Pengupas Bawang dalam Lensa Onion Paradox
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Frasa "pengupas bawang" tiba-tiba menjadi bahan perdebatan publik setelah Presiden Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, pada 14 Agustus 2026, menyampaikan kisah seorang buruh harian pengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700.000 per kilogram. Reaksi muncul karena angka itu dianggap jauh dari keadaan pekerja yang selama ini dikenal masyarakat.
Upah memang jarang punya rujukan yang kuat di sektor pangan. Sebab, sebagian besar pekerjaan di sana berlangsung tanpa kontrak, dengan pembayaran per kilogram, per karung, atau borongan, dan berpindah mengikuti musim panen. Statistik kita mencatat jumlah orang yang bekerja di pertanian dengan cukup baik, sementara upah dan pendapatan bersih mereka sulit dilacak secara akurat. Pada titik itulah data bisa beredar dan diperdebatkan tanpa pembanding.
