Maroef Sjamsoeddin Menjadi Direktur Utama Mind ID

Selasa, 04 Maret 2025 | 04:05 WIB
Maroef Sjamsoeddin Menjadi Direktur Utama Mind ID
[ILUSTRASI. Maroef Sjamsoeddin. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/03/12/2015.]
Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Holding Industri Pertambangan BUMN, Mining Industry Indonesia (Mind ID) dikabarkan menunjuk Maroef Sjamsoeddin sebagai Direktur Utama Mind ID menggantikan Hendi Prio Santoso yang telah menjabat sejak 2021.

KONTAN telah mencoba mengonfirmasi kabar pergantian pucuk pimpinan tertinggi Mind ID ke pihak manajemen Mind ID. Namun, hingga berita ini terbit, Mind ID belum memberikan pernyataan apa pun.

Untuk diketahui, Maroef Sjamsoeddin pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) sejak 7 Januari 2015 hingga Januari 2016. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada periode 2011–2014.

Baca Juga: Mind ID dan Inalum Bersiap Gelar IPO

Lahir pada 1 Januari 1970, Maroef merupakan purnawirawan TNI Angkatan Udara (AU) dari Korps Pasukan Khas. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Udara pada tahun 1980.

Latar belakang militernya tidak lepas dari lingkungan keluarga. Ayahnya adalah seorang anggota TNI, begitu pula kakaknya, Sjafrie Sjamsoeddin, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Selama 34 tahun mengabdi di TNI AU, Maroef pernah menempati berbagai posisi strategis, yakni Komandan Skadron 465 Paskhas, Atase Pertahanan RI di Brasil, Direktur Kontra Separatis BIN, Sahli Hankam BIN, hingga akhirnya menjabat sebagai Wakil Kepala BIN pada 2011-2014.

Bagikan

Berita Terbaru

Gaji Pas-Pasan, Cicilan dan Harga Naik Terus: Ini Tips Bertahan Bagi Pekerja Gaji UMP
| Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB

Gaji Pas-Pasan, Cicilan dan Harga Naik Terus: Ini Tips Bertahan Bagi Pekerja Gaji UMP

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, tujuan keuangan yang utama adalah menjaga agar kondisi keuangan keluarga tetap stabil.

Reksadana Saham Global Cuan Dobel Digit Meski Pasar Menantang, Ini Pendorongnya!
| Minggu, 14 Juni 2026 | 10:00 WIB

Reksadana Saham Global Cuan Dobel Digit Meski Pasar Menantang, Ini Pendorongnya!

Produk reksadana saham global cetak return dobel digit berkat AI dan semikonduktor. Cari tahu reksadana mana yang cuan gemuk di sini!

Waktu Terbaik Beli Emas, Ini Pertimbangannya!
| Minggu, 14 Juni 2026 | 09:05 WIB

Waktu Terbaik Beli Emas, Ini Pertimbangannya!

Emas selalu jadi pilihan saat pasar bergejolak, tapi membeli tanpa strategi bisa rugi. Simak tips ahli untuk memaksimalkan keuntungan Anda.

Nasib Investasi Energi: Spekulasi AS-Iran Bayangi Harga Minyak Global
| Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB

Nasib Investasi Energi: Spekulasi AS-Iran Bayangi Harga Minyak Global

Harga minyak dan gas kompak anjlok Jumat (12/6). Optimisme kesepakatan AS-Iran dan pasokan melimpah jadi pemicu utama.

Luka Infrastruktur Jokowi Membayangi, Emiten Konstruksi Berjuang Saat Bunga Tinggi
| Minggu, 14 Juni 2026 | 07:50 WIB

Luka Infrastruktur Jokowi Membayangi, Emiten Konstruksi Berjuang Saat Bunga Tinggi

Suku bunga BI terus naik, emiten konstruksi siapkan strategi baru. PTPP, WIKA, TOTL punya cara berbeda untuk selamat.

Daya Beli Masyarakat Semakin Lesu, Kinerja Emiten Ritel Terancam Layu
| Minggu, 14 Juni 2026 | 07:26 WIB

Daya Beli Masyarakat Semakin Lesu, Kinerja Emiten Ritel Terancam Layu

Daya beli masyarakat melemah drastis, sektor ritel terancam. Jangan salah pilih, ada risiko besar di saham-saham non-primer. 

Belum Merilis Laporan Keuangan Tahun 2025, BEI Menjatuhkan Sanksi ke 88 Emiten
| Minggu, 14 Juni 2026 | 07:16 WIB

Belum Merilis Laporan Keuangan Tahun 2025, BEI Menjatuhkan Sanksi ke 88 Emiten

Berdasarkan pemantauan bursa per 30 Mei 2026, sebanyak 88 emiten belum menyampaikan laporan keuangan per 2025.

Dana Pensiun Aman? Ini Cara Rustam Rachmat Jaga Nilai Aset Jangka Panjang
| Minggu, 14 Juni 2026 | 07:00 WIB

Dana Pensiun Aman? Ini Cara Rustam Rachmat Jaga Nilai Aset Jangka Panjang

Presdir Secure Parking Rustam Rachmat memilih obligasi dan properti sebagai tulang punggung portofolio. Simak cara ia menjaga nilai aset

Kontrak Baru PTPP Tumbuh 6,5% hingga Mei 2026, Menyentuh Rp 8,19 Triliun
| Minggu, 14 Juni 2026 | 06:46 WIB

Kontrak Baru PTPP Tumbuh 6,5% hingga Mei 2026, Menyentuh Rp 8,19 Triliun

PTPP raih kontrak baru Rp 8,19 triliun, naik 6,51% hingga Mei 2026. Apa saja sektor dominan dan peluang investasi PTPP?

Plus Minus Tarif 0,5% Bagi UMKM
| Minggu, 14 Juni 2026 | 06:15 WIB

Plus Minus Tarif 0,5% Bagi UMKM

Apakah kebijakan ini langkah menciptakan keadilan pajak, atau jadi pembunuh daya saing usaha kecil yang berjuang di tengah penurunan daya beli?

INDEKS BERITA

Terpopuler