Menuju Masyarakat Tangguh Bencana

Jumat, 27 Desember 2024 | 05:06 WIB
Menuju Masyarakat Tangguh Bencana
[ILUSTRASI. Warga melintas di dekat rambu peringatan bencana di pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Aceh, Rabu (7/2). Badan Penanggulangan Bencana Daerah memperbanyak rambu-rambu peringatan bencana dan jalur evakuasi guna mengurangi korban jiwa apabila terjadi bencana alam. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz/18.]
Arif Aditiya | Mahasiswa Doktoral Earthquake and Volcano Research Center Nagoya University; Biro Tanggap Bencana PPI Jepang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gempa 26 Desember 2004 dengan magnitudo momen 9,1 menyebabkan mega tsunami di Aceh yang menghancurkan pesisir barat dan merenggut lebih dari 170.000 jiwa. Tragedi ini menjadi salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah dunia 100 tahun terakhir. Di sisi lain, tsunami Aceh membuka jalan transformasi besar penanggulangan bencana di Indonesia dalam membentuk masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana. 

Sesaat setelah tsunami, pemerintah membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang berperan dalam proses pemulihan infrastruktur dasar dan fasilitas umum yang vital. Proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena tantangan yang dihadapi, di antaranya keterpaduan data statistik kependudukan, sosial-ekonomi, dan informasi geospasial yang memadai. Dua tahun kemudian terjadi gempa Yogyakarta pada 2006. 

Baca Juga: Tinggal 3 Hari Perdagangan, Begini Proyeksi IHSG hingga Akhir Tahun

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Bagikan

Berita Terbaru

Terpopuler