KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar memproyeksikan The Federal Reserve (The Fed) tetap bersikap hawkish pada Federal Open Market Committee (FOMC) meeting minutes, Kamis (8/7) dini hari. Rupiah berpotensi melemah.
Berdasarkan data Bloomberg Rabu (7/7), rupiah melemah 0,09% ke Rp 14.483 per dollar AS. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf memproyeksikan para pejabat The Fed masih akan mengambil sikap yang bernada hawkish.
"Setelah rapat terakhir The Fed yang mengatakan akan menaikkan suku bunga dua kali di akhir 2023, dollar AS jadi cenderung menguat dan mempengaruhi pelemahan rupiah," kata Alwi, Rabu (7/7).
Baca Juga: Sejumlah saham dilepas investor asing, beberapa masih bisa dicermati
Begitupun dalam rapat FOMC yang terbaru, The Fed diproyeksikan tidak akan berpaling dari pendiriannya untuk menaikkan suku bunga dan tapering off.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan tenaga rupiah untuk menguat dari yield US Treasury yang cenderung menurun, juga tertahan. Kembali lagi, kasus Covid-19 di dalam negerilah yang membatasi penguatan rupiah.
Alwi memperkirakan, rentang pergerakan rupiah pada Kamis (8/7) diperkirakan di kisaran Rp 14.455-Rp 14.515 per dollar AS. Sedangkan Josua memproueksikan rupiah akan bergerak di area Rp 14.450-Rp 14.550.
