Penertiban Jumlah Komisi Pialang

Senin, 07 Januari 2019 | 12:35 WIB
Penertiban Jumlah Komisi Pialang
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi perantara atawa pialang di industri asuransi umum ditertibkan. Dalam Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Nomor 22/SK.AAUI/2018 yang berlaku mulai 1 Januari 2019 menyebutkan, AAUI sepakat tidak menerapkan biaya akuisisi berlebihan (excessive commissions and/or fees) untuk perantara (intermediary) produk asuransi umum.

Dengan berlakunya keputusan tersebut, AAUI akan menerapkan secara utuh Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor.

Beleid OJK ini mengatur biaya akuisisi atau komisi perantara asuransi harta benda maksimal 15% dari total premi. Dengan begitu, perusahaan asuransi dapat menerima sebesar-besarnya 85% dari premi. Sementara untuk asuransi kendaraan bermotor, biaya akuisisi untuk intermediary setinggi-tingginya hanya 25%, sedangkan perusahaan asuransi menerima 75% premi.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, penegasan ini lantaran praktik engineering fee berupa tambahan biaya akuisisi sehingga melebihi batas nilai komisi yang diatur OJK. Hal itu menyebabkan biaya usaha naik “Akibat, biaya usaha meningkat, margin turun signifikan,” kata Dody, Sabtu (5/1).

Selama ini, pencatatan engineering fee tidak masuk  akun komisi, sehingga tidak dapat terdeteksi. Berdasarkan catatan AAUI, pialang adalah jalur yang paling banyak menyumbang pendapatan premi dengan porsi 50%. Menyusul jalur langsung sebesar 35% dan keagenan 15%.

AAUI membentuk tim pelaporan pelanggaran yang disebut Whistleblowing System (WBS) untuk mengawasi terlaksananya kesepakatan tersebut. Tim ini bertugas menerima laporan pelanggaran, berkomunikasi dengan pelapor, menindaklanjuti laporan, dan melaporkan hasil pemeriksaan. Bila terbukti melanggar, terlapor akan dikenakan sanksi. Mulai sanksi tertulis, peninjauan ulang kelayakan dan kepatutan direksi dan komisaris, pembekuan keanggotaan AAUI, hingga pencabutan keanggotaan AAUI.

Setiap pelapor akan dijaga kerahasiaan. AAUI juga akan melindungi pelapor jika nantinya ada diskriminasi, pembalasan atau upaya hukum terhadap pelapor.

Setelah laporan masuk, AAUI akan memverifikasi laporan tersebut dan memanggil perusahaan terlapor dan diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan. Jika dirasa tidak cukup, DK akan menunjuk auditor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keputusan auditor, Dewan Kehormatan (DK) akan melaksanakan sidang dan memutuskan apa ada pelanggaran sekaligus menjatuhkan sanksi. Laporan dapat dikirim melalui surat elektronik.

Direktur Utama Asuransi Simasnet Teguh Aria Djana mengatakan, sebelum SK AAUI, para pemain sudah mengikuti ketentuan POJK. "SK AAUI menegaskan kembali ini. Kami mengikuti ketentuan dan berkomitmen selaku anggota AAUI," tutur Teguh.

Bagikan

Berita Terbaru

MPX Logistics International Perluas Jasa Logistik & Perdagangan
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:30 WIB

MPX Logistics International Perluas Jasa Logistik & Perdagangan

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) berupaya kurangi ketergantungan pada bisnis pengangkutan semen curah

Nilai Tukar Rupiah Sepekan Ini Tertekan Bunga Acuan AS
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah Sepekan Ini Tertekan Bunga Acuan AS

Mengutip data Bloomberg pada Jumat (18/9), rupiah ditutup melemah 0,03% secara harian ke level Rp 17.758 per dolar AS. 

Moody's Ratings Pangkas Outlook BYAN
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:15 WIB

Moody's Ratings Pangkas Outlook BYAN

Lembaga pemeringkat utang, Moody’s Ratings memangkas outlook peringkat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil. ​

Jangan Bakar Masa Depan
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:10 WIB

Jangan Bakar Masa Depan

Hutan adalah masa depan bangsa. Jangan sampai generasi mendatang mewarisi lahan yang rusak, udara penuh asap dan biaya pemulihan.

Prospek Emiten Infrastruktur Dibayangi Suku Bunga Tinggi
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:09 WIB

Prospek Emiten Infrastruktur Dibayangi Suku Bunga Tinggi

Era suku bunga tinggi berdampak besar terhadap kinerja emiten infrastruktur. Sektor ini sangat bergantung pada utang untuk operasionalnya.

Bisnis Emas Perbankan Syariah Makin Moncer
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:00 WIB

Bisnis Emas Perbankan Syariah Makin Moncer

Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan penyimpan nilai tetap tinggi.           

Genjot Likuiditas dan Redam Tekanan Jual, Emiten Eksekusi Buyback Saham
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:00 WIB

Genjot Likuiditas dan Redam Tekanan Jual, Emiten Eksekusi Buyback Saham

erbaru, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) siap melakukan buyback saham.

Dorong Pangsa Pasar Asuransi Syariah Lewat Aksi Spinoff
| Sabtu, 19 September 2026 | 05:45 WIB

Dorong Pangsa Pasar Asuransi Syariah Lewat Aksi Spinoff

Dalam beberapa tahun terakhir, pangsa pasar asuransi syariah dari sisi aset cenderung tertahan di level 5%. 

ULTJ Bergabung dengan Frisian Flag Melalui Rights Issue Senilai Rp 14,56 Triliun
| Sabtu, 19 September 2026 | 05:45 WIB

ULTJ Bergabung dengan Frisian Flag Melalui Rights Issue Senilai Rp 14,56 Triliun

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan mengakuisisi PT Frisian Flag Indonesia lewat skema rights issue.​

Ketika Rudal Meledakkan Bunga
| Sabtu, 19 September 2026 | 05:30 WIB

Ketika Rudal Meledakkan Bunga

Setelah perang berlangsung hampir tujuh bulan, The Fed pada September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dari 3,75% menjadi 4,00%.

INDEKS BERITA

Terpopuler