Manisnya Usaha Dawet Kekiniaan

Sabtu, 15 Juni 2024 | 03:51 WIB
Manisnya Usaha Dawet Kekiniaan
[ILUSTRASI. Dawet Kemayu]
Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - Bisnis minuman tradisional masih terus menjanjikan. Sekalipun, minuman kekinian terus bermunculan.
Tanya saja ke Nadzir Alimuddin, Pendiri Dawet Kemayu, yang berhasil meraih kesuksesan dalam berbisnis minuman dawet.  Di tangan Nadzir, minuman segar yang umumnya berasal dari campuran cendol, santan, dan gula merah ini bisa dia sulap menjadi minuman kekinian.
Nadzir bercerita, Dawet Kemayu berdiri sejak 2020, saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Bisnis ini lahir ketika usaha dia sebelumnya, ayam geprek bangkrut pada 2019.

Di tengah keterpurukan usahanya, Nadzir seperti menemukan keberuntungan lain, dengan menyulap minuman dawet menjadi lebih modern.
Dawet Kemayu awalnya dia jalankan hanya bermodal gerobak, bahan baku, dan pemasaran. "Ya sekitar Rp 9 juta hingga Rp 10 juta untuk modal gerobak, bahan baku, dan marketing," ungkap Nadzir, Jumat (14/6).
Meski begitu, ia bilang, Dawet Kemayu memiliki ciri khas yang berbeda dengan dawet pada umumnya. Dawet yang biasanya berbahan baku santan, dia ganti dengan menggunakan fiber creme. Krim nabati ini Nadzir klaim jauh lebih sehat dibandingkan dengan santan yang banyak mengandung lemak serta karbohidrat.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Memburu Saham Blue Chip yang Murah
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:50 WIB

Memburu Saham Blue Chip yang Murah

Saham blue chip memimpin rebound IHSG. Strategi akumulasi bertahap dapat memaksimalkan potensi keuntungan.

Ruang Pertumbuhan ASII Masih Terbatas, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:34 WIB

Ruang Pertumbuhan ASII Masih Terbatas, Simak Rekomendasi Sahamnya

Astra International ubah fokus ke value creation. Temukan tiga mesin pertumbuhan baru yang berpotensi dongkrak kinerja jangka panjang.

Kenaikan BI Rate Hanya Obat Kuat Sementara untuk Rupiah
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:28 WIB

Kenaikan BI Rate Hanya Obat Kuat Sementara untuk Rupiah

Kenaikan BI Rate dinilai belum cukup untuk menjamin stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang tanpa dukungan kebijakan lainnya.

PALM Menerbitkan Obligasi Senilai Rp 500 Miliar untuk Membayar Utang
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:01 WIB

PALM Menerbitkan Obligasi Senilai Rp 500 Miliar untuk Membayar Utang

Masa penawaran umum obligasi ini pada 9 Juni 2026 dan tanggal pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 15 Juni 2026. ​

Genjot Perdagangan Saham, Rukun Raharja (RAJA) Lakukan Stock Split
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:56 WIB

Genjot Perdagangan Saham, Rukun Raharja (RAJA) Lakukan Stock Split

Nilai nominal saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan berubah dari Rp 25 per saham  menjadi Rp 5 per saham setelah stock split. ​

Nilai Dividen Aneka Tambang (ANTM) Menurun, Imbal Hasil Tetap Menggiurkan
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:49 WIB

Nilai Dividen Aneka Tambang (ANTM) Menurun, Imbal Hasil Tetap Menggiurkan

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 5,05 triliun.

Asing Konsisten Sell Indonesia Saat IHSG Melesat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:48 WIB

Asing Konsisten Sell Indonesia Saat IHSG Melesat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Tiga hari terakhir, jumlah net sell asing itu malah mencapai Rp 6,01 triliun. Artinya, penguatan IHSG ditopang oleh investor lokal. 

Investor Asing Rajin Borong TINS Saat Pasar Saham Indonesia Tertekan, Ini Penyebabnya
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:47 WIB

Investor Asing Rajin Borong TINS Saat Pasar Saham Indonesia Tertekan, Ini Penyebabnya

Daya tarik utama PT Timah Tbk (TINS) berasal dari prospek fundamental yang membaik seiring reli harga timah dunia.

Era Suku Bunga Tinggi, Prospek Emiten Semen Kian Berat
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:43 WIB

Era Suku Bunga Tinggi, Prospek Emiten Semen Kian Berat

Kenaikan BI rate akan memperberat beban KPR oleh masyarakat, yang langsung menekan permintaan properti sebagai pasar terbesar emiten semen.​

Harga TBS Melejit, Emiten CPO Menjerit
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:37 WIB

Harga TBS Melejit, Emiten CPO Menjerit

Emiten CPO diproyeksi bakal terdampak kenaikan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dibeli dari petani. 

INDEKS BERITA

Terpopuler