Paylater Tumbuh, Risiko Terkendali
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah perlambatan konsumsi dan pengetatan seleksi kredit, bisnis buy now pay later (BNPL) perbankan justru masih menunjukkan daya tahan. Tidak hanya tumbuh, kualitas kredit juga masih terjaga dibandingkan BNPL milik perusahaan pembiayaan.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, baki debet kredit BNPL perbankan mencapai Rp 26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34% secara tahunan. Jumlah rekening menembus 31,47 juta. Yang menarik, di tengah ekspansi tersebut, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) justru turun ke level 2,04%.
