Omon-Omon Korupsi

Senin, 13 Juli 2026 | 06:10 WIB
Omon-Omon Korupsi
[ILUSTRASI. TAJUK - Syamsul Ashar (KONTAN/Indra Surya)]
Syamsul Ashar | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Drama sejumlah pejabat negara foto bersama di sela acara peringatan puncak hari koperasi, Minggu 12 Juli 2026, seolah menjadi akhir drama menegangkan pemberantasan korupsi negeri ini. 

Tampak Panglima TNI Agus Subiyanto didampingi Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, lalu diapit Kepala BIN Muhammad Herindra dan Menko Polkam Djamari Chaniago. Drama rangkulan pejabat, elite politik di negeri ini yang berperan di penanganan korupsi (kecuali Komisi Pemberantasan Korupsi) ini tampaknya tak akan memuaskan keinginan publik. Publik ingin negara ini bersih yang sejati, bukan sekadar omon-omon negara bersih tapi penuh dengan fondasi korupsi.

Jabat tangan pejabat dengan senyum semarak di depan kamera mungkin bisa menipu sebagian rakyat kita. Seolah sudah tidak terjadi apa-apa dan penanganan korupsi sedang baik-baik saja. Seolah tidak ada backing-backing-an para pejabat untuk menghindari korupsi.

Tapi fakta penyerahan kasus pimpinan Kejaksaan Agung yang diduga korup oleh Kepolisian kepada pihak Kejaksaan RI, tentu masih menjadi tanda tanya. Apakah masih bisa seorang jaksa yang ditugaskan untuk membuat tuntutan bagi mantan bos-nya masih bisa kredibel, layak?

Ada harapan masyarakat agar polisi menyerahkan penanganan kasus dugaan korupsi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febri Ardiansyah kepada KPK agar bisa lebih fair dan independen. Tapi kalaupun polisi menyerahkan kasus ini kepada KPK, jaksa yang akan ditugaskan tetap jaksa dari Kejaksaan Agung yang bertugas di KPK, jadi sama saja.

Artinya masyarakat yang harus mengawal sendiri kasus ini. Apakah barang bukti yang disita oleh Polisi dengan 74 kg tumpukan emas -hampir setengah persen Cadangan Emas Indonesia di Bank Indonesia bisa dibuktikan dan akan dirampas negara. Apakah duit ratusan miliar yang disita benar-benar hasil pencucian uang. Pemilikan rumah mewah yang tidak pernah dilaporkan.

Drama rangkulan pejabat yang seharusnya menjadi pembersih korupsi, tak cukup untuk menjawab janji pemerintahan bersih. Apalagi drama pengganti pejabat yang cuma punya motor doang, mungkin anak SD pun tidak akan ada yang percaya. Perlu audit khusus harta para pejabat negara khususnya pejabat pembersih korupsi. Saat mereka tidak jujur melaporkan harta kekayaan, maka mereka tidak layak untuk duduk di jabatan penting, membersihkan negeri ini dari korupsi. Stop omon-omon antikorupsi, Sekarang!

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Saham PGUN dan JARR Ambles, Agunan Kredit Bank Mandiri Tergerus
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Saham PGUN dan JARR Ambles, Agunan Kredit Bank Mandiri Tergerus

Kondisi ini menjadi sorotan karena Jhonlin Group menjaminkan saham kedua emiten tersebut untuk memperoleh fasilitas kredit dari Bank Mandiri. 

IHSG Terendah 6 Tahun, Waspadai Tekanan Jual Saham Big Caps Hari Ini (20/10)
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 04:50 WIB

IHSG Terendah 6 Tahun, Waspadai Tekanan Jual Saham Big Caps Hari Ini (20/10)

IHSG mengakumulasi pelemahan 15,83% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 42,22%.​

Investasi EBT untuk Data Center
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Investasi EBT untuk Data Center

Investasi EBT juga sejalan dengan upaya mewujudkan tren menuju pusat data ramah lingkungan atau green data center (GDC).

Leasing Perkuat Diversifikasi Pembiayaan Alat Berat
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 04:20 WIB

Leasing Perkuat Diversifikasi Pembiayaan Alat Berat

Penyaluran pembiayaan alat berat oleh multifinance mencapai Rp 48,50 triliun hingga Agustus 2026, alias hanya naik 0,12% dari Agustus 2025.

Saham BIg Four Perbankan Terus Tertekan, Saatnya Akumulasi?
| Senin, 19 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Saham BIg Four Perbankan Terus Tertekan, Saatnya Akumulasi?

Keputusan untuk melakukan akumulasi beli harus mempertimbangkan tiga hal, yakni tujuan investasi, jangka waktu investasi, dan profil risiko.

MSCI dan Perlunya Meninjau Ulang Resep Bursa Saham
| Senin, 19 Oktober 2026 | 10:30 WIB

MSCI dan Perlunya Meninjau Ulang Resep Bursa Saham

Reformasi berhasil bukan karena aturan semakin banyak, tetapi karena pasar Indonesia semakin transparan, likuid, adil, dan dipercaya.       

IHSG Anjlok 40,04% YtD, Terburuk di Dunia, Asing Net Sell Rp 88 Triliun
| Senin, 19 Oktober 2026 | 09:19 WIB

IHSG Anjlok 40,04% YtD, Terburuk di Dunia, Asing Net Sell Rp 88 Triliun

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk di antara bursa saham global yang diperbandingkan BEI sepanjang 2026.

Tak Lagi Repot-Repot Urus Administrasi di Rumahsakit
| Senin, 19 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Tak Lagi Repot-Repot Urus Administrasi di Rumahsakit

Platform kesehatan kini tidak hanya menawarkan layanan janji temu dengan dokter, tapi juga mendampingi pasien di rumahsakit.

Kenaikan Suku Bunga Acuan Semakin Dekat
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Kenaikan Suku Bunga Acuan Semakin Dekat

Gejolak pasar keuangan meningkatkan risiko perubahan arah kebijakan suku bunga acuan                

Mengawali Pekan, MSCI Masih Menghantui Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Mengawali Pekan, MSCI Masih Menghantui Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada Senin (19/10), volatilitas IHSG diprediksi masih cukup tinggi, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka.

INDEKS BERITA

Terpopuler