MLBI Jaga Kinerja di Momen Penting Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Selasa, 30 Desember 2025 | 13:00 WIB
MLBI Jaga Kinerja di Momen Penting Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
[]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten produsen minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) memandang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sebagai momentum penting untuk menjaga kinerja penjualan, di tengah dinamika preferensi konsumen dan kondisi pasar yang terus berkembang.

Corporate Affairs Director MLBI Bambang Chriswanto mengatakan, periode liburan secara historis menjadi fase yang kuat bagi industri minuman. Oleh karena itu, perseroan fokus memastikan merek-mereknya berada dalam posisi yang solid dan mudah diakses konsumen.

“Periode liburan merupakan waktu yang penting bagi bisnis kami. Kami fokus memastikan merek-merek kami berada dalam posisi yang kuat dan tersedia untuk memenuhi permintaan konsumen,” ujar Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima KONTAN, belum lama ini.

Baca Juga: Buih Cuan Multi Bintang (MLBI) di Ujung Tahun Ini

Untuk mengoptimalkan momentum tersebut, MLBI terus memperkuat hubungan dengan pelanggan dan konsumen melalui berbagai promosi yang relevan serta aktivitas pasar. Namun demikian, perseroan menegaskan tetap mengedepankan prinsip konsumsi yang bertanggung jawab dalam setiap strategi pemasarannya.

Terkait target kinerja selama periode Nataru, MLBI memilih untuk tidak mengungkapkan proyeksi angka pertumbuhan penjualan secara spesifik. Kendati begitu, manajemen optimistis momentum liburan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami tidak dapat mengungkapkan target spesifik. Periode liburan secara tradisional merupakan waktu yang kuat bagi industri minuman, dan kami berupaya memanfaatkan momentum ini secara bertanggung jawab dengan fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan serta keterlibatan yang bermakna dengan konsumen,” jelas Bambang.

Ke depan, MLBI menyadari adanya sejumlah tantangan yang perlu dicermati, mulai dari perubahan preferensi konsumen hingga kondisi pasar yang dinamis. Meski demikian, perseroan menegaskan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis.

Baca Juga: Emiten Minol Bersiap Menyambut Nataru 2025, Pilih Saham BEER, WINE, Atau MLBI?

“Seperti bisnis lainnya, kami beroperasi di lingkungan yang dinamis dengan preferensi konsumen dan kondisi pasar yang terus berkembang. Prioritas kami tetap membangun portofolio yang tangguh dan menjaga kedekatan dengan pelanggan serta konsumen,” lanjutnya.

Dalam memandang tahun depan, MLBI memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak berspekulasi mengenai kinerja jangka pendek. Perseroan menegaskan strategi yang dijalankan tetap diarahkan pada penciptaan nilai jangka panjang.

“Kami terus fokus pada peluang pertumbuhan jangka panjang tanpa berspekulasi mengenai kinerja di masa depan,” tandas Bambang.

Di sisi lain, hingga kuartal III-2025 kinerja MLBI masih tertekan. Per 30 September 2025, MLBI mengemas laba bersih Rp 724,19 miliar, atau terpeleset 5% dari episode sama tahun 2024 lalu Rp 762,56 miliar. Penjualan bersih Rp 2,36 triliun, naik tipis 1,72% dari posisi sama tahun lalu Rp 2,32 triliun.

 

Beban pokok penjualan Rp 908,86 miliar, bengkak dari Rp 900,24 miliar. Laba kotor Rp 1,45 triliun, naik tipis dari Rp 1,42 triliun. Beban penjualan Rp 278,86 miliar, turun dari Rp 260,22 miliar. Beban umum dan administrasi Rp 245,32 miliar, bengkak dari Rp 172,79 miliar. 

Total ekuitas Rp 1,29 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp 1,31 triliun. Jumlah liabilitas Rp 2 triliun, menciut dari akhir 2024 sebesar Rp 2,12 triliun. Sementara total aset MLBI tercatat sebesar Rp 3,3 triliun.

Selanjutnya: Prospek Minyak Dunia 2026 Masih Tertekan, Surplus Pasokan Jadi Tema Utama

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

MLPL Menguat Usai Trijaya Borong 9,90% Saham
| Kamis, 15 Januari 2026 | 14:32 WIB

MLPL Menguat Usai Trijaya Borong 9,90% Saham

Saham MLPL menguat didorong pembelian 1,55 miliar saham oleh PT Trijaya Anugerah Pratama (9,90%). BRI Danareksa memberi target harga Rp 172.

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak
| Kamis, 15 Januari 2026 | 10:00 WIB

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak

Demi bisa bertahan di tengah pemangkasan produksi bijih nikel, impor terutama dari Filipina bakal melonjak.

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:13 WIB

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana

Pergerakan valas Asia 2026 sangat dipengaruhi prospek kebijakan suku bunga Fed, geopolitik, kebijakan tarif dan arah kebijakan luar negeri AS.

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:02 WIB

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?

Intervensi Bank Indonesia (BI) menahan pelemahan lanjutan rupiah. Aksi intervensi setelah pelemahan mendekati level psikologis Rp 17.000.

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:00 WIB

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?

Relokasi industri dari Asia Timur serta meningkatnya permintaan terhadap produk manufaktur bernilai tambah tinggi membuka peluang bagi Indonesia.

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:52 WIB

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking

 Namun perlu diwaspadai terjadinya aksi profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang long weekend.

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:37 WIB

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?

Jika mengacu  jadwal awal, periode pembelian kembali saham berakhir pada 30 Januari 2026. ASII melaksanakan buyback sejak 3 November 2025.  

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:14 WIB

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun

Pembagian dividen interim ini konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham. 

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:12 WIB

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D

Bayer meresmikan peningkatan fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) dan pengembangan fasilitas R&D dengan investasi € 5 juta.

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:01 WIB

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger

Memasuki tahun 2026, ketika biaya integrasi mulai berkurang, kinerja EXCL diperkirakan akan kembali positif.

INDEKS BERITA

Terpopuler