Berita

Manfaatkan Perang Dagang, Eksportir Furnitur Diguyur Insentif

Rabu, 11 September 2019 | 07:40 WIB

ILUSTRASI. Pekerja menjemur rotan bahan baku industri kerajinan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan beragam insentif bagi eksportir produk kayu dan rotan serta mebel.

Langkah ini untuk mendorong ekspor produk furnitur yang belakangan dalam tren melemah.

Padahal, Bank Dunia menilai ekspor furnitur Indonesia mempunyai potensi yang besar di tengah perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.

Perang dagang menyebabkan China meninggalkan pasar furnitur di AS yang selama ini mereka kuasai.

Namun, sejauh ini Indonesia belum bisa optimal memanfaatkan pasar Amerika Serikat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kayu dan produk kayu pada Januari-Juli 2019 hanya US$ 2,21 miliar, turun 13,47% dibandingkan dengan periode sama 2018.

Padahal, 2018 ekspor komoditas non migas ini mampu tumbuh 10,7% year on year (yoy).

Baca Juga: Strategi Mark Dynamics Indonesia (MARK) Memperlebar Pasar Ekspor

Presiden bilang dari informasi yang ia terima, dari pasar furnitur yang dulunya menjadi pangsa produk furnitur China, kini ditinggalkan karena ada perang dagang.

"Inilah yang jadi kesempatan kita," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang ekspor furniture di Istana Merdeka, Selasa (10/9).

Jokowi berharap menteri terkait tidak berlama-lama membuat insentif bagi ekspor furnitur agar Indonesia tidak kehilangan kesempatan.

Seusai rapat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, akan memangkas pajak penambahan nilai (PPN) untuk produk kayu log.

Saat ini log kayu log masih dikenai PPN 10%. "Tadi Menteri Perindustrian bilang sedang dibahas dengan Menteri Keuangan untuk menolkan (tarif PPN-nya) ," kata Darmin.

Kaji SVLK

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Abdul Basith, Yusuf Imam Santoso
Editor: Tedy Gumilar

IHSG
6.231,47
0.21%
-13,00
LQ45
980,77
0.21%
-2,03
USD/IDR
14.085
-0,10
EMAS
756.000
0,53%

Baca juga