Menjaga Kepercayaan Pasar

Kamis, 05 Februari 2026 | 06:45 WIB
Menjaga Kepercayaan Pasar
[ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata (KONTAN/Indra Surya)]
Harris Hadinata | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontes pencarian pengganti petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengundurkan diri mulai bergulir. Nama figur yang digosipkan bakal mengisi posisi orang nomor satu di pengawas industri keuangan dalam negeri juga mulai muncul. Salah satu nama yang santer adalah Mukhamad Misbakhun, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.

Siapapun yang nantinya terpilih menjadi Ketua OJK baru, menggantikan Mahendra Siregar, bakal punya tugas cukup berat. Salah satu tugas pentingnya adalah memulihkan kepercayaan pasar terhadap otoritas yang selama ini jadi pedoman di industri keuangan. Pasar ini bukan cuma domestik, tapi juga pelaku pasar global.

Kepercayaan adalah hal yang sangat penting di industri keuangan. Kalau bank tidak dipercaya, nasabah tidak akan mau menempatkan dananya di bank tersebut. Kalau manajer investasi tidak dipercaya, tidak ada investor yang mau membiakkan investasinya lewat manajer investasi itu. Kalau fintech tidak dipercaya, dia akan susah menjaring pendanaan dari lender. Kalau pasar saham tidak dipercaya, investor jelas ogah investasi di situ.

Oleh karena itu, petinggi OJK baru yang terpilih idealnya memiliki kredibilitas untuk membangun kepercayaan tersebut. Apalagi, tantangan yang dihadapi industri keuangan dalam negeri ke depan juga bakal semakin kompleks.

Jangan lupa, pasar keuangan tidak lagi bergerak semata oleh fundamental ekonomi domestik. Pasar keuangan juga dipengaruhi arus dana global, perubahan kebijakan moneter negara maju, sentimen geopolitik, hingga sentimen digitalisasi dan perkembangan teknologi, yang juga mempengaruhi industri keuangan.

Dalam jangka pendek, tentu saja para petinggi OJK masih harus menghadapi sentimen efek MSCI. Ancaman penurunan status pasar Indonesia dari emerging market jadi frontier market masih terlihat. Selain itu, ketidakpastian global juga belum benar-benar hilang.

Jadi, urusan pemilihan Ketua baru OJK jangan dianggap sekadar mengisi kursi petinggi yang masih lowong di otoritas tertinggi industri keuangan tersebut. Pemilihan ini juga harus dilihat sebagai upaya memperkuat lembaga tersebut, upaya mencari figur yang mampu menghadapi tekanan, mampu membangun kepercayaan, berani mengambil keputusan sulit, dan akan lebih baik kalau mampu menghadapi krisis.

Semoga pemilihan ketua OJK baru berjalan lancar.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Ancaman Terselubung di Balik Maraknya Data Center di Indonesia
| Senin, 12 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Ancaman Terselubung di Balik Maraknya Data Center di Indonesia

Ekspansi pusat data berbasis AI berisiko meningkatkan tekanan terhadap sumber air apabila tidak disertai aturan khusus dan pengawasan yang memadai

Ekonomi RI Melambat dan Kualitas Menurun, Bansos Beras & BSU Relevan Jadi Penyelamat?
| Senin, 12 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Ekonomi RI Melambat dan Kualitas Menurun, Bansos Beras & BSU Relevan Jadi Penyelamat?

Pemerintah menghadapi pelemahan momentum pertumbuhan pada saat kemampuan APBN untuk memberikan dorongan tambahan juga semakin terbatas.

PACK Serap Dana Rights Issue  Rp 2,8 Triliun
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:34 WIB

PACK Serap Dana Rights Issue Rp 2,8 Triliun

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) telah merealisasikan penggunaan dana hasil rights issue Rp 2,87 triliun hingga 30 Juni 2026.​

Lonjakan Harga Batubara Memacu Prospek Emiten Alat Berat
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Lonjakan Harga Batubara Memacu Prospek Emiten Alat Berat

Tren kenaikan harga batubara global diproyeksi bakal menopang pertumbuhan bisnis emiten-emiten yang bergerak di sektor distributor alat berat.​

Dana Asing Terus Lari, Bursa Saham Semakin Sepi
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Dana Asing Terus Lari, Bursa Saham Semakin Sepi

Investor global mengurangi eksposur ke emerging market, kompetisi alokasi dana ke bursa saham semakin ketat​.

Transisi Energi di Industri Bisa Terganjal Kapasitas PLTU Mandiri yang Masih Tinggi
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Transisi Energi di Industri Bisa Terganjal Kapasitas PLTU Mandiri yang Masih Tinggi

Kebutuhan PLTU Mandiri masih tinggi, tantangan bagi pemerintah dan PLN untuk bisa memasok listrik yang andal ke kawasan industri​

RUU Ketransmigrasian Membuka Peluang PNPB
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:47 WIB

RUU Ketransmigrasian Membuka Peluang PNPB

RUU Ketransmigrasian untuk membuka peluang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pemanfaatan lahan transmigrasi oleh perusahaan swasta.

Indonesia-Mesir Bidik Nilai Perdagangan US$ 5 Miliar
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:44 WIB

Indonesia-Mesir Bidik Nilai Perdagangan US$ 5 Miliar

Target perdagangan Indonesia - Mesir ini dua kali lipat dari pencapaian 2025, yang hanya tumbuh 6% per tahun.

Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit

Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil nasional tahun ini masih di bawah angka 1 juta unit, yakni sekitar 850.000 unit.

Imbas Bea Masuk 50% di AS Hingga Eropa, Margin Emiten Sektor Baja Diproyeksi Tertekan
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Imbas Bea Masuk 50% di AS Hingga Eropa, Margin Emiten Sektor Baja Diproyeksi Tertekan

Proteksionisme berupa pengenaan tarif bea masuk hingga 50% di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris mengikis daya saing emiten baja nasional.

INDEKS BERITA

Terpopuler