Berita Refleksi

Mau Peduli Terhadap Data Diri

Oleh Djumyati Partawidjaja - Redaktur Pelaksana
Sabtu, 11 September 2021 | 09:05 WIB
Mau Peduli Terhadap Data Diri

Kontan + Kompas.id : Rp 95.000 Hemat hingga 55%

Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akhir Agustus lalu sempat heboh data electronic health alert card (e-Hac) bocor. Aplikasi yang awalnya dipakai untuk memantau dan menelusuri tes Covid-19 dan perjalanan di masa pandemi itu adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan (dengan mitranya).

Kementerian Kesehatan sendiri tentu langsung memberikan jawabannya, kebocoran kemungkinan datang dari e-Hac lama yang sudah diganti aplikasi Peduli Lindungi. Mereka juga menyerahkan penelusuran kasusnya ke Kepolisian RI.

Saya sendiri menyisakan banyak pertanyaan dari penjelasan mereka. Seperti bagaimana sebenarnya sistem kerjasama institusi pemerintah dengan mitranya. Kalau kontrak perjanjian pengembangan aplikasi hanya 1 tahun, bagaimana aplikasi ini bisa berkembang.  

Beberapa hari kemudian Kepolisian RI mengumumkan tidak ada kebocoran dari server e-Hac dan menghentikan penyelidikan kasus kebocoran data ini. Pernyataan yang menambah tanda tanya untuk saya, apakah objek kasus ini server yang bocor atau data yang bocor.

Urusan kebocoran berbagai macam data sepertinya tidak pernah menjadi isu penting di Indonesia. Beberapa bulan lalu juga pernah heboh kebocoran 279 juta data yang diduga dari BPJS Kesehatan. Dan kasus ini masih belum ketahuan ujung pangkal dan tersangkanya.

Saya rasa para hacker sedang berpesta pora di negeri ini. Mereka bisa terus dan terus menggangsir data-data yang berharga, sementara para penegak hukum masih kerepotan mengumpulkan bukti.

Di sisi lain, ada begitu banyak orang yang literasi keamanan data masih rendah. Entah siapa ujung tombak yang harus memikirkan proses pembelajaran masyarakat untuk hati-hati dan waspada waktu membagikan data-data pribadinya.

Mungkin Anda akan bilang apa masalahnya? Apakah Anda pernah mendapatkan SMS nakal meminta Anda untuk transfer dana? Tapi jangan anggap Anda kebal. Pada momen yang tepat, saat Anda sedang bertransaksi, tiba-tiba muncul SMS seperti ini, bukan mustahil bablas transfer ke hacker kelas teri.

Percayalah semua data kita ini sangat berharga. Bukan hanya kebablasan mengirim uang.

Kita bisa melihat, bagaimana data-data tersebut bisa dimanfaatkan untuk memanipulasi pemilihan umum di Amerika Serikat di tahun 2016. Saya hanya bermimpi suatu hari pemerintah kita mau membenahi data dan memedulikan keamanan data warganya.                     

Terbaru
IHSG
7.017,36
0.51%
-35,79
LQ45
996,76
0.50%
-4,98
USD/IDR
15.668
0,13
EMAS
979.000
0,20%