Cermin Dibelah

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:16 WIB
Cermin Dibelah
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah berada di bawah 8.000. Entah ada hubungannya atau tidak, "konsistensi" IHSG di bawah 8.000, setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis informasi kepemilikan saham di atas 1%.

Penyajian informasi ini guna memberikan gambaran lebih transparan mengenai struktur kepemilikan saham kepada investor dan pemangku kepentingan. Meski begitu, Kontan memberi sejumlah catatan. 

Sumber Kontan yang sudah makan asam garam di perdagangan saham menyebut, penurunan batas kepemilkan saham hingga 1% menyisakan celah melakukan aksi gorengan atau manipulasi saham. BEI harus mewaspadai hal ini. "Nominees account bisa dibuat banyak dan dalam persentase sekecil mungkin," terangnya.

Otoritas perlu memastikan tidak ada praktik penggunaan nominee yang menyamarkan kepemilikan sebenarnya. Dan BEI  perlu meningkatkan integritas perdagangan. Broker summary saat trading masih ditutup selama perdagangan berlangsung, seharusnya dibuka. Dengan dibuka saat trading menjadi  analisa investor. Transpransi di bursa sebaiknya jangan setengah hati. Mumpung ada momentum memperbaiki integritas pasar saham. 

Perbaikan bursa itu rentetan dari peringatan sejumlah lembaga dunia.  Pada 27–28 Januari, MSCI mengingatkan masalah transparansi, IHSG anjlok 7,35% dan trading halt. Menyusul, Goldman Sachs turunkan peringkat saham jadi underweight. 

Awal Februari, Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia jadi negatif. Lalu awal Maret, Fitch ikut merevisi outlook Indonesia menjadi negatif. Dan terakhir, awal pekan ini Fitch merevisi outlook bank-bank BUMN menjadi negatif.

Kalau bursa legowo melakukan perbaikan, tidak demikian dengan pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih super pede dan belum sepenuhnya memahami alasan Fitch merevisi outlook Indonesia menjadi negatif.

Padahal banyak pengamat sudah mengingatkan. Direktur Celios, Bhima Yudhistira menilai, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tekanan pengelolaan fiskal. Cadangan fiskal semakin menurun. “Purbaya over promised dan bluffing, sehingga menurunkan kepercayaan pasar dan publik,” kata Bhima, dikutip dari Kontan.co.id. 

Sudah saatnya pemerintah jangan seperti pepatah: Buruk Muka Cermin Dibelah. Sebaiknya segera melakukan perbaikan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

GOTO Dilanda Sentimen Negatif Usai Cetak Laba Pertama, Begini Saran Analis
| Rabu, 03 Juni 2026 | 14:15 WIB

GOTO Dilanda Sentimen Negatif Usai Cetak Laba Pertama, Begini Saran Analis

Selama ini GOTO menerapkan take rate 20% dari mitra pengemudi, lebih tinggi dari kompetitor yang 10%.

BUVA Menguat Jelang RUPS, Investor Berburu Cerita Rights Issue
| Rabu, 03 Juni 2026 | 11:02 WIB

BUVA Menguat Jelang RUPS, Investor Berburu Cerita Rights Issue

Analis menilai kenaikan saham BUVA saat ini lebih didominasi faktor teknikal dibandingkan perubahan fundamental yang signifikan.

El Nino Datang, Saham Emiten Perberasan Bakal Terkena Dampak Ikutan?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 10:35 WIB

El Nino Datang, Saham Emiten Perberasan Bakal Terkena Dampak Ikutan?

NASI menyiapkan langkah untuk memperluas jaringan pemasok sekaligus mempererat hubungan kemitraan guna menjaga ketersediaan bahan baku.

Produksi Padi Diramal Menyusut Hingga Juli
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:48 WIB

Produksi Padi Diramal Menyusut Hingga Juli

BPS memperkirakan produksi padi nasional Januari hingga Juli 2026 mencapai 38,11 juta ton gabah kering giling (GKG)

Kunjungan Wisman Tertinggi Sejak Pandemi
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:44 WIB

Kunjungan Wisman Tertinggi Sejak Pandemi

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan  

Prospek Manufaktur Masih Belum Membaik
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:15 WIB

Prospek Manufaktur Masih Belum Membaik

Purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Mei 2026 di level 50               

PMI Manufaktur Indonesia Ekspansif, Tapi Masih Jauh dari Pemulihan
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:12 WIB

PMI Manufaktur Indonesia Ekspansif, Tapi Masih Jauh dari Pemulihan

Untuk menyatakan sektor manufaktur benar-benar pulih, diperlukan PMI yang mampu bertahan di atas 50,0 selama beberapa bulan berturut-turut.

Rupiah Terpuruk Hampir 3% Sepanjang Mei 2026, Akankan Tekanan Mereda di Juni?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Rupiah Terpuruk Hampir 3% Sepanjang Mei 2026, Akankan Tekanan Mereda di Juni?

Secara musiman permintaan dolar AS di dalam negeri biasanya mulai melandai saat memasuki kuartal ketiga.

Asing Terus Net Sell, Penguatan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:36 WIB

Asing Terus Net Sell, Penguatan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pasar melihat kondisi ekonomi mengkhawatirkan. Surplus neraca dagang April 2026 yang hanya US$ 89,1 juta , terendah dalam enam tahun terakhir.

Rupiah Masih Lemas, Kinerja Emiten Kertas Bisa Bernas
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:35 WIB

Rupiah Masih Lemas, Kinerja Emiten Kertas Bisa Bernas

Di balik pelemahan rupiah yang semakin dalam, dua emiten Grup Sinar Mas di industri kertas dan bubur kertas berpotensi kecipratan berkah.

INDEKS BERITA

Terpopuler