus diimbangi dengan penyederhanaan birokrasi pelaporan. Apabila ekosistem ini dikawal dengan pengawasan yang transparan, bisa jadi kebocoran anggaran subsidi dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat miskin yang selama ini paling berhak menikmatinya. 81 tahun usia Indonesia, saatnya memastikan anggaran subsidi tepat sasaran.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

IHSG di Bulan September, Koreksi atau Lanjut Menguat?
| Senin, 14 September 2026 | 09:52 WIB

IHSG di Bulan September, Koreksi atau Lanjut Menguat?

Aliran modal hasil diversifikasi keluar dari aset dolar AS memicu rebalancing portofolio ke pasar SBN yang menawarkan yield menarik. 

Emiten Baja Menuai Berkah dari Kenaikan Harga Global
| Senin, 14 September 2026 | 09:39 WIB

Emiten Baja Menuai Berkah dari Kenaikan Harga Global

Tren kenaikan harga baja di pasar global mendorong pemulihan kinerja emiten di sektor tersebut pada 2026

Memburu Untung dari Bisnis Baru
| Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Memburu Untung dari Bisnis Baru

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) gencar berekspansi merambah sektor baru di luar bisnis inti

Merger BUMN Karya Jadi Jalan Terakhir Meski tak Berarti Urusan Utang Langsung Tuntas
| Senin, 14 September 2026 | 08:42 WIB

Merger BUMN Karya Jadi Jalan Terakhir Meski tak Berarti Urusan Utang Langsung Tuntas

Persoalan mulai terlihat di BUMN Karya sejak periode kedua pemerintahan Jokowi dan makin parah di era kekuasaaan Prabowo.

Selaras Citra Nusantara (SCNP) Terus Memperbaiki Kinerja di Tahun Ini
| Senin, 14 September 2026 | 08:03 WIB

Selaras Citra Nusantara (SCNP) Terus Memperbaiki Kinerja di Tahun Ini

Berdasarkan laporan keuangan pada 30 Juni 2026, SCNP mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 41,7% menjadi Rp 156,58 miliar,

Prospek Saham PTBA: Produksi 2026, Ekspansi Logistik hingga Target Laba Rp 5 Triliun
| Senin, 14 September 2026 | 08:02 WIB

Prospek Saham PTBA: Produksi 2026, Ekspansi Logistik hingga Target Laba Rp 5 Triliun

Peggunaan kereta api mengurangi paparan PTBA terhadap kondisi cuaca ketika di saat yang sama kapasitas logistik pesaing mengalami keterbatasan.

Prospek Saham AGII; Ekspansi Mulai Berbuah, tapi Risiko Profit Taking Mengintai
| Senin, 14 September 2026 | 07:45 WIB

Prospek Saham AGII; Ekspansi Mulai Berbuah, tapi Risiko Profit Taking Mengintai

AGII kini tidak hanya menyasar segmen gas untuk kebutuhan medis, tetapi juga diversifikasi ke segmen pengguna untuk industri lainnya.​

Rupiah Menanti Arah FOMC pada Senin (14/9)
| Senin, 14 September 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Menanti Arah FOMC pada Senin (14/9)

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi diwarnai aksi wait and see pelaku pasar jelang rapat FOMC.

Pendapatan Melesat Ribuan Persen, Laba INET Melejit 340% Pada Semester I-2026
| Senin, 14 September 2026 | 06:47 WIB

Pendapatan Melesat Ribuan Persen, Laba INET Melejit 340% Pada Semester I-2026

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat lonjakan pendapatan dan laba bersih pada semester I-2026.

Penawaran Sukuk Tuntas, SMDR Meraup Dana Segar Rp 1,75 Triliun
| Senin, 14 September 2026 | 06:44 WIB

Penawaran Sukuk Tuntas, SMDR Meraup Dana Segar Rp 1,75 Triliun

Dari target penawaran sebesar Rp 2 triliun, dana yang berhasil dihimpun PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)  dari PUB Rp 1,75 triliun.​

INDEKS BERITA

Terpopuler