Mengulik Prospek Investasi di Kripto Metaverse yang Kompak Melonjak

Sabtu, 18 Desember 2021 | 04:30 WIB
Mengulik Prospek Investasi di Kripto Metaverse yang Kompak Melonjak
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anda pernah menonton film Ready Player One? Dunia yang digambarkan di film tersebut bakal terwujud lewat Metaverse. Melalui Metaverse, pengguna dapat bertemu langsung dengan orang yang diajak interaksi menggunakan avatar yang dimainkan. 

Bahkan di Metaverse ini pengguna juga bisa bertransaksi. Pembayaran antara lain dilakukan dengan mata uang kripto. Karena sekarang Metaverse makin beken, harga mata uang kripto Metaverse juga melonjak tajam.

Mata uang kripto Axie Infinity (AXY) dan Decentraland (MANA) bahkan masuk dalam daftar 30 duit kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. 

Baca Juga: Punya Kapasitas, Tokoin Siap Memasuki Era Metaverse

Kenaikan harga terjadi karena Mark Zuckerberg mengumumkan Facebook.Inc berganti nama menjadi Meta.Inc dan fokus mengembangkan dunia Metaverse. Sontak, aset kripto bertemakan Metaverse naik berlipat (lihat tabel). Kenaikan terbesar dialami Axie Infinity yang naik 17.418,11% sejak awal tahun, diikuti The Sandbox yang naik 13.616,69%. 

CEO Digital Exchange Duwi Sudarto Putra mengatakan, transisi Facebook ke Meta dan perpindahan ke metaverse mempercepat kemajuan teknologi ke depannya. "Aset digital secara umum diuntungkan penerapan revolusi teknologi satu ini," kata dia. 

Partner di Bullwhales Timotius Henry Laksmana meyakini Metaverse memiliki prospek menjanjikan mengingat belakangan ini semakin banyak orang menghabiskan waktunya di dunia virtual, baik game atau media sosial. 

"Harga kripto Metaverse bisa naik pesat karena berkaitan dengan game play to earn dan sistem NFT, di mana setiap aset di game maupun metaverse tercatat kepemilikannya dalam blockchain dan bisa dijual lagi," jelas Henry.

Metaverse juga bakal makin berkembang. Apalagi kini banyak pesohor ikut mempopulerkan Metaverse. Rapper Snoop Dogg misal telah membeli lahan di Sandbox dan membangun mansion besar untuk private party. Orang yang ingin bergabung harus membeli tiket menggunakan mata uang The Sandbox.

Baca Juga: Ada Pandemi Covid-19, Investor Tetap Incar Investasi Berisiko

Dari beberapa aset kripto bertemakan metaverse, Henry menilai prospek Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA) menarik. SAND lebih unggul karena partnership dengan berbagai nama besar. SAND punya project development lebih unggul serta valuasi relatif lebih kecil. 

Axie Infinity (AXS) juga menarik karena banyak digunakan untuk game play to earn. Pengguna bisa mendapat uang fiat dari game.  

Bagikan

Berita Terbaru

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu

Berawal dari kegemaran membaca, komunitas membaca buku lahir dan mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Buku men

 
Homeostasis Artificial Intelligence
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Homeostasis Artificial Intelligence

AI kian canggih dan otonom. Mampukah peradaban menjaga keseimbangan di tengah peluang dan risiko yang mengiringinya?

Bagaimana Ketentuan Surat Pajak untuk Sekolah Internasional?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Bagaimana Ketentuan Surat Pajak untuk Sekolah Internasional?

​Apakah sekolah wajib menjadi PKP? Bagaimana ketentuan PPN atas uang sekolah, buku pelajaran, dan seragam? Simak penjelasan aturan pajaknya.

Cempaka Piring dan Sejarah Panjang Magnolia di Indonesia
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:35 WIB

Cempaka Piring dan Sejarah Panjang Magnolia di Indonesia

​Harga tanaman setinggi 1,5 meter Rp 800.000 Rp 1.650 juta per pot besar dan belum tentu bisa hidup di halaman rumah si pembeli.

Mengasah Strategi Mengelola Dana Nasabah Tajir
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Mengasah Strategi Mengelola Dana Nasabah Tajir

Prospek bisnis wealth management perbankan hingga akhir 2026 masih terbuka. Tapi, dinamika pasar bisa memengaruhi keputusan nasabah.

Wake Up Call
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Wake Up Call

​ MSCI menimbang usulan downgrade status saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan

Btcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Upaya menembus US$ 85.000 pada awal pekan belum berhasil.

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?

ADHI tengah mengajukan restrukturisasi utang sekitar Rp 3 triliun melalui Master Restructuring Agreement (MRA).

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:00 WIB

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?

Bisnis logistik umumnya memiliki karakteristik margin yang kompetitif dan ketat di awal akibat perang tarif antarpemain.

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra

Pemerintah menyetujui revisi RKAB 2026 dengan target produksi bijih nikel 290 juta ton, lebih rendah dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton.

INDEKS BERITA

Terpopuler