Lonceng Rating Investasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama beberapa pekan terakhir, perhatian publik dan pembuat kebijakan tersedot pada papan kurs yang terus memerah. Mata uang rupiah yang menembus level psikologis Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat seringkali dituding sebagai akibat dari badai eksternal yang tak terelakkan. Memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah, harga minyak yang melonjak, hingga kebijakan suku bunga higher for longer dari Bank Sentral AS. Namun, menyalahkan faktor eksternal semata adalah sebuah penyederhanaan yang berbahaya.
Angka Rp 17.600 hanyalah sebuah gejala. Penyakit yang sesungguhnya jauh lebih kronis dan berada di dalam tubuh kita sendiri yaitu pengikisan kredibilitas institusi. Pasar global memang bisa menoleransi fluktuasi ekonomi, namun mereka tidak memiliki ampun terhadap ketidakpastian institusional. Sejarah ekonomi dunia mencatat bahwa peringkat investasi (investment grade) suatu negara tidak dibangun di atas tumpukan cadangan devisa semata, melainkan di atas fondasi kepercayaan terhadap independensi otoritas moneter, integritas sistem peradilan dan kepastian hukum yang tidak bisa diintervensi oleh kepentingan politik jangka pendek.
Baca Juga: Harga Emas Terus Tertekan, Tren Berubah?
