KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Saham emiten di sektor teknologi masih jadi bandul pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang tahun 2022.
Buktinya, sejumlah saham emiten teknologi masih menghiasi papan laggard di Bursa Efek Indonesia (BEI).
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Saham emiten di sektor teknologi masih jadi bandul pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang tahun 2022.
Buktinya, sejumlah saham emiten teknologi masih menghiasi papan laggard di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kuota produksi batubara nasional turun 24% menjadi 600 juta ton pada tahun ini akibat pemangkasan RKAB
Kementerian ESDM menyebutkan pihaknya butuh bujet tambahan untuk menopang belanja energi yang tersulut kenaikan harga minyak global.
Tingginya harga minyak mendongkrak profitabilitas produsen migas. Mereka lebih aktif melakukan kegiatan pengeboran dan pengembangan lapangan.
Rupiah terus melemah, bahkan diproyeksi tembus Rp 16.950. Kondisi APBN yang 'gali lubang tutup lubang' jadi pemicu utama.
Rata-rata imbal hasil yang didapatkan lender dalam menempatkan dana di platform pinjaman daring berkisar di angka 14% hingga 18% per tahun
Proyeksi harga emas global dan Antam 2026 terus direvisi naik. Sentimen geopolitik dan The Fed jadi pendorong utama.
Perpanjangan PPN DTP hingga 2027 jadi katalis utama BSDE. Proyeksi pendapatan dan laba bersih perusahaan diprediksi naik.
Di tengah permintaan yang meningkat, sejumlah perusahaan gadai mengaku masih menjaga tingkat bunga kepada nasabah.
IHSG mengakumulasi pelemahan 4,52% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 14,86%.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih super pede dan belum sepenuhnya memahami alasan Fitch merevisi outlook Indonesia menjadi negatif.