Berita Bisnis

Masih Banjir Pasokan, Semen Indonesia Lakukan Efisiensi

Selasa, 18 Desember 2018 | 06:50 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam kondisi pasar semen nasional yang masih oversupply atau kelebihan pasokan, satu-satunya cara PT Semen Indonesia (SMGR) Tbk mencari untung adalah dengan menghemat biaya. Oleh karena itu, perusahaan pelat merah tersebut berencana mengatur operasional lini produksi agar lebih efisien.

Menurut data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), total kapasitas produksi semen nasional kini mencapai 107 juta ton, sedangkan proyeksi penjualan nasional 74,6 juta ton hingga akhir 2018. Artinya, ada kelebihan pasokan semen 32,4 juta ton. Kondisi tersebut kemungkinan bakal berlanjut pada tahun depan.

Apalagi, tahun 2019 bertepatan dengan pemilihan umum legislatif dan pemilu presiden. Biasanya hajatan politik akan mempengaruhi rencana pembangunan proyek. Realisasi proyek akan menunggu kondisi sosial dan politik lebih kondusif.

Sementara Semen Indonesia harus bersaing dengan produsen semen lain. Perusahaan ini mencatat, paling tidak pasar semen nasional diperebutkan 15 perusahaan.

Harga semen pun cenderung tertekan. "Kenaikan harga tidak bisa banyak, maka perlu dikelola di tengahnya atau bagian lini produksi," ujar Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk kepada KONTAN, Senin (17/12).

Sejauh ini, kapasitas produksi Semen Indonesia secara konsolidasi mencapai 38,2 juta ton per tahun. Tingkat keterpakaian atau utilitas pabrik mencapai 90%. Sebagai perbandingan, rata-rata tingkat utilitas industri semen sebesar 65%.

Kapasitas produksi Semen Indonesia bakal bertambah setelah proses akuisisi PT Holcim Indonesia Tbk rampung. Holcim Indonesia mengoperasikan pabrik berkapasitas 14 juta ton per tahun.

 

Libur akhir tahun

Sementara itu, dari Januari hingga November 2018, Semen Indonesia mencatatkan total penjualan 27,91 juta ton. Perinciannya, 25,05 juta ton penjualan di dalam negeri dan 2,86 juta ton penjualan ekspor. Jika dikonsolidasikan dengan hasil penjualan anak usahanya, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC), total penjualan semen menjadi 30,26 juta ton (lihat tabel).

November 2018, penjualan Semen Indonesia tercatat sekitar 2,84 juta ton. Jumlah ini turun 10,13% dibanding penjualan Oktober 2018.

SMGR memprediksi, penjualan semen masih melambat hingga awal tahun depan. Selain curah hujan yang tinggi, libur panjang akhir tahun menyebabkan pengerjaan sejumlah proyek terhenti sementara. "Memang siklusnya, Desember dan Januari adalah konsumsi terendah semen," kata Agung.

 

Reporter: Agung Hidayat
Editor:


Baca juga