Menata Laba Cantik Lewat Personal Color

Selasa, 08 April 2025 | 07:54 WIB
Menata Laba Cantik Lewat Personal Color
[ILUSTRASI. Layanan personal color MagiColorstyle by Rara]
Reporter: Jane Aprilyani, Laurentia Barus | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada anggapan bahwa menjadi cantik hanya dimiliki perempuan yang memiliki tubuh langsing, tinggi badan proporsional, rambut panjang dan warna kulit yang cerah. Namun, anggapan itu ditepis Meiske Sania, Founder & Principal Consultant Color Harmony.

Baginya, semua perempuan berhak disebut cantik asalkan mereka nyaman dan merasa percaya diri dengan apa yang dimilikinya. Maka itu, salah satu alasan wanita percaya diri dengan kecantikannya bukan karena menggunakan pakaian mentereng atau tas mahal atau label terkenal.

Tampil cantik ternyata berhubungan pula dengan penggunaan warna yang padu padan dengan warna yang tepat saat berias diri. "Dengan pemilihan warna tertentu, rona wajah orang bisa terlihat cantik," ungkap Meiske.

Pemilihan warna itu ternyata butuh keahlian, yang banyak ditekuni oleh penyedia jasa personal color. Berbeda dengan penyedia jasa make-up, layanan personal color memberikan solusi padu padan warna yang tepat mulai dari pakaian, make-up, hijab, aksesori pendukung fesyen seperti tas, kalung, cincin, gelang, jam tangan, atau sepatu, model dan warna rambut hingga frame kacamata yang cocok dipakai.

Nah, tren penggunaan jasa personal color belakangan kian diminati. Meiske bilang, seseorang bisa mengenal karakter warna dan motif yang sesuai dengan kepribadiannya. "Kita juga tahu warna yang cocok dipadukan dengan warna kulit sendiri," kata Meiske.

Karena itulah, Tracy Clarisa, pemilik sekaligus Color Analyst Color Lab, bilang, kehadiran personal color kian disadari banyak orang. Bahkan beberapa merek make-up, salon, label pakaian mulai mengikuti pelanggan untuk pembuatan produknya.

Rara Virgianti, Personal Color Analyst & Image Consultant yang juga pemilik MagiColorstyle.by Rara di Depok, bilang, permintaan jasa bukan hanya datang dari Jakarta. Melainkan luar Jakarta dan luar pulau Jawa.

Sebut saja, dari mahasiswa, pegawai kantoran, eksekutif hingga korporasi menggunakan jasa personal color. Beberapa pelanggan Rara cukup ternama, seperti Grab, Telkom, komunitas Passion Line Dance Indonesi, hingga instansi pemerintah.

Adapun tarif dalam menggunakan layanan jasa personal color, Rara bilang, kisarannya mulai dari Rp 375.000 per paket atau minimal enam orang, sampai Rp 2,8 juta untuk pelanggan pribadi atau eksklusif.

Sejak memulai usaha personal color Desember 2024 lalu, pengguna jasa Rara terus bertambah. Setiap bulan, setidaknya omzet yang dikantongi Rara mencapai Rp 15 juta hingga Rp 30 juta.

"Bisa lebih banyak, bila dapat proyek dari brand atau pemerintah," ujarnya.

Berbeda dengan Tracy yang tak menyebut pasti omzet capaiannya dalam sebulan. Meski tak membeberkan, namun diakui Tracy usaha ini memang naik daun dan menguntungkan.

Tracy mengatakan, selain pelajar hingga orangtua profesional, brand kecantikan seperti Emina, True To skin, Pantene, O'naomi Soluyu, The Balm of Girl Collection hingga pusat perbelanjaan seperti Summarecon dan Serpong Mall juga jadi pengguna jasa Color Lab. Untuk tarif jasanya, Tracy bilang harganya tergantung layanan. Kalau basic mulai dari Rp 999.000 atau Rp 1.000.000. Sedangkan harga paket yang eksklusif mulai dari Rp 1.200.000.

Dengan harga itu, setidaknya sebulan dirinya bisa melayani 40 sampai 50 orang.

