Pasar Menjauhi Aset Berisiko, Rupiah Hari Ini Berpeluang Tertekan

Selasa, 21 Desember 2021 | 05:15 WIB
Pasar Menjauhi Aset Berisiko, Rupiah Hari Ini Berpeluang Tertekan
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali pekan ini (20/12), kurs rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp 14.402 per dollar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Sedangkan kurs referensi JISDOR terdepresiasi 0,29% dan ditutup di level Rp 14.384 per dollar AS.

Rupiah diperkirakan melanjutkan tren negatif pada perdagangan Selasa (21/12) karena sentimen eksternal. Analis DC Futures Lukman Leong menjelaskan, pasar khawatir dengan outbreak omicron di berbagai negara. Ditambah lagi, petinggi The Fed  memberi sinyal kenaikan suku bunga AS bisa dilakukan secepatnya pada Maret 2022."Kemungkinan besar, pasar masih akan risk-off dan menjauhi aset berisiko," terang Lukman, kemarin.

Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail menjelaskan, rupiah juga tertekan oleh keputusan China memangkas suku bunga pinjaman, sehingga yuan melemah. "Pelemahan yuan biasanya berkorelasi dengan pelemahan rupiah," kata Ahmad.

Ahmad memprediksi rupiah melanjutkan pelemahan hari ini dan bergerak di rentang  Rp 14.400-Rp 14.450 per dollar AS. Hitungan Lukman, rentang pergerakan rupiah hari ini di Rp 14.350-Rp 14.475 per dollar AS.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?

Peningkatan frekuensi dividen BBCA cukup efektif dalam menjaga minat investor, khususnya investor yang mengutamakan pendapatan tunai dari saham.

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya!

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?

Sukuk Ritel seri SR025 menawarkan jaminan negara dan imbalan rutin di tengah ketidakpastian pasar. Simak pertimbangan sebelum berinvestasi!

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air yang berkelanjutan, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menawarkan solusi pengola

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah

Persaingan bisnis taksi di layanan segmen menengah kini semakin masif. Siuapa yang dibidik dan seperti apa pasarnya? 

 
Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:28 WIB

Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi

Pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dan ekosistem pendukungnya. Lalu, menyiapkan ragam insentif untuk mendorong penjualannya.

Cuan dari Angkutan Hewan Peliharaan
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Cuan dari Angkutan Hewan Peliharaan

Sulitnya mencari kendaraan yang mau mengangkut hewan peliharaan membuka peluang bisnis pet taxi di sejumlah kota.

Peluang Bikin Perisai Konsumen Digital dari Serangan Siber
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Peluang Bikin Perisai Konsumen Digital dari Serangan Siber

Ancaman siber kini tak hanya membayangi perusahaan, juga mengincar keuangan konsumen. Asuransi kini menawarkan perlindungan dari kejahatan siber.

Tak Lagi Keluar Duit Banyak untuk Infrastruktur IT
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:16 WIB

Tak Lagi Keluar Duit Banyak untuk Infrastruktur IT

Perusahaan penyedia layanan internet menjawab kebutuhan digitalisasi pelaku usaha, dengan memberi layanan yang beragam.

Membedah Logika di Balik Pembenaran Belanja
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Membedah Logika di Balik Pembenaran Belanja

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya berikut ini.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler