Lo Kheng Hong Berkali-kali Beli Saham Petrosea (PTRO) di Minggu Pertama November

Jumat, 08 November 2019 | 08:59 WIB
Lo Kheng Hong Berkali-kali Beli Saham Petrosea (PTRO) di Minggu Pertama November
[ILUSTRASI. Kendaraan berat yang dioperasikan PT Petrosea Tbk (PTRO). Per 6 November 2019 Lo Kheng Hong memiliki 14,20% saham PTRO.]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi beli Lo Kheng Hong terhadap saham PT Petrosea Tbk (PTRO) rupanya terus berlanjut.

Pada minggu pertama November, investor yang dijuluki Warren Buffet Indonesia, itu sudah berkali-kali mengakumulasi saham PTRO.

Catatan terbaru terkait transaksi Lo Kheng Hong terekam dalam data yang disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Tbk (KSEI).

Per 6 November 2019 kepemilikan Lo Kheng Hong di Petrosea bertambah 1.984.300 saham dibanding posisi per 5 November 2019.

Dus, porsi kepemilikannya di anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) itu bertambah menjadi 14,20%.

Nah, jika dihitung sejak awal November 2019, Lo Kheng Hong sudah memborong 4.630.900‬ saham PTRO.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan, Saham Petrosea (PTRO) Kian Melejit

Serupa transaksi sebelumnya, pada hari yang sama dengan pembelian yang dilakukan Lo Kheng Hong, tidak ada rekaman perdagangan yang berlangsung di pasar negosiasi.

Dus, besar kemungkinan transaksi teranyar tersebut juga terjadi di pasar reguler.

Harga PTRO Rp 1.550 per saham

Pada 6 November 2019, harga rata-rata saham PTRO di pasar reguler sekitar Rp 1.550 per saham.

Jika menggunakan patokan harga ini, bisa diperkirakan  investasi yang digelontorkan Lo Kheng Hong saat membeli 1.984.300 saham PTRO adalah sekitar Rp 3,08 miliar.

Sejak kemarin (07/11) KONTAN sudah meminta tanggapan Lo Kheng Hong terkait transaksinya di PTRO. Namun hingga berita ini ditayangkan, ia belum memberikan respon.

Yang jelas, kinerja keuangan PTRO belakangan memang membaik.

Baca Juga: Tekanan harga batubara menggerus kinerja keuangan Indika Energy (INDY)

BEI baru mempublikasikan laporan keuangan Petrosea yang terbaru pada 31 Oktober 2019.

Per 30 September 2019 total pendapatannya mencapai US$ 378,74 juta, atau tumbuh 16,12% secara year-on-year (yoy).

Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melejit 15,81% yoy menjadi US$ 20,58 juta.

Bagikan

Berita Terbaru

Marketing Sales Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Melejit Tiga Digit
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:55 WIB

Marketing Sales Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Melejit Tiga Digit

Di  kuartal I-2026, emiten properti milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan itu mencatat marketing sales Rp 987 miliar, naik 112% (YoY).

Laba Central Omega Resources (DKFT) Tumbuh 74% di Kuartal I-2026
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:48 WIB

Laba Central Omega Resources (DKFT) Tumbuh 74% di Kuartal I-2026

Di sepanjang periode Januari-Maret 2026, emiten pertambangan nikel itu mencetak laba bersih sebesar Rp 237 miliar atau tumbuh 74% secara tahunan 

Japfa Comfeed (JPFA) Siap Menebar Dividen Senilai Rp 1,62 Triliun
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:44 WIB

Japfa Comfeed (JPFA) Siap Menebar Dividen Senilai Rp 1,62 Triliun

Dasar pembagian dividen adalah perolehan laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tahun 2025 sebesar Rp 4 triliun.

Harga Nikel Dunia Terus Naik, Laba Vale Indonesia (INCO) Melesat 100%
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:41 WIB

Harga Nikel Dunia Terus Naik, Laba Vale Indonesia (INCO) Melesat 100%

Emiten anggota holding BUMN pertambangan Mind.id ini mendapatkan keuntungan dari membaiknya harga nikel dunia pada triwulan I-2026.

Strategi Efisiensi Bikin Laba Unilever (UNVR) Melejit Tinggi di Kuartal I-2026
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:30 WIB

Strategi Efisiensi Bikin Laba Unilever (UNVR) Melejit Tinggi di Kuartal I-2026

Pertumbuhan penjualan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ditopang segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh serta makanan dan minuman.

Kuartal I-2026, Kinerja Emiten Sawit Belum Menggigit
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:23 WIB

Kuartal I-2026, Kinerja Emiten Sawit Belum Menggigit

Mayoritas emiten sawit masih mencatat penurunan laba di kuartal I-2026. Dari 10 emiten CPO, enam diantaranya mengalami penurunan laba bersih. 

Saham INCO Dikerubungi Investor Institusi Kakap, Prospek Nikel Jadi Sorotan
| Jumat, 01 Mei 2026 | 09:00 WIB

Saham INCO Dikerubungi Investor Institusi Kakap, Prospek Nikel Jadi Sorotan

Pemborong terbesar saham INCO adalah Vanguard Group Inc yang membeli sebanyak 490.259 saham yang tercatat di tanggal data 27 April 2026.

Gelapkan Rp 70 Miliar, Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Divonis 9 Tahun Penjara
| Jumat, 01 Mei 2026 | 06:37 WIB

Gelapkan Rp 70 Miliar, Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Divonis 9 Tahun Penjara

Gibran jadi terpidana bersama Andri Yadi, pendiri Dycodex dan Angga Hadrian Raditya, mantan VP Corporate Finance eFishery.​

IHSG Anjlok, Rupiah Rekor Terlemah, Net Sell Asing Rp 7 Triliun Sepekan Terakhir
| Jumat, 01 Mei 2026 | 06:00 WIB

IHSG Anjlok, Rupiah Rekor Terlemah, Net Sell Asing Rp 7 Triliun Sepekan Terakhir

IHSG melemah 2,42% menjadi 6.956,80 pada sepekan periode 27-30 April 2026. Penurunan IHSG disertai oleh net sell asing total Rp 7,06 triliun.

Pembayaran Klaim Jamsostek Melonjak
| Jumat, 01 Mei 2026 | 04:30 WIB

Pembayaran Klaim Jamsostek Melonjak

Pada periode Januari hingga Maret 2026, BPJS Ketenagakerjaan membayarkan klaim sebesar Rp 35,58 triliun, atau meningkat 129,23%.

INDEKS BERITA