Baca Juga: Makin Praktis, Cukup Tempel Enggak Perlu Pindai

Perlu sertifikasi

Meski cukup banyak diminati, memberi layanan personal color tidaklah mudah. Meiske menjelaskan, ada beberapa tahapan yang harus diikuti sebelum mengetahui warna yang cocok nantinya.

Pertama, tahap wawancara terkait kebutuhan, profil pengguna jasa, tingkat kesulitan menemukan warna yang tepat.

Kedua, konsultan personal color akan mempresentasikan prosedur, manfaat, dan fungsi personal color dalam aktivitas.

Ketiga, sesi analisis di mana konsultan akan mengidentifikasi warna terbaik buat klien dan yang perlu dihindari.

Keempat, sesi aplikasi, di mana pengguna jasa melakukan make-up, mix and match baju, kacamata, dan lainnya.

Kelima, penjelasan hasil akhir, yang disertai laporan terkait sesi personal color.

Untuk menjalani sesi ini, Meiske membutuhkan waktu mulai dari 30 menit sampai 3 jam. Sementara Rara merunut, tahapan yang dilakukan terbilang detail untuk memperkuat citra seseorang dan membangun image terbaiknya.

Oleh karena itu, selain mengetahui kondisi undertone atau warna dasar kulit, personal color menjabarkan secara lengkap produk dengan model dan warna yang cocok bagi seseorang. Khususnya dalam momen-momen tertentu, seperti rapat, ulang tahun, acara resmi, saat berlibur, dan lainnya.

Di samping menjelaskan dan mencari tahu profil klien, Tracy bilang personal color identik menggunakan kain dalam pekerjaannya. Untuk sesi analisis secara personal, Tracy bilang kurang lebih bermacam-macam potongan kain berwarna mulai dari warna aksen yaitu merah, kuning, hijau, biru, ungu yang diperlihatkan saat sesi analisis personal color. Tidak hanya warna aksen, semua warna-warna netral seperti basic attire misalnya hitam, warna putih, warna abu-abu, coklat juga akan dimasukkan dalam sesi analisis.

"Jadi mencocokkan warna yang pas dengan rambut, kulit dan lainnya," bebernya.

Di balik proses yang panjang itu, hasil akhir yang di luar ekspektasi pelanggan kerap jadi kendala para personal color. Terlebih, cukup banyak pelanggan yang terbiasa memakai warna tertentu dalam keseharian, namun ada warna lain yang diakui personal color lebih mendukung kecantikannya. "Itu sulit sekali," jelas Meiske.

Karena itu, butuh kemampuan berkomunikasi yang baik dan benar dalam penyedia jasa personal color. Serupa dengan Tracy yang menilai bahwa meyakinkan pelanggan untuk menerima hasil akhir tidaklah mudah. Apalagi pelanggan yang baru pertama kali mencoba jasa personal color. Sangat sulit menjelaskan fungsi warna yang dipakai jika pelanggan tidak mengetahui seni dan padu padan yang diterapkan.

Berbeda halnya dengan Rara, yang beranggapan kendalanya terletak pada pencahayaan yang kurang baik, kondisi pelanggan yang tidak sehat atau lokasi klien yang jauh dan melakukan personal color melalui Zoom.

Ketika mendapati kondisi ini, Rara akan melakukan proses personal color secara profesional, agar hasilnya maksimal. Maklum, karena jasa ini tidak dilakukan setiap hari, maka upaya yang dilakukan setiap konsultan personal color haruslah maksimal. Cara ini juga yang diakuinya jadi strategi pemasaran agar semakin banyak klien yang tertarik menggunakan jasanya.

Baca Juga: Pasca Libur Panjang, Rupiah Bakal Dikawal Ketat Bank Sentral

Modal lumayan

Terlepas dari kendala yang dihadapi, rupanya untuk merintis usaha ini butuh modal yang tak sedikit jumlahnya. Bisa dibilang, modal yang digelontorkan memulai usaha personal color adalah Rp 50 juta.

Rara menyebutkan, modal digunakan untuk mendirikan studio, pembelian peralatan pendukung usaha, dan sekolah sertifikasi yang mendukung keterampilan dari jasa konsultan personal color.

