Net Sell Asing Masih Menghantui, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah terus melemah sejak perdagangan pasca libur Idul Fitri, akhirnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,5% ke 7.166,81 pada akhir perdagangan Kamis (18/4). Namun, asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 723,7 miliar. Untuk hari terakhir perdagangan pekan ini, analis memberikan sejumlah rekomendasi saham hari ini.
Ada enam emiten kakap yang bisa menjadi menu trading atau berinvestasi. Berikut daftar rekomendasi saham hari ini yang Kontan sarikan dari beberapa analis
Astra International (ASII)
Harga Rp 5.100
Rekomendasi : Hold
Target harga : Rp 5.400
Analis : Cheril Tanuwijaya, Mega Capital Sekuritas
Berita Terkait
Berita Terbaru
Insentif Properti Dorong Asuransi, Namun Terbatas
Insentif PPN DTP 100% diperpanjang hingga 2026. Benarkah ini angin segar bagi industri asuransi properti?
Pelepasan 20 Unit Asuransi Tersendat
Upaya spin off terkendala modal dan infrastruktur.
Konsultan Pajak Wajib Setor Data ke Pemerintah
Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 8 Tahun 2026 yang mempertegas UU tentang KUP
Strategi Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Bidik 580.000 Pengunjung
Estimasi 580.000 orang merupakan target menyeluruh periode libur Lebaran 2026 yang berlangsung pada 19 Maret - 5 April 2026.
Pasokan Gas Hambat Utilisasi Industri Keramik
Asaki menargetkan rata-rta utilitsi industri keramik pada tahun ini mencapai 80%, namun saat ini rat-rata utilisasi hanya 70%-72%.
Ada Efisiensi Anggaran, Setoran Pajak Bakal Ikut Tertekan
Efisiensi hingga WFH diperkirakan akan menekan penerimaan pajak dari sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial
Efek Mini, Anggaran MBG Juga Perlu Efisiensi
Alokasi anggaran makan bergizi gratis (MBG) pada tahun ini mencapai Rp 335 triliun
Pemerintah Kebut Proyek Sekolah Rakyat Tahap Kedua
Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.
Sektor Informal Bisa Terdampak WFH
Presiden FSpeed Budiman Sudardi bilang, pengemudi ojol memahami wacana kebijakan ini memiliki tujuan untuk efisiensi dan pengurangan kemacetan.
Momen Lebaran Ungkit Pertumbuhan Ekonomi
Periode Lebaran tahun ini bisa mendorong belanja Rp 135 triliun atau setara 0,56% dari pendapatan dometik bruto
