Lautan Luas (LTLS) Menaruh Harapan pada Industri Manufaktur

Sabtu, 21 Desember 2019 | 08:17 WIB
Lautan Luas (LTLS) Menaruh Harapan pada Industri Manufaktur
[ILUSTRASI. Logo Lautan luas Tbk]
Reporter: Agung Hidayat, Muhammad Kusuma | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konstelasi bisnis PT Lautan Luas Tbk di masa depan kemungkinan bakal berubah. Pasalnya, peran utama segmen bisnis distribusi mulai terkejar oleh segmen bisnis manufaktur. Pada saat yang sama, mereka juga terus memperkuat segmen bisnis potensial itu.

Manajemen Lautan Luas mengaku belakangan ini mulai membenahi portofolio bisnis distribusi. Mereka menggeser produk distribusi yang tidak lagi menawarkan profit menarik. "Lama-lama porsinya kemungkinan mengecil diganti oleh manufaktur," kata Joshua C. Asali, Direktur PT Lautan Luas Tbk saat paparan publik, Jumat (20/12).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Jumat (21/8) Berpeluang Menghijau Lagi
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:36 WIB

IHSG Jumat (21/8) Berpeluang Menghijau Lagi

Penguatan IHSG menunjukkan minat beli mulai kembali menguat setelah pasar bergerak cukup volatil belakangan ini

Permintaan Masih Tinggi, Laba Japfa Comfeed (JPFA) Naik Pesat
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Permintaan Masih Tinggi, Laba Japfa Comfeed (JPFA) Naik Pesat

Kinerja apik emiten sektor unggas ini tercermin dari peningkatan penjualan serta lonjakan laba bersih perusahaan.

Buyback Jadi Katalis Saham Properti Aguan
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:33 WIB

Buyback Jadi Katalis Saham Properti Aguan

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) kembali menyiapkan buyback saham senilai maksimal Rp 250 miliar.

Agenda Molinas Memoles Prospek Indika Energy (INDY)
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Agenda Molinas Memoles Prospek Indika Energy (INDY)

PT Indika Energy Tbk (INDY) mendapat sentimen positif baru seiring keterlibatannya dalam program Motor Listrik Nasional (Molinas). 

Permintaan Semen Mulai Pulih, Laba SMGR Diproyeksi Tumbuh Pada Semester I-2026
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:29 WIB

Permintaan Semen Mulai Pulih, Laba SMGR Diproyeksi Tumbuh Pada Semester I-2026

Secara operasional, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) masih mencatat volume penjualan sebanyak 18,27 juta ton selama periode Januari–Juni 2026.

Harga Melambung Hingga 100 Persen dalam Sebulan, Waspadai Tekanan Jual Saham PADA
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Harga Melambung Hingga 100 Persen dalam Sebulan, Waspadai Tekanan Jual Saham PADA

Masuknya INET sebagai pengendali baru membuka akses PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) ke ekosistem bisnis yang lebih luas.

Astra Otoparts (AUTO) Genjot Pasar Aki Kendaraan
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:21 WIB

Astra Otoparts (AUTO) Genjot Pasar Aki Kendaraan

Manajemen AUTO sebut pertumbuhan kendaraan listrik tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap aki konvensional.

Tambah Modal Usaha, HATM Siap Gelar Private Placement
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Tambah Modal Usaha, HATM Siap Gelar Private Placement

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) akanmenerbitkan 868 juta saham atau 10% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Smartphone Entry Level Menjadi Mesin Pertumbuhan
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Smartphone Entry Level Menjadi Mesin Pertumbuhan

Besarnya segmen smartphone entry level sejalan dengan jumlah konsumen Indonesia yang berada di kelas tersebut.

Kelebihan Pasokan Global Menghantui Emiten Baja
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Kelebihan Pasokan Global Menghantui Emiten Baja

Kelebihan kapasitas global berpotensi membuat Indonesia diserbu produk baja impor. Pemerintah diminta turun tangan menjaga daya saing industri.

INDEKS BERITA

Terpopuler