Menjaga Kepercayaan Pasar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontes pencarian pengganti petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengundurkan diri mulai bergulir. Nama figur yang digosipkan bakal mengisi posisi orang nomor satu di pengawas industri keuangan dalam negeri juga mulai muncul. Salah satu nama yang santer adalah Mukhamad Misbakhun, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.
Siapapun yang nantinya terpilih menjadi Ketua OJK baru, menggantikan Mahendra Siregar, bakal punya tugas cukup berat. Salah satu tugas pentingnya adalah memulihkan kepercayaan pasar terhadap otoritas yang selama ini jadi pedoman di industri keuangan. Pasar ini bukan cuma domestik, tapi juga pelaku pasar global.
Kepercayaan adalah hal yang sangat penting di industri keuangan. Kalau bank tidak dipercaya, nasabah tidak akan mau menempatkan dananya di bank tersebut. Kalau manajer investasi tidak dipercaya, tidak ada investor yang mau membiakkan investasinya lewat manajer investasi itu. Kalau fintech tidak dipercaya, dia akan susah menjaring pendanaan dari lender. Kalau pasar saham tidak dipercaya, investor jelas ogah investasi di situ.
Oleh karena itu, petinggi OJK baru yang terpilih idealnya memiliki kredibilitas untuk membangun kepercayaan tersebut. Apalagi, tantangan yang dihadapi industri keuangan dalam negeri ke depan juga bakal semakin kompleks.
Jangan lupa, pasar keuangan tidak lagi bergerak semata oleh fundamental ekonomi domestik. Pasar keuangan juga dipengaruhi arus dana global, perubahan kebijakan moneter negara maju, sentimen geopolitik, hingga sentimen digitalisasi dan perkembangan teknologi, yang juga mempengaruhi industri keuangan.
Dalam jangka pendek, tentu saja para petinggi OJK masih harus menghadapi sentimen efek MSCI. Ancaman penurunan status pasar Indonesia dari emerging market jadi frontier market masih terlihat. Selain itu, ketidakpastian global juga belum benar-benar hilang.
Jadi, urusan pemilihan Ketua baru OJK jangan dianggap sekadar mengisi kursi petinggi yang masih lowong di otoritas tertinggi industri keuangan tersebut. Pemilihan ini juga harus dilihat sebagai upaya memperkuat lembaga tersebut, upaya mencari figur yang mampu menghadapi tekanan, mampu membangun kepercayaan, berani mengambil keputusan sulit, dan akan lebih baik kalau mampu menghadapi krisis.
Semoga pemilihan ketua OJK baru berjalan lancar.
