LPPF Bakal Bagi Dividen Usai Sukses Cetak Laba Rp 912 Miliar

Senin, 07 Maret 2022 | 04:25 WIB
LPPF Bakal Bagi Dividen Usai Sukses Cetak Laba Rp 912 Miliar
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagi dividen Rp 250 per saham pasca sukses mencatatkan laba di tahun lalu. Rencana tersebut akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan.

Pada 2 Desember 2021, LPPF telah membagikan dividen interim Rp 100. Pembagian dividen tersebut setelah melihat neraca dan arus kas yang kuat. Sepanjang 2021, LPPF membukukan laba bersih Rp 912,85 miliar. Bandingkan dengan 2020 yang merugi Rp 873,18 miliar. Pendapatan bersih LPPF di 2021 juga naik 15,52% jadi Rp 5,58 triliun. 

Ke depan, manajemen LPPF akan merekomendasikan pembagian dividen Rp 500 per saham untuk tahun buku 2022. LPPF akan mendistribusikan dividen dalam dua term, yakni dividen interim Rp 125 dan dividen final Rp 250. 

Baca Juga: Matahari Department Store (LPPF) Akan Buka Minimal 10 Gerai Tahun Ini

LPPF berniat menambah minimal 10 gerai baru di 2022. Penambahan tersebut termasuk gerai signature baru yang sedang dibangun di Taman Anggrek, Jakarta dan Plaza Ambarukmo, Yogyakarta. Hingga akhir 2021, LPPF mengoperasikan 139 gerai. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya menyebut, realisasi laba bersih LPPF setara dengan 166% dari proyeksinya dan 160% dari proyeksi konsesus. Tahun ini, Mirae memprediksi pendapatan LPPF mencapai Rp 6,89 triliun dengan laba bersih Rp 1,27 triliun. 

Secara teknikal, Analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius menyebut, pola saham LPPF dalam bullish continuation pattern secara timeframe daily. LPPF juga sudah breakout pada pola falling wedge sejak 18 Februari 2022, serta di atas upper trendline pola falling wedge. 

Stochastic mengarah ke atas pada area overbought. "Kami rekomendasi buy on weakness dengan resistance Rp 5.720-Rp 5.780 dan support 4.020," saran Joshua. 

Christine menyarankan, buy dengan target Rp 5.900. Jumat (4/3), harga LPPF ditutup naik 15,96% di Rp 5.450. 

Baca Juga: Prospek Ramayana Lestari (RALS) Kena Efek Melemahnya Daya Beli Kelas Bawah

Bagikan

Berita Terbaru

Bisnis Paylater Meningkat Meski Pasar Lebih Moderat
| Kamis, 12 Maret 2026 | 02:45 WIB

Bisnis Paylater Meningkat Meski Pasar Lebih Moderat

Penyaluran pembiayaan BNPL oleh multifinance mencapai sebesar Rp 12,18 triliun, alias melompat 71,13% secara tahunan.

Bank Optimistis Bisa Mencapai Target Penjualan SR024
| Kamis, 12 Maret 2026 | 02:30 WIB

Bank Optimistis Bisa Mencapai Target Penjualan SR024

Bank mitra distribusi optimistis penjualan Sukuk Ritel SR024 dapat mencapai target didorong momentum THR dan musim pembagian dividen saham.

Gunung Raja Paksi (GGRP) Pasang Target Konservatif Tahun Ini
| Kamis, 12 Maret 2026 | 02:19 WIB

Gunung Raja Paksi (GGRP) Pasang Target Konservatif Tahun Ini

Gunung Raja Paksi tahun ini fokus melanjutkan penguatan bisnis inti baja berbasis hilirisasi dan peningkatan value-added product.

Menembus Labirin Middle-Income Trap
| Kamis, 12 Maret 2026 | 02:03 WIB

Menembus Labirin Middle-Income Trap

Jika kita gagal menyinergikan modal manusia sekarang, mimpi Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi catatan sejarah semata.

Cermati Daya Beli dan Laju Kurs, Kalbe Farma (KLBF) Melirik Ekspansi Pasar Ekspor
| Kamis, 12 Maret 2026 | 01:23 WIB

Cermati Daya Beli dan Laju Kurs, Kalbe Farma (KLBF) Melirik Ekspansi Pasar Ekspor

Kalbe sudah melakukan shifting pembayaran bahan baku farmasi ke renminbi (yuan Tiongkok) dari sebelumnya menggunakan dolar AS.

Harga Emas Sideways di Tengah Perang Iran dan Israel-AS, Apa Penyebabnya?
| Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56 WIB

Harga Emas Sideways di Tengah Perang Iran dan Israel-AS, Apa Penyebabnya?

Untuk mencapai harga US$ 6.000 per ons troi, emas kemungkinan membutuhkan katalis yang lebih besar. 

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah, Guncang Industri Otomotif Dalam Negeri
| Rabu, 11 Maret 2026 | 12:00 WIB

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah, Guncang Industri Otomotif Dalam Negeri

Pelemahan rupiah akan meningkatkan biaya produksi pabrik perakitan domestik yang masih bergantung pada komponen impor.

Simulasi Perang Timur Tengah Terjadi 2-4 Bulan ke Harga Minyak & Ekonomi Indonesia
| Rabu, 11 Maret 2026 | 11:00 WIB

Simulasi Perang Timur Tengah Terjadi 2-4 Bulan ke Harga Minyak & Ekonomi Indonesia

Dalam kasus ekstrem, serangan luas terhadap infrastruktur energi di seluruh wilayah Teluk dapat menciptakan guncangan mirip Krisis Minyak 1973.

Menakar Seberapa Menarik Saham BSDE Dilirik Saat Manajemen Pasang Target Konservatif
| Rabu, 11 Maret 2026 | 09:45 WIB

Menakar Seberapa Menarik Saham BSDE Dilirik Saat Manajemen Pasang Target Konservatif

Di tengah permintaan properti yang belum pulih seratus persen, recurring income menjadi jangkar penting bagi stabilitas kinerja BSDE.

Dibayangi Risiko Pemangkasan Bobot di MSCI, tapi Asing Masih Borong Saham ASII
| Rabu, 11 Maret 2026 | 08:30 WIB

Dibayangi Risiko Pemangkasan Bobot di MSCI, tapi Asing Masih Borong Saham ASII

Volume penjualan mobil Astra diperkirakan naik 4% YoY mencapai sekitar 428.000 unit dengan pangsa pasar 52%.

INDEKS BERITA

Terpopuler