Mencari Dividen Menarik, Tiga Saham Cum Date Hari Ini

Jumat, 08 April 2022 | 05:00 WIB
Mencari Dividen Menarik, Tiga Saham Cum Date Hari Ini
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Antrean emiten yang berencana membagikan dividen tahun buku 2021 masih panjang. Setidaknya, ada lima emiten yang akan membagi dividen dengan cum date pekan depan.

Emiten tersebut adalah PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), kemudian PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Selain itu, ada PT Eastparc Hotel Tbk (EAST).

Cum date atau tanggal terakhir untuk membeli saham-saham ini agar berhak mendapat dividen jatuh mulai hari ini (8/4) sampai 18 April mendatang. Cum date yang jatuh hari ini yaitu untuk pembagian dividen GOOD, NIKL, dan SMGR. Yield dari pembagian emiten ini beragam, yaitu 1%-4% (lihat tabel).

Emiten Pembagi Dividen
Saham Dividen (Rp) Saham (Rp) Yield (%) Cum date
EAST 1,52 92 1,65% 18-Apr
JPFA 60 1.650 3,64% 14-Apr
LPPF 250 6.075 4,12% 13-Apr
NISP 22 660 3,33% 13-Apr
GOOD 6 550 1,09% 08-Apr
NIKL 10,06 955 1,05% 08-Apr
SMGR 172,64 6.600 2,62% 08-Apr
         
*NIKL akan   membagikan dividen US$ 0,0007 per saham, setara sekitar Rp 10,06
Sumber: RTI

Karenanya, Desy menilai hanya LPPF yang memiliki yield dividen yang menarik. "Hanya LPPF yang direkomendasikan dengan yield dividen 4,10%," ujarnya kepada Kontan, Kamis (7/4). Selain itu, Desy memproyeksikan prospek Matahari Department Store juga akan positif dalam jangka pendek. Emiten ini akan kebagian berkah Ramadan. Dengan demikian, diperkirakan harga sahamnya juga akan mengalami kenaikan.Equity Analyst Pilarmas Investindo Desy Israhyanti melihat, pembagian dividen dari emiten-emiten tersebut kurang menarik. Menurut dia, yield dividen yang menarik apabila mendekati ataupun melebihi 5%.

Kendati begitu, Desy lebih menyarankan investor untuk mencermati emiten yang masuk ke dalam indeks IDX High Dividend 20. Emiten anggota indeks ini memberikan yield dividen yang tinggi. "Dalam hal ini, BEI telah menyortir, tak hanya emiten yang mampu memberikan yield dividen yang tinggi, tapi juga emiten dengan fundamental yang baik," sebutnya.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan, secara teknikal, pihaknya mencermati prospek saham LPPF dan EAST menarik. Sebab, indikator dan pergerakannya masih mengkonfirmasi adanya pergerakan uptrend, meskipun EAST kecenderungannya agak sideways. "Pelaku pasar bisa trading buy saham LPPF dan EAST terlebih dahulu," imbuhnya.

 

Bagikan

Berita Terbaru

SAME Mengantongi Fasilitas Kredit Hingga Rp 4 Triliun
| Kamis, 09 Juli 2026 | 09:30 WIB

SAME Mengantongi Fasilitas Kredit Hingga Rp 4 Triliun

Fasilitas pinjaman tersebut berasal dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Resmi Melantai di Bursa, EMMI dan BACH Genjot Kinerja
| Kamis, 09 Juli 2026 | 09:24 WIB

Resmi Melantai di Bursa, EMMI dan BACH Genjot Kinerja

Bursa Efek Indonesia kedatangan dua emiten baru, Rabu (8/7). Mereka adalah PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI).​

Bursa Saham Indonesia Bisa Turun Kelas, Pantauan S&P DJI Bikin Pasar Semakin Waswas
| Kamis, 09 Juli 2026 | 09:14 WIB

Bursa Saham Indonesia Bisa Turun Kelas, Pantauan S&P DJI Bikin Pasar Semakin Waswas

Ketidakpastian di pasar saham domestik bertambah usai Indeks S&P Dow Jones memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauannya.

Cari Modal untuk Ekspansi Baru, Emiten Menggelar Rights Issue
| Kamis, 09 Juli 2026 | 08:59 WIB

Cari Modal untuk Ekspansi Baru, Emiten Menggelar Rights Issue

Sejumlah emiten merancang rights issue untuk menghimpun dana guna memperkuat ekspansi baru hingga memperbaiki struktur permodalan.​

Di Balik KMK dan Permendag Batubara, Tekanan Buat Perusahaan Pertambangan Kian Nyata
| Kamis, 09 Juli 2026 | 08:54 WIB

Di Balik KMK dan Permendag Batubara, Tekanan Buat Perusahaan Pertambangan Kian Nyata

DSI diberi kewenangan menentukan margin keuntungan dari proses ekspor tunggal, dengan mengacu pada prinsip kewajaran.

Yield SBN Berpotensi Terus Mendaki di Semester II, APBN Bersiap Tanggung Ongkosnya
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:54 WIB

Yield SBN Berpotensi Terus Mendaki di Semester II, APBN Bersiap Tanggung Ongkosnya

Persaingan SBN dengan instrumen moneter BI, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) belum reda.

Muncul Lagi Sentimen Terjerembab ke Frontier Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:52 WIB

Muncul Lagi Sentimen Terjerembab ke Frontier Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

S&P DJI sebut Indonesia dalam status pemantauan, sehingga berpotensi melorot dari kelompok emerging market menjadi frontier market. ​

Okupansi Hotel Naik 30% di Momen Libur Sekolah
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:44 WIB

Okupansi Hotel Naik 30% di Momen Libur Sekolah

Momentum libur sekolah tahun ini diperkirakan mampu mendongkrak pendapatan dan tingkat hunian hotel lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Aturan Kemasan Rokok Polos Terus Menuai Polemik
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:36 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Terus Menuai Polemik

Pelaku usaha menilai proses penyusunan aturan tersebut belum mengakomodasi masukan para pemangku kepentingan.

Jelang IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Catat Kelebihan Permintaan Hingga 709 Kali
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:11 WIB

Jelang IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Catat Kelebihan Permintaan Hingga 709 Kali

PRDL resmi melantai di BEI, menambah pilihan investasi. Pahami prospek dan dampak kehadirannya bagi portofolio Anda sekarang.

INDEKS BERITA

Terpopuler