Menlu A.S. Antony Blinken Komunikasi dengan Elon Musk agar Starlink Membantu Ukraina

Minggu, 19 Februari 2023 | 11:05 WIB
Menlu A.S. Antony Blinken Komunikasi dengan Elon Musk agar Starlink Membantu Ukraina
[]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan bahwa pemerintah AS telah berbicara dengan Elon Musk tentang penggunaan internet satelit Starlink di Ukraina.

Blinken mengatakan hal ini pada hari Sabtu (18/2) seperti dikutip kantor berita Reuters

SpaceX bulan ini mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah militer Ukraina menggunakan layanan Starlink milik Elon Musk.  

Penggunaan perusahaan tersebut untuk mengendalikan drone di wilayah Ukraina selama perang negara itu dengan Rusia.

Ditanya selama wawancara dengan NBC News 'Meet the Press with Chuck Todd' yang akan disiarkan pada hari Minggu (19/2), Blinken menjawab pertanyaan apakah Amerika Serikat telah meminta Musk, kepala eksekutif perusahaan Starlink, untuk tidak membatasi penggunaan kemampuan Starlink oleh militer Ukraina.

Blinken mengatakan: "Yah, saya tidak dapat membagikan percakapan apa pun yang kami lakukan selain mengatakan bahwa kami telah melakukan percakapan," katanya.

SpaceX secara pribadi telah mengirimkan muatan truk terminal Starlink ke Ukraina. 

Hal ini memungkinkan militer negara itu untuk berkomunikasi dengan menyambungkannya dan menghubungkannya dengan hampir 4.000 satelit yang sejauh ini telah diluncurkan SpaceX ke orbit rendah Bumi.

Rusia telah berusaha untuk menghentikan sinyal Starlink di wilayah tersebut, meskipun sebelumnya Elon Musk menyatakan SpaceX membalas dengan memperkuat perangkat lunak layanan tersebut.

Bagikan

Berita Terbaru

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:10 WIB

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan

Investor asing tertarik dengan EXCL seiring potensi perbaikan kinerja setelah proses merger dengan Smartfren Telecom selesai.

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:45 WIB

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?

Penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen risiko (risk-on) di pasar global akibat berita kesepakatan tarif antara AS dengan India.

IFEX 2026 Bidik Transaksi US$ 320 Juta
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:41 WIB

IFEX 2026 Bidik Transaksi US$ 320 Juta

HIMKI menargetkan nilai transaksi langsung (on the spot) IFEX 2026 mencapai US$ 320 juta, banhkan potensinya bisa lebih.

Merancang Peta Jalan Bisnis Keramik
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:37 WIB

Merancang Peta Jalan Bisnis Keramik

Saat ini Indonesia memiliki 36 perusahaan keramik dengan total kapasitas terpasang sebesar 650 juta meter persegi (m²).

INDEKS BERITA

Terpopuler