Mengobati Jeri IPO BUMN

Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:18 WIB
Mengobati Jeri IPO BUMN
[ILUSTRASI. Tedy Gumilar (KONTAN/Indra Surya)]
Tedy Gumilar | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di masa paceklik hajatan initial public offering (IPO) seperti saat ini, kabar soal rencana kedatangan penghuni baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentu wajar jika mendapat sambutan hangat. Apalagi, kalau korporasi yang digadang bakal masuk bursa berskala besar dan sudah punya nama. 

Inilah yang terjadi saat Danantara kembali meniupkan agenda IPO sejumlah perusahaan pelat merah yang disebut-sebut akan berlangsung dalam 6 hingga 12 bulan mendatang. Sederet perusahaan pelat merah kelas kakap menjadi target, antara lain Pegadaian, Pupuk Indonesia, Angkasa Pura, dan Pelindo.

Namun, euforia tersebut diwarnai nada pesimistis mengingat track record buruk IPO Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beberapa tahun terakhir. Maklum, dari 13 BUMN non-bank yang IPO sejak 2010, hanya PGEO yang sahamnya bisa bertahan di atas harga perdana.

Ini bukan semata efek fundamental emitennya sejak awal bermasalah. Atau akibat salah urus dan kebijakan pemerintah yang keliru hingga membuat emiten terlilit utang, seperti yang terjadi di emiten BUMN Karya. Korporasi milik negara yang neraca keuangannya sehat dan bisnisnya oke sekalipun ikut terkena tulah.

Jika mau dibedah satu-persatu, tentu kita bisa menemukan berbagai alasan yang bisa dituding sebagai penyebab loyonya performa mereka. Tapi ada satu gejala umum yang bisa ditemui di semua penawaran saham perdana tersebut; tekanan untuk memaksimalkan perolehan dana membuat ruang apresiasi harga pasca-IPO menciut, jika tak mau dibilang tak tersisa.

Padahal, yang mau untung dari penawaran umum perdana saham tak cuma emiten dan pemegang saham pra-IPO. Investor pembeli saham IPO juga berharap bisa mencicipi cuan, dan mestinya diberikan peluang untuk mendapatkannya.

Sudah begitu, investor ritel juga harus menghadapi potensi persaingan tak sehat dalam memperebutkan saham perdana. Sudah jadi gosip klasik di antara pelaku pasar, meski tak pernah dibuktikan, jika IPO BUMN kerap dibumbui cerita soal pihak-pihak tertentu, terutama politisi yang meminta jatah saham IPO. 

Bahkan, praktik ini sebetulnya tak cuma terjadi di BUMN. Permintaan serupa juga sempat terdengar di hajatan IPO korporasi swasta, termasuk ketika hajatannya digelar konglomerasi yang tengah naik daun beberapa waktu lalu. 

Dus, Danantara punya PR untuk mengembalikan minat dan kepercayaan investor.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026

Manajer investasi  (MI) berupaya mengoptimalkan kinerja reksadana saham di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Rupiah Menanti Rilis Data AS pada Kamis (13/8)
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Menanti Rilis Data AS pada Kamis (13/8)

Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,09% secara harian terhadap dolar Amerika Serikat ke Rp 17.877 per dolar AS.

NPL UMKM Naik, Bank Masih Rajin Bersihkan Kredit Bermasalah
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:47 WIB

NPL UMKM Naik, Bank Masih Rajin Bersihkan Kredit Bermasalah

Kenaikan NPL UMKM masih merupakan dampak dari pandemi Covid-19.                                          

Kualitas Pembiayaan Syariah Mulai Tertekan
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Kualitas Pembiayaan Syariah Mulai Tertekan

NPF naik 2,27%, bank syariah perketat manajemen risiko pembiayaan di tahun ini.                           

Mengobati Jeri IPO BUMN
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:18 WIB

Mengobati Jeri IPO BUMN

Investor ritel juga harus menghadapi potensi persaingan tak sehat dalam memperebutkan saham perdana.

Harga Batubara Acuan Membara, ITMG Cetak Pertumbuhan Laba
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:03 WIB

Harga Batubara Acuan Membara, ITMG Cetak Pertumbuhan Laba

Pertumbuhan laba menunjukkan ekspansi margin PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Pemicunya, lonjakan harga batubara acuan di semester I-2026.​

Kinerja AKR Corpindo Terangkat BBM dan Lahan Industri
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Kinerja AKR Corpindo Terangkat BBM dan Lahan Industri

Kenaikan utilitas dari para tenant besar bisa menjadi pendorong margin PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) ke depan 

Pemerintah Tekan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8%
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Pemerintah Tekan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8%

Saat ini, rata-rata bunga kredit Mekaar mencapai 20%                                                

EKAD Akan Menjual 51% Saham Kepada Investor Asal China
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 05:57 WIB

EKAD Akan Menjual 51% Saham Kepada Investor Asal China

Fujian Youyi Adhesive Tape Group akan mengambil alih sebanyak 51% saham EKAD atau setara 1,78 miliar saham perusahaan yang disetor penuh. 

Indosat (ISAT) Siap Lunasi Pokok Obligasi dan Sukuk Rp 255 Miliar
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 05:51 WIB

Indosat (ISAT) Siap Lunasi Pokok Obligasi dan Sukuk Rp 255 Miliar

PT Indosat Tbk (ISAT) memastikan kesiapan dana untuk melunasi pokok obligasi dan sukuk ijarah yang akan jatuh tempo pada awal September 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler