Pasokan Chip Masih Tersendat, Toyota Pangkas Target Produksi Mobil hingga 0,5 Juta

Rabu, 09 Februari 2022 | 13:07 WIB
Pasokan Chip Masih Tersendat, Toyota Pangkas Target Produksi Mobil hingga 0,5 Juta
[ILUSTRASI. Logo Toyota di mobil Corolla yang terpajang di 89th Geneva International Motor Show di Jenewa, Swiss, 5 Maret 2019. REUTERS/Denis Balibouse]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Toyota Motor Corp pada Rabu (9/2) memangkas target produksi tahunan hingga lebih dari setengah juta unit mobil. Kegiatan produksi Toyota terganggu oleh pasokan chip yang tersendat serta banyaknya karyawan yang absen akibat terinfeksi Covid-19.

Pabrikan mobil terbesar di dunia itu memproyeksikan produksinya untuk periode setahun yang berakhir pada 31 Maret 2023 sebanyak 8,5 juta unit, turun dari perkiraan sebelumnya 9 juta.

Toyota juga mengumumkan, laba operasinya untuk kuartal yang berakhir 31 Desember 2021 turun 21% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami tidak mengharapkan ketidakseimbangan dalam pasokan chip untuk diselesaikan dengan cepat dan perjalanan pandemi virus corona tidak jelas," kata seorang pejabat Toyota kepada wartawan. "Kami pikir ketidakpastian akan berlanjut ke tahun bisnis berikutnya," tambahnya. 

Baca Juga: Pinjaman yang Disalurkan ke Afrika Minim, Negara-Negara Barat Dikritik

Seperti pembuat mobil global besar lain, Toyota terpaksa memangkas produksi akibat kemacetan rantai produksi global. Toyota juga harus memotong biaya dalam upaya untuk memeras lebih banyak keuntungan per kendaraan.

Upaya untuk meningkatkan margin telah dibantu oleh permintaan yang kuat di pasar utama seperti China, Amerika Serikat dan Eropa. Kenaikan permintaan memungkinkan Toyota untuk menaikkan harga dan menurunkan insentif yang dibayarkan untuk memikat pelanggan. Perusahaan juga diuntungkan dari pelemahan yen yang memperkuat nilai yen dari pendapatan luar negeri.

Toyota mempertahankan perkiraan laba untuk setahun penuh sebesar 2,8 triliun yen, atau US$ 24,3 miliar. Prediksi itu lebih rendah daripada rata-rata proyeksi keuntungan dari 27 analis, yaitu 3,04 triliun yen, demikian data Refinitiv menunjukkan.

Laba operasi untuk kuartal ketiga yang senilai 784,4 miliar yen lebih tinggi daripada perkiraan rata-rata dari sembilan analis, yaitu 716,8 miliar yen, data Refinitiv menunjukkan.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Mencermati Aksi Korporasi dan Strategi Bertahan MPPA di Awal Tahun 2026
| Senin, 23 Februari 2026 | 13:00 WIB

Mencermati Aksi Korporasi dan Strategi Bertahan MPPA di Awal Tahun 2026

Head of Korea Investment Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai bahwa aksi korporasi MPPA di awal 2026 merupakan manuver survival to revival.

Penambangan Phase 8 Batu Hijau Bikin Prospek Kinerja AMMN Berkilau
| Senin, 23 Februari 2026 | 11:00 WIB

Penambangan Phase 8 Batu Hijau Bikin Prospek Kinerja AMMN Berkilau

Penopang kinerja AMMN tahun ini adalah pemulihan produksi tembaga dan emas perusahaan, pasca transisi operasi ke Fase 8 di Tambang Batu Hijau.

ESG Jasa Marga (JSMR): Kelola Lonjakan Sampah Saat Pemudik Tumpah Ruah
| Senin, 23 Februari 2026 | 09:02 WIB

ESG Jasa Marga (JSMR): Kelola Lonjakan Sampah Saat Pemudik Tumpah Ruah

Simak strategi PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengolah sampah terintegrasi di rest area dan menjaga lingkungan. Juga rencana jalan tol di 2026.

KOCI Melesat 129% Sejak Awal Tahun, Simak Rencana Bisnis Tahun 2026
| Senin, 23 Februari 2026 | 09:00 WIB

KOCI Melesat 129% Sejak Awal Tahun, Simak Rencana Bisnis Tahun 2026

Secara year to date (YtD) sampai dengan Jumat (20/2), harga saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) melesat 129,41% ke level Rp 195 per saham.

Sentra Food Indonesia (FOOD) Membidik Penjualan Tumbuh 25% Tahun Ini
| Senin, 23 Februari 2026 | 07:13 WIB

Sentra Food Indonesia (FOOD) Membidik Penjualan Tumbuh 25% Tahun Ini

Pada 2025 penjualan FOOD tercatat Rp 95,26 miliar. Memasuki 2026, mereka menargetkan penjualan meningkat menjadi Rp 119 miliar.

Kritik dan Demokrasi
| Senin, 23 Februari 2026 | 07:01 WIB

Kritik dan Demokrasi

Ketika kritik menyentuh isu sensitif atau kebijakan strategis pemerintah, respons yang muncul bukan berupa debat gagasan, melainkan intimidasi.

Geber Proyek Baterai EV US$ 9 Miliar, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham INCO
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:55 WIB

Geber Proyek Baterai EV US$ 9 Miliar, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham INCO

Dua megaproyek yang menjadi ujung tombak adalah pembangunan smelter HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan Bahodopi, Sulawesi Tengah.​

Lima Saham Ini Paling Banyak Dibeli Asing, Pilih ASII, INCO, MDKA, FAPA atau BRMS?
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:30 WIB

Lima Saham Ini Paling Banyak Dibeli Asing, Pilih ASII, INCO, MDKA, FAPA atau BRMS?

Saham bank-bank besar masih menjadi sasaran aksi jual investor asing, begitu pula sebagian saham konglomerasi.

BI Menopang Pembiayaan Pemerintah
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:12 WIB

BI Menopang Pembiayaan Pemerintah

Bank Indonesia dan Kemenkeu sepakat tukar SBN Rp 173,4 T, menggeser beban utang.                        

Harga Kerbau dan Sapi Merangkak Naik
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:02 WIB

Harga Kerbau dan Sapi Merangkak Naik

Harga daging sapi murni naik 0,56% menjadi Rp 138.832 per kg dan daging kerbau segar lokal naik 0,39% menjadiRp 142.424 per kg.

INDEKS BERITA

Terpopuler