Melihat Peluang di Musim Pembayaran Dividen di Kuartal II-2026

Selasa, 07 April 2026 | 10:00 WIB
Melihat Peluang di Musim Pembayaran Dividen di Kuartal II-2026
[ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjejaki periode kuartal II-2026, pasar saham Indonesia mulai kembali memasuki musim dividen. Secara historis, mayoritas emiten dalam Index High Dividend 20 alias IDXHIVID20 membagikan dividen setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang umumnya memang berlangsung di paruh pertama tahun yang berjalan alias kuartal I hingga awal kuartal II tiap tahunnya.

Sebagai informasi sebelumnya, IDX High Dividend 20 merupakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengkurasi serta mengukur kinerja harga dari 20 saham dengan imbal hasil dividen (dividen yield) tinggi. Indeks ini juga mencermati emiten yang rutin membagikan dividen tunai dalam tiga tahun terakhir.

Bagi para pemburu dividen, indeks ini kerap menjadi acuan untuk maksimal mendapatkan pendapatan pasif. Menengok daftar Indeks High Dividend 20 per 27 Februari 2026, tercatat beberapa emiten besar dari berbagai sektor ada di dalamnya. Dari sektor ritel, terdapat PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Baca Juga: Pelipur Lara dari Saham Pembagi Dividen

Dari sisi perbankan, pemain raksasa seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masuk menjadi konstituen.

Daftar emiten di sektor energi yang menghuni indeks tersebut adalah PT  Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) , PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan lainnya (lihat infografik).



Adapun emiten yang terdepak dari indeks ini per 27 Februari 2026 antara lain adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa memberikan pengamatannya bahwa saham dengan dividend yield yang tinggi umumnya berasal dari sektor komoditas dan perbankan.

"Saham seperti ANTM, PTBA, ITMG hingga PT United Tractors Tbk (UNTR), berpotensi memberikan yield tinggi, terutama saat harga komoditas masih solid. Bahkan, yield dari sektor ini masih bisa mencapai dua digit,"  ucap Reydi saat dihubungi oleh Kontan, Senin (6/4).

Namun dia juga tidak menampik bahwa imbal hasil yang tinggi ini pun datang dengan volatilitas yang lebih besar.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

SE Sisa Kuota Internet Langkah Tepat tapi Perlu Dinaikkan Jadi Permen Agar Mengikat
| Senin, 31 Agustus 2026 | 11:05 WIB

SE Sisa Kuota Internet Langkah Tepat tapi Perlu Dinaikkan Jadi Permen Agar Mengikat

Kemkomdigi memberi batas waktu hingga 28 September 2026 bagi operator menyampaikan laporan pemenuhan kewajiban.

Belanja Pemerintah Tumbuh tapi Mesin Ekonomi Swasta Belum Sepenuhnya Bergerak
| Senin, 31 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Belanja Pemerintah Tumbuh tapi Mesin Ekonomi Swasta Belum Sepenuhnya Bergerak

Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator penting untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi sudah memiliki basis permintaan yang kuat.

Risiko Politik Tetap Membayangi IHSG, Tercermin dari Valuasi hingga Cost of Capital
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Risiko Politik Tetap Membayangi IHSG, Tercermin dari Valuasi hingga Cost of Capital

Pemberantasan korupsi, good corporate governance (GCG), dan kepastian hukum penting bagi kesehatan pasar modal.

Daftar Antrean IPO dan Rights Issue di BEI Masih Panjang
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Daftar Antrean IPO dan Rights Issue di BEI Masih Panjang

Minat korporasi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih tinggi.

Pendapatan Naik Dua Digit, BNBR Malah Berbalik Rugi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:14 WIB

Pendapatan Naik Dua Digit, BNBR Malah Berbalik Rugi

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan kinerja top line dan bottom line yang tak seragam di semester I-2026.

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM

Setelah lebih dari satu dekade berlalu, spekulasi merger MTEL dan TBIG kembali berembus di pengujung Agustus 2026.

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian

Kenaikan harga saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) belum didukung oleh perbaikan fundamental yang signifikan.

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi

Laju inflasi Agustus 2026 diramal meningkat dengan pemicu utamanya kenaikan harga bahan pangan       

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu

Kinerja saham emiten milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan, jadi salah satu pemberat kinerja indeks properti.

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak

Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mencatat, realisasi restitusi pajak hingga Juli 2026 mencapai Rp 185,38 triliun

INDEKS BERITA

Terpopuler