Obligasi Masih Jadi Andalan Perusahaan Pembiayaan

Sabtu, 30 Maret 2019 | 07:43 WIB
Obligasi Masih Jadi Andalan Perusahaan Pembiayaan
[]
Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan pembiayaan mencari pendanaan lewat surat utang, di tengah keterbatasan penyaluran pendanaan dari perbankan. PT Federal Internasional Finance (FIF) Group misalnya berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 2,36 triliun untuk meningkatkan pembiayaan di tahun 2019.

Obligasi sebesar itu merupakan dua seri penerbitan obligasi berkelanjutan (PUB) II FIF Tahap V Tahun 2019. Surat utang ini menjadi bagian penerbitan obligasi berkelanjutan III FIF dengan target dana yang dihimpun sebanyak Rp 15 triliun dan dilakukan dalam waktu dua tahun penerbitan.

Direktur FIF Group Hugeng Gozali mengatakan, dana penerbitan surat utang tersebut seluruhnya untuk pembiayaan baru sepeda motor tahun ini. Setelah ini, FIF akan kembali menerbitkan PUB IV, namun ia belum mau mengungkapkan berapa dana yang akan dibidik. Saat ini masih kami hitung karena PUB IV akan mempunyai waktu dari 2019 hingga 2021, kata Hugeng, Jumat (29/3).

Selain penerbitan obligasi, FIF juga tetap mencari pendanaan dari bank, joint financing serta pendanaan internal perusahaan. Sejauh ini kontribusi pendanaan dari bank masih paling besar yakni 40% sementara lainnya sekitar 20%.

Tahun ini FIF Group menargetkan pembiayaan sebesar Rp 40 triliun hingga Rp 41 triliun atau meningkat sekitar 7% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 37 triliun. Komposisi pembiayaan FIF Group terbesar dari sepeda motor baru sebesar 67%, diikuti motor bekas 23% dan kredit elektronik 10%.

PT Adira Dinamika Multifinance atau Adira Finance juga akan terbitkan surat utang untuk mengantisipasi ketidakpastian perekonomian di tahun politik ini.

Adira Finance telah menerbitkan dua surat utang dengan total dana yang dibidik sebesar Rp 832 miliar. Yakni obligasi berkelanjutan IV Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 senilai Rp 618 miliar dan sukuk mudharabah berkelanjutan III Adira Finance Tahap III Tahun 2019 sebesar Rp 214 miliar.

Secara umum sumber pendanaan Adira berasal dari obligasi 50%, pinjaman dalam negeri 25% dan pinjaman luar negeri 25%. Nantinya pendanaan dari surat utang tersebut seluruhnya digunakan untuk pembiayaan di tahun ini. "Kami memproyeksi pembiayaan tahun 2019 bisa tumbuh 5% dari realisasi tahun lalu yaitu Rp 38,2 triliun," ujar Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila, Jumat (29/3).

Bagikan

Berita Terbaru

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Optimistis Kinerja Membaik di Kuartal Ketiga
| Senin, 28 September 2026 | 13:28 WIB

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Optimistis Kinerja Membaik di Kuartal Ketiga

 Produsen kemasan plastik PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) optimistis kinerjanya akan membaik hingga akhir tahun ini. 

Pengusaha Menanti Aturan Pelaksana UU Reforma Agraria: Jangan Menimbulkan Multitafsir
| Senin, 28 September 2026 | 11:55 WIB

Pengusaha Menanti Aturan Pelaksana UU Reforma Agraria: Jangan Menimbulkan Multitafsir

Reforma agraria di sektor kelapa sawit harus fokus pada kebun kelapa sawit sitaan yang saat ini dikelola oleh Agrinas.

Tak Perlu IPO yang Lebih Repot, Masuk Bursa Lewat Jalan Belakang Makin Diminati
| Senin, 28 September 2026 | 10:35 WIB

Tak Perlu IPO yang Lebih Repot, Masuk Bursa Lewat Jalan Belakang Makin Diminati

Saat ini setidaknya ada tiga emiten yang mengumumkan keterbukaan informasi terkait rencana akuisisi saham mayoritas.

BI Perkuat Insentif Hedging, Dominasi Tenor Pendek Masih Membayangi Stabilitas Rupiah
| Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

BI Perkuat Insentif Hedging, Dominasi Tenor Pendek Masih Membayangi Stabilitas Rupiah

Insentif hedging BI lebih efektif menambah pasokan valuta asing di pasar keuangan domestik ketimbang menarik dana asing berjangka panjang.

Restitusi Pajak di Bawah Audit Khusus Menteri Keuangan
| Senin, 28 September 2026 | 09:43 WIB

Restitusi Pajak di Bawah Audit Khusus Menteri Keuangan

Ketentuan tersebut menjadi salah satu tambahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 yang telah disepakati pemerintah dan DPR

Batu Sandungan Bagi Kebijakan Pajak Karbon
| Senin, 28 September 2026 | 09:20 WIB

Batu Sandungan Bagi Kebijakan Pajak Karbon

Penerapan pajak karbon berisiko meningkatkan biaya energi dan beban subsidi dalam APBN              

Dharma Polimetal (DRMA) Tebar Pesona Cari Mitra Strategis
| Senin, 28 September 2026 | 08:43 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Tebar Pesona Cari Mitra Strategis

 Demi mengerek pendapatan hingga 10% pada tahun ini, DRMA proaktif memburu mitra strategis global di ajang Automechanika.

Mayora (MYOR) Mencermati Dampak Cukai Baru
| Senin, 28 September 2026 | 08:39 WIB

Mayora (MYOR) Mencermati Dampak Cukai Baru

Lini bisnis olahan minuman dalam kemasan menyumbang 45% terhadap seluruh penjualan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Harga Paket Data Naik pada September 2026, Begini Strategi TLKM, ISAT, dan EXCL
| Senin, 28 September 2026 | 08:35 WIB

Harga Paket Data Naik pada September 2026, Begini Strategi TLKM, ISAT, dan EXCL

Premi yield paket data perdana melebar menjadi 103% pada September 2026 dari 60% pada Agustus 2026 dibandingkan dengan yield isi ulang.

Perhatian ke ENRG Bergeser, Rights Issue Bakal Jadi Sentimen Positif atau Beban?
| Senin, 28 September 2026 | 08:13 WIB

Perhatian ke ENRG Bergeser, Rights Issue Bakal Jadi Sentimen Positif atau Beban?

Keberhasilan rights issue PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tidak cukup diukur dari terserapnya 13,28 miliar saham baru.

INDEKS BERITA

Terpopuler