Pasokan Komponen Masih Terganggu Lockdown, Tesla Kembali Menghentikan Produksi

Selasa, 10 Mei 2022 | 13:53 WIB
Pasokan Komponen Masih Terganggu Lockdown, Tesla Kembali Menghentikan Produksi
[ILUSTRASI. Tesla Model 3 siap dikirimkan dari pabriknya di Shanghai, China, 7 Januari 2020. REUTERS/Aly Song/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Tesla Inc menghentikan kegiatan produksi di pabriknya di Shanghai pada Senin akibat seretnya pasokan suku cadang untuk mobil listriknya, demikian penuturan dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Ini adalah gangguan terbaru dari serangkaian masalah pasokan yang membayangi pabrik Tesla.

Shanghai sudah enam pekan menjalani lockdown Covid-19. Aturan pembatasan yang intensif itu menguji kemampuan produsen untuk mempertahankan kegiatan operasi saat pergerakan orang dan material sangat-sangat terbatas.

Tesla akhir pekan lalu berencana meningkatkan output produksi ke tingkat sebelum lockdown minggu depan. Tidak segera jelas kapan masalah pasokan saat ini dapat diselesaikan dan kapan Tesla dapat melanjutkan produksi, kata orang-orang, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena rencana produksi bersifat pribadi. Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Asosiasi Mobil Penumpang China dijadwalkan untuk merilis penjualan April untuk Tesla, pembuat EV terbesar kedua di China di belakang BYD, pada hari Selasa. Asosiasi otomotif lain mengatakan pekan lalu bahwa mereka memperkirakan penjualan mobil secara keseluruhan di China turun 48% pada April karena penguncian nol-COVID menutup pabrik, membatasi lalu lintas ke ruang pamer dan mengerem pengeluaran.

Baca Juga: Lagi Harta Elon Musk Menguap Rp 271 Triliun dalam Sehari, Bezos dan Arnault Berapa?

Aptiv, pemasok utama kawat harness Tesla, menghentikan pengiriman dari pabrik Shanghai yang memasok Tesla dan General Motors Co setelah infeksi COVID-19 ditemukan di antara para pekerjanya, dua orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, Senin.

Pabrik Tesla di Shanghai, juga dikenal sebagai Gigafactory 3, memproduksi sedan Model 3 dan crossover Model Y untuk pasar China dan untuk ekspor. Tesla melanjutkan sebagian produksi di pabrik Shanghai pada 19 April setelah penutupan 22 hari yang disebabkan oleh penguncian kota akibat Covid-19.

Tesla telah bertujuan untuk meningkatkan produksi di pabrik Shanghai menjadi 2.600 mobil per hari mulai 16 Mei, Reuters melaporkan sebelumnya. Pihak berwenang Shanghai telah memperketat penguncian di seluruh kota yang diberlakukan lebih dari sebulan lalu di pusat komersial dengan populasi 25 juta, sebuah langkah yang dapat memperpanjang pembatasan pergerakan sepanjang bulan.

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Saham IPO 2025: COIN, RATU, CDIA Melesat, Dua Calon Emiten Mengantre
| Sabtu, 29 November 2025 | 19:56 WIB

Kinerja Saham IPO 2025: COIN, RATU, CDIA Melesat, Dua Calon Emiten Mengantre

Pelajari saham-saham IPO BEI 2025 yang menguat signifikan seperti COIN (3.470%) dan RATU. Intip potensi RLCO dan Super Bank (SUPA).

Kisah Antonius Auwyang: Membangun Jembatan Emas Produk Indonesia di Australia
| Sabtu, 29 November 2025 | 16:50 WIB

Kisah Antonius Auwyang: Membangun Jembatan Emas Produk Indonesia di Australia

Tity Antonius Auwyang, insinyur sipil, sukses membangun Sony Trading Australia, mendistribusikan ribuan produk Indonesia ke pasar Australia.

Tips Investasi Ala Direktur OCBC The Ka Jit: Jangan Tergoda Ambil Untung Cepat
| Sabtu, 29 November 2025 | 14:36 WIB

Tips Investasi Ala Direktur OCBC The Ka Jit: Jangan Tergoda Ambil Untung Cepat

Mengintip strategi investasi dan portofolio pribadi Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), The Ka Jit

Astra Graphia (ASGR) Mengincar Peluang Bisnis Solusi Teknologi
| Sabtu, 29 November 2025 | 14:25 WIB

Astra Graphia (ASGR) Mengincar Peluang Bisnis Solusi Teknologi

Mengupas rencana bisnis PT Astra Graphia Tbk (ASGR) yang tengah memperkuat bisnis solusi teknologi lewat anak usahanya

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar
| Sabtu, 29 November 2025 | 09:02 WIB

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar

Menteri Keuangan menilai fiskal masih menjadi pendorong utama ekonomi dan meminta bank sentral melonggarkan moneternya

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah
| Sabtu, 29 November 2025 | 08:51 WIB

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah

Maraknya praktik underinvoicing dalam ekspor-impor mengindikasikan bahwa ukuran shadow economy di Indonesia masih besar

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan

Indonesia ternyata kekurangan terkait strategi pengembangan kebijakan yang berbasis pada dampak yang dihasilkan.​

Aroma Neo Orde Baru
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Aroma Neo Orde Baru

Menyerahkan kembali fungsi pemeriksaan kepada entitas asing merupakan bentuk pertaruhan kedaulatan yang nekat.

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi
| Sabtu, 29 November 2025 | 06:10 WIB

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi

Pada periode 24-28 November 2025, IHSG mengakumulasi kenaikan 1,12%. IHSG ditutup pada 8.508,71 pada perdagangan terakhir, Jumat (28/11). 

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

INDEKS BERITA

Terpopuler