Paradoks Ekspor Satu Pintu
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum usainya perang Iran, Amerika dan Israel mengakibatkan rantai pasok global mengalami guncangan berat. Kini kondisinya hampir mirip masa pandemi Covid‑19. Bank Dunia (World Bank) melalui Global Supply Chain Stress Index (GSCSI) telah mengonfirmasi hal ini. Pada Mei 2026, sekitar 2,06 juta TEU kapasitas kontainer tertahan karena keterlambatan atau pengalihan rute, hanya kurang 0,1 juta TEU dibanding puncak masa pandemi Covid‑19.
Gangguan akibat guncangan rantai pasok ini tidak hanya menyoal kapal terlambat berangkat dan bersandar, tetapi juga membuat waktu tempuh pengiriman laut memanjang, biaya logistik naik, dan pelabuhan ekspor di berbagai negara dipenuhi antrean kontainer yang sarat ketidakpastian jadwal.
