Pemerintah Alihkan 8 Persen Saham Bank Mandiri (BMRI) Senilai Rp 22,67 Triliun ke INA

Sabtu, 25 Desember 2021 | 13:30 WIB
Pemerintah Alihkan 8 Persen Saham Bank Mandiri (BMRI) Senilai Rp 22,67 Triliun ke INA
[ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memperkenalkan anggota Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia mengalihkan 3.733.333.333 saham seri B atau setara 8% dari modal disetor dan ditempatkan di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), kepada Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi. Alhasil, porsi kepemilikan pemerintah turun menjadi 52% dari sebelumnya 60%.

Transaksi tersebut terjadi pada 23 Desember 2021, di harga Rp 6.073 per saham. Artinya, nilai total transaksi tersebut mencapai Rp 22,67 triliun. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Chatib: Kondisi Domestik Tak Seburuk Dibayangkan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:20 WIB

Chatib: Kondisi Domestik Tak Seburuk Dibayangkan

Chatib menegaskan tak ada pertemuan khusus bersama Menkes Budi Gunandi Sadikin dengan Prabowo terkait potensi reshuffle.

 Siap-Siap Iuran BPJS Kesehatan akan Naik
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:15 WIB

Siap-Siap Iuran BPJS Kesehatan akan Naik

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tahap awal fokus pada peserta PBI yang ditanggung APBN sehingga tidak berdampak ke masyarakat

Nilai Tukar Rupiah Terangkat Kenaikan BI Rate
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terangkat Kenaikan BI Rate

Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate 25 bps menjadi 5,50% kemarin, mampu mengangkat rupiah yang tengah tertekan. 

Indonesia dan Filipina Barter Bahan Baku Industri
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:09 WIB

Indonesia dan Filipina Barter Bahan Baku Industri

Indonesia akan melakukan impor bijih besi bahan baku baja. Setelah diproses oleh Krakatau Steel, produk baja akan diekspor ke Filipina

Kredit Digital Melesat Saat Daya Beli Melambat
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:08 WIB

Kredit Digital Melesat Saat Daya Beli Melambat

Baki debet buy now pay later(BNPL) perbankan melesat 37,29% secara tahunan per April 2026.               

Ekspor SDA Satu Pintu Mulai Disosialisasikan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:04 WIB

Ekspor SDA Satu Pintu Mulai Disosialisasikan

Pemerintah menerapkan kebijakan ini untuk memperkuat peran BUMN dan memperbaiki tata kelola niaga di dalam negeri.

Persepsi Risiko Indonesia Masih Tinggi
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:00 WIB

Persepsi Risiko Indonesia Masih Tinggi

Setelah BI rate dikerek, yield SBN menanjak di tengah penguatan rupiah dan kenaikan IHSG. Ini mencerminkan persepsi risiko Indonesia masih tinggi

Peritel Bersiap Mengerek Harga Jual Produk
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:00 WIB

Peritel Bersiap Mengerek Harga Jual Produk

Potensi kenaikan harga produk ritel impor dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Wewenang Lemigas di Rantai Pasok BBM
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:59 WIB

Wewenang Lemigas di Rantai Pasok BBM

Menurut Bahlil, penunjukan Lemigas sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam kegiatan impor bertujuan meningkatkan efisiensi tata niaga energi

Respons Pemodal Asing di BBCA & BBRI, Banyak yang Lepas Tapi Ada Juga yang Akumulasi
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:57 WIB

Respons Pemodal Asing di BBCA & BBRI, Banyak yang Lepas Tapi Ada Juga yang Akumulasi

Derasnya arus dana asing yang keluar juga turut menjadi faktor penurunan nilai saham dua bank ke rekor terendah lima tahun terakhir.

INDEKS BERITA