Tagih Janji

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:27 WIB
Tagih Janji
[ILUSTRASI. TAJUK - Barratut Taqiyyah (KONTAN/Praksa Partajaya)]
Barratut Taqiyyah Rafie | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali menjadi sorotan dalam aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Sejumlah kelompok masyarakat mendesak DPR segera menuntaskan aturan yang dinilai penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi sekaligus memulihkan aset hasil tindak pidana. Tuntutan ini menunjukkan publik masih menunggu keseriusan negara mengejar dan mengembalikan aset hasil kejahatan.

Tekanan itu mendapat respons dari DPR. Dalam aksi tersebut, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendesak kepastian waktu penyelesaian RUU Perampasan Aset. Pimpinan DPR menyatakