NPD, Gimmick & Zalim
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan ini timeline media sosial riuh. Bukan karena polemik politik, melainkan momentum langka: tiga perayaan besar.
Imlek 17 Februari, lalu masa prapaskah, Rabu Abu di 18 Februari dan 1 Ramadan versi pemerintah pada 19 Februari. Sedangkan warga Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari. Tiga momentum berdempetan di kalender itu merekatkan persatuan.
Berseliweran video di media sosial saat barongsai beratraksi, tiba-tiba berganti musik menjadi lagu Ramadan Tiba yang dipopulerkan oleh penyanyi Opick. Di media sosial juga tampak suasana barongsai di jalan berpapasan dengan pawai 1 Ramadan. Di Jakarta, tepatnya di kawasan Lapangan Banteng, lampion berwarna merah berpadu dengan hiasan ketupat berwarna hijau.
Komentar netizen menarik. Enggak sabar tarawih naik barongsai, pengen makan opor naga. Tapi ada juga yang sambil mengkritik pemerintah. Ini negara kalau pemerintahnya enggak bobrok pasti sudah sejahtera, negara seasyik ini diusik pemerintah sendiri, pemerintahnya minus atau negara se-so sweet ini dizalimi pemerintah.
Media sosial menjadi tempat rakyat menumpahkan ekspresi termasuk kekesalan. Belum lama beredar istilah narcissistic personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik. Komentar ini berseliweran di media sosial saat pemerintah mengklaim berbagai keberhasilan. Komentar itu cerminan frustrasi publik terhadap figur penguasa yang dianggap tidak mau mendengar kritik.
Istilah NPD itu sebagai metafora, bukan menyatakan seseorang atau pemimpin benar-benar mengalami gangguan kepribadian. Melainkan menyoroti perilaku kekuasaan yang tertutup terhadap masukan.
Ada menteri sektor keuangan dan ekonomi yang hobi memberikan gimmick seolah keadaan terkendali. Padahal lembaga dunia memberikan peringatan. Moody’s Ratings menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Lalu gundukan utang - sebagian besar peninggalan Joko Widodo (Jokowi)- per akhir 2025 sekitar Rp 9.637,9.
Sebenarnya ada satu lagi komentar negatif netizen, ya, untuk Jokowi. Setiap postingannya selalu mendapat komentar negatif. Postingan terbaru akun Tiktok Jokowi misalnya mendapat komentar: sumber masalah, kekacauan negara disebabkan Jokowi dan banyak lagi.
Keluhan netizen hendaknya menjadi cermin pemerintah. Dengarkan suara pemilih kalian. Jangan zalim.
