Metropolitan Land (MTLA) Incar Tingkat Okupansi Hotel 85%

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:20 WIB
Metropolitan Land (MTLA) Incar Tingkat Okupansi Hotel 85%
[]
Reporter: Vina Elvira | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) memproyeksikan pertumbuhan bisnis yang positif selama periode Ramadan dan libur Lebaran 2026. Hal ini didorong oleh peningkatan okupansi pada sejumlah unit hotel di daerah tujuan mudik pada periode tersebut.

Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan peningkatan pemesanan kamar hotel sudah mulai terlihat menjelang libur panjang Lebaran, terutama di hotel-hotel yang berada di jalur dan destinasi mudik Lebaran.

"Untuk periode libur Lebaran, beberapa unit hotel Metland menunjukkan kinerja yang cukup baik, terutama di daerah tujuan mudik seperti Metland Hotel Cirebon dan Metland Smara Hotel Kertajati yang terus mengalami peningkatan pemesanan," ujar Olivia kepada KONTAN, Kamis (19/3) pekan lalu.

Menurut dia, kedua lokasi tersebut diproyeksikan mencatatkan tingkat okupansi tertinggi selama musim libur Lebaran tahun ini.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Optimis Capai Target Prapenjualan

Sementara itu, kinerja hotel MTLA di Bali belum menunjukkan lonjakan signifikan. Hal ini seiring belum terlihatnya peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Dewata selama periode Lebaran.

"Untuk hotel di Bali, peningkatan belum signifikan. Tingkat booking rata-rata masih di atas 50%. Khusus Metland Venya Ubud, momentum libur panjang di Indonesia tidak terlalu berdampak karena segmen pasar domestiknya relatif kecil," jelas Olivia.

Di sisi lain, hotel-hotel MTLA di kawasan perkotaan seperti Bekasi, yakni Horison Ultima Bekasi dan Metland Hotel Bekasi masih mengandalkan pola pemesanan mendekati Lebaran.

Secara keseluruhan, MTLA menargetkan tingkat okupansi hotel pada periode Lebaran tahun ini dapat melampaui 85% untuk sebagian besar unit, dengan pengecualian Metland Venya Ubud yang memiliki karakteristik pasar berbeda.

Untuk mengoptimalkan momentum Lebaran, manajemen Metland juga menyiapkan berbagai strategi guna menarik minat tamu, khususnya keluarga.

"Periode Lebaran identik dengan momen berkumpul bersama keluarga. Kami menghadirkan berbagai program seperti Paket Syawalan, aktivitas anak, hingga penawaran khusus di restoran untuk memberikan pengalaman menginap yang berkesan," kata Olivia.

Dari sisi kontribusi, segmen perhotelan saat ini menyumbang sekitar 8% hingga 10% terhadap total pendapatan perusahaan.

Ke depan, MTLA tetap berhati-hati namun optimistis terhadap prospek bisnis hospitality sepanjang 2026, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Mendung yang Menggelayuti Pasar Saham Bikin Sentimen Dividen Kehilangan Gigi
| Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB

Mendung yang Menggelayuti Pasar Saham Bikin Sentimen Dividen Kehilangan Gigi

Harga saham emiten pembagi dividen, termasuk yang nilainya tertinggi sepanjang sejarah, justru ambrol setelah RUPS.

Tambahan Wajib Pajak Tak Signifikan ke Penerimaan
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:44 WIB

Tambahan Wajib Pajak Tak Signifikan ke Penerimaan

Pertambahan wajib pajak baru sebanyak 2,76 juta sejak awal tahun hingga 9 Juni 2026 dengan kontribusi penerimaan pajak mencapai Rp 726,87 miliar

Penjualan Ritel Diramal Semakin Tertekan
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:36 WIB

Penjualan Ritel Diramal Semakin Tertekan

Indeks Penjualan Riil Mei 2026 diperkirakan sebesar 225,0, terkontraksi 3,2%, melanjutkan kontraksi di April sebesar 3,7% secara tahunan

Harga Emas Dunia Turun, Sejumlah Saham Ini Masih Layak Koleksi
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:27 WIB

Harga Emas Dunia Turun, Sejumlah Saham Ini Masih Layak Koleksi

Harga emas dunia melemah, namun ada saham emiten yang direkomendasikan beli. Simak prospeknya di sini.

PTBA Tebar Dividen Rp 1,32 Triliun, Simak Prospek Sahamnya
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:23 WIB

PTBA Tebar Dividen Rp 1,32 Triliun, Simak Prospek Sahamnya

Payout ratio PTBA anjlok dari 75% jadi 45%. Pemburu dividen harus tahu alasan dan dampaknya. Jangan sampai salah langkah!

Suku Bunga Tinggi Kembali Menekan Emiten Properti
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:05 WIB

Suku Bunga Tinggi Kembali Menekan Emiten Properti

Ancaman suku bunga tinggi nyata bagi properti. Pahami risiko KPR mahal dan pelemahan rupiah yang bisa menekan laba investor properti.

Belanja Konsumen Melambat: Emiten Ritel dan Gaya Hidup Siap-Siap Terpukul
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:00 WIB

Belanja Konsumen Melambat: Emiten Ritel dan Gaya Hidup Siap-Siap Terpukul

Meskipun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) melemah, beberapa saham consumer staples dinilai masih defensif.

BI Pertebal Jaring Pengaman Valas
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:45 WIB

BI Pertebal Jaring Pengaman Valas

BI dan PBOC sepakat untuk menjajaki peningkatan nilai kerja sama BCSA antara kedua bank sentral     

Pertumbuhan Tak Mampu Angkat Kelas Menengah
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:33 WIB

Pertumbuhan Tak Mampu Angkat Kelas Menengah

World Bank menyoroti lemahnya kualitas pekerjaan dan penurunan upah riil pekerja                    

Penjualan Mobil Tergelincir, Saham ASII, AUTO, dan DRMA Bakal Ikut Terseret?
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:28 WIB

Penjualan Mobil Tergelincir, Saham ASII, AUTO, dan DRMA Bakal Ikut Terseret?

Di tengah turbulensi pasar, PT Astra International Tbk (ASII) tetap mendominasi dengan mengamankan pangsa pasar 51% dari total penjualan domestik.

INDEKS BERITA

Terpopuler