Multifinance Bermodal Mini Tambah Banyak
KONTAN.CO.ID -
JAKARTA. Tekanan terhadap bisnis multifinance terasa di berbagai lapisan perusahaan.
KONTAN.CO.ID -
JAKARTA. Tekanan terhadap bisnis multifinance terasa di berbagai lapisan perusahaan.
Negara harus memastikan ketahanan masyarakat serta berani untuk mendengar masukan dan mengoreksi arah kebijakan.
Berbagai upaya dilakukan regulator dan pelaku usaha untuk membenahi bisnis asuransi kesehatan yang memiliki rasio klaim tinggi.
Porsi simpanan dengan suku bunga di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) terus naik.
Optimisme ini sejalan dengan berbagai katalis positif pada tahun ini, mulai dari outlook harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
NPL KPR non-subsidi melonjak awal 2026, mencapai 3,24% secara keseluruhan. Kombinasi suku bunga tinggi dan daya beli melemah jadi pemicu utama.
Perusahaan cat dan pelapis asal Norwegia, Jotun, telah meresmikan pabrik cat terbaru di Cikarang dengan nilai investasi mencapai Rp 1 triliun.
Proyeksi beban tambahan bagi pelaku usaha bisa mencapai Rp 76,5 triliun per tahun jika konsumsi solar nasional kurang lebih 15 juta kl.
Outlook negatif surat utang RI menekan bank. Biaya dana global naik, namun ada peluang besar bagi investor cerdas.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana menambah lini bisnis ke hidrogen dan data center.
Dari sisi laporan keuangan, akan ada impairement yang signifikan karena perusahaan harus melakukan write-off atas nilai investasinya.