Mencuil Cuan dari Sepotong Roti Gandum
Pagi itu, udara masih menyisakan dingin yang tipis. Lori melangkah ke sebuah toko roti kecil di ujung jalan dekat rumahnya. Tak ada papan reklame atau promosi yang mencolok, hanya etalase kaca dengan deretan roti berwarna cokelat keemasan sederhana berderet rapi. Di toko itu, Lori terbiasa membeli roti gandum yang saban minggu jadi sarapan atau camilan sorenya.
Kegemaran mengonsumsi roti gandum memang terbilang baru dilakukan Lori. Sama dengan teman-temannya, awalnya ia bukanlah penggemar roti gandum. Bagi perempuan berusia 32 tahun itu, roti identik dengan tekstur lembut dan rasa manis yang memanjakan lidah.