Pendapat serupa juga dilontarkan Meiske. Dirinya menegaskan, modal yang dikeluarkan saat mendirikan Color Harmony mencapai ratusan juta. Biaya itu untuk membeli peralatan skin check dari Panton Skintone dan kain yang capai puluhan juta rupiah. Ditambah pelatihan konsultan yang nantinya memiliki sertifikat personal color.

Namun, Meiske berpandangan, modal awal tergantung pelaku usahanya. Yang jelas, keterampilan dan sertifikat kelayakan personal color. Tertarik menjadi personal color?

Bagikan

Berita Terbaru

MSCI Soroti Transparansi Pasar Indonesia, Risiko Turun ke Frontier Market Tetap Ada
| Rabu, 24 Juni 2026 | 13:26 WIB

MSCI Soroti Transparansi Pasar Indonesia, Risiko Turun ke Frontier Market Tetap Ada

MSCI menyoroti kualitas aksesibilitas pasar modal Indonesia dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 23 Juni 2026. 

Stock Split RAJA Disetujui, Paling Minimal bisa Jadi Sentimen Positif Jangka Pendek
| Rabu, 24 Juni 2026 | 09:31 WIB

Stock Split RAJA Disetujui, Paling Minimal bisa Jadi Sentimen Positif Jangka Pendek

Pergerakan harga saham RAJA setelah stock split sangat bergantung pada kondisi fundamental dan momentum pasar secara keseluruhan.

Kondisi Ekonomi dan Bisnis Tak Pasti, GTRA Mengincar Pendapatan Rp 1 Triliun di 2026
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:14 WIB

Kondisi Ekonomi dan Bisnis Tak Pasti, GTRA Mengincar Pendapatan Rp 1 Triliun di 2026

GTRA siap capai pendapatan Rp 1 triliun 2026. Fokus pada FMCG, e-commerce, dan peningkatan layanan jadi alasan Anda harus tahu.

Indonesia Tetap di Emerging Market, MSCI Beri Sorotan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:06 WIB

Indonesia Tetap di Emerging Market, MSCI Beri Sorotan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kemarin investor asing mencatatkan aksi jual bersih alias net sell Rp 311,55 miliar. Empat hari terakhir net sell menyentuh Rp 4,73 triliun.

King Tyre Indonesia (TYRE) Kejar Target Penjualan Tumbuh 5%
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:02 WIB

King Tyre Indonesia (TYRE) Kejar Target Penjualan Tumbuh 5%

Pada tahun ini, TYRE juga berupaya mengoptimalkan penjualan ban untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

GGRM Bakal Bagi Dividen Rp 800 Per Saham, Blackrock Hingga WisdomTree Akumulasi
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:00 WIB

GGRM Bakal Bagi Dividen Rp 800 Per Saham, Blackrock Hingga WisdomTree Akumulasi

RUPST menyetujui penggunaan Rp 1,54 triliun atau setara Rp 800 per saham dari keuntungan tahun buku 2025 sebagai dividen tunai.

Kawasan GBK Bakal Menjadi Pusat Sport Tourism
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:29 WIB

Kawasan GBK Bakal Menjadi Pusat Sport Tourism

Danantara juga berpeluang merobohkan Hotel Sultan yang selama ini dikelola oleh pihaaaak PT Indobuildco.

Optimalisasi Dana Haji Kian Mendesak
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:24 WIB

Optimalisasi Dana Haji Kian Mendesak

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mendorong BPKH agar semakin independen dan mandiri dalam mengelola dana haji

Daya Beli Masyarakat Loyo, Jakarta dan Jawa Masih Jadi Penopang Penjualan ACES
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:22 WIB

Daya Beli Masyarakat Loyo, Jakarta dan Jawa Masih Jadi Penopang Penjualan ACES

SSSG ACES tumbuh 2,1% hingga Mei 2026. Wilayah Jakarta dan Jawa jadi penopang utama, sedangkan luar Jawa masih tertekan. 

Regulasi Koperasi Saat Ini Sudah Tidak Relevan
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:19 WIB

Regulasi Koperasi Saat Ini Sudah Tidak Relevan

Parlemen sedang menggodok revisi UU Koperasi agar sesuai dengan tuntutan ekonomi modern dan teknologi digital

INDEKS BERITA

Terpopuler