Penawaran Lelang Sukuk Negara Sampai Rp 40 Triliun, Seri Tenor Pendek Jadi Primadona

Kamis, 27 Juni 2019 | 06:32 WIB
Penawaran Lelang Sukuk Negara Sampai Rp 40 Triliun, Seri Tenor Pendek Jadi Primadona
[]
Reporter: Dimas Andi | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang Sukuk Negara pada Selasa (25/6) terbilang sukses. Terbukti, nilai penawaran yang masuk dapat mencapai Rp 40,19 triliun.

Pemerintah akhirnya menyerap dana Rp 8 triliun, setara dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, lelang sukuk negara umumnya jarang mencatat penawaran masuk bernilai jumbo. "Biasanya hanya sekitar Rp 20 triliun," katanya, Selasa (25/6).

Hasil lelang sukuk negara yang berlangsung kemarin merupakan bentuk reaksi para pelaku pasar atas sentimen-sentimen positif di pasar obligasi dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu yang paling menonjol adalah tren penurunan yield Surat Utang Negara (SUN) seiring terbukanya peluang penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia di sisa tahun ini.

"Lelang sukuk tadi merupakan lelang pertama usai RDG BI. Euforia hasil RDG BI pun masih terasa bagi para investor," ungkap David.

Mengutip data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), yield SUN tenor 10 tahun kemarin sempat berada di level terendah, yaitu 7,39%.

Senada, Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menambahkan, kupon sukuk negara biasanya lebih tinggi ketimbang obligasi pemerintah konvensional. Spread tersebut sebagai penambah daya tarik di mata investor.

Hasilnya, banyak investor yang berupaya memaksimalkan lelang sukuk kemarin mumpung imbal hasil yang diperoleh masih cukup atraktif. "Sekarang momen yang tepat untuk masuk ke pasar primer dan membeli sukuk apalagi instrumen syariah lebih terbatas dari segi suplai," terang Lana.

Berdasarkan keterangan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, seri-seri bertenor pendek masih menjadi primadona dalam lelang kemarin. Ambil contoh seri PBS021 yang mendapat penawaran masuk sebesar Rp 17,33 triliun. Seri ini akan jatuh tempo pada tahun 2021 mendatang.

David menganggap, fenomena tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat investor juga masih mempertimbangkan sentimen-sentimen global yang mempengaruhi kondisi pasar obligasi Indonesia. Tak heran, seri tenor pendek yang relatif lebih aman dari risiko volatilitas harga masih kerap diburu di pasar primer.

Bagikan

Berita Terbaru

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?

PT Darma Henwa (DEWA) merupakan kontraktor tambang KPC dan Arutmin, dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari domestik, pelaku pasar mencermati perkembangan reshuffle kabinet. Tekanan jual investor asing juga masih menjadi perhatian.

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan

Besar kecilnya pengaruh buyback sangat tergantung pada realisasinya, bukan hanya nilai maksimum anggaran yang diumumkan.

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing

Meski sebulan terakhir harganya cuma naik tipis, posisi ANTM jauh lebih baik ketimbang saham emiten emas lainnya.

Tekanan IHSG Masih Kuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Tekanan IHSG Masih Kuat

Tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat setelah indeks sempat turun ke bawah level psikologis 6.000 pada Kamis (1/10).

INDEKS BERITA

Terpopuler