Melihat Peluang di Musim Pembayaran Dividen di Kuartal II-2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjejaki periode kuartal II-2026, pasar saham Indonesia mulai kembali memasuki musim dividen. Secara historis, mayoritas emiten dalam Index High Dividend 20 alias IDXHIVID20 membagikan dividen setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang umumnya memang berlangsung di paruh pertama tahun yang berjalan alias kuartal I hingga awal kuartal II tiap tahunnya.
Sebagai informasi sebelumnya, IDX High Dividend 20 merupakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengkurasi serta mengukur kinerja harga dari 20 saham dengan imbal hasil dividen (dividen yield) tinggi. Indeks ini juga mencermati emiten yang rutin membagikan dividen tunai dalam tiga tahun terakhir.
Bagi para pemburu dividen, indeks ini kerap menjadi acuan untuk maksimal mendapatkan pendapatan pasif. Menengok daftar Indeks High Dividend 20 per 27 Februari 2026, tercatat beberapa emiten besar dari berbagai sektor ada di dalamnya. Dari sektor ritel, terdapat PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Baca Juga: Pelipur Lara dari Saham Pembagi Dividen
Dari sisi perbankan, pemain raksasa seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masuk menjadi konstituen.
Daftar emiten di sektor energi yang menghuni indeks tersebut adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) , PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan lainnya (lihat infografik).
Adapun emiten yang terdepak dari indeks ini per 27 Februari 2026 antara lain adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa memberikan pengamatannya bahwa saham dengan dividend yield yang tinggi umumnya berasal dari sektor komoditas dan perbankan.
"Saham seperti ANTM, PTBA, ITMG hingga PT United Tractors Tbk (UNTR), berpotensi memberikan yield tinggi, terutama saat harga komoditas masih solid. Bahkan, yield dari sektor ini masih bisa mencapai dua digit," ucap Reydi saat dihubungi oleh Kontan, Senin (6/4).
Namun dia juga tidak menampik bahwa imbal hasil yang tinggi ini pun datang dengan volatilitas yang lebih besar.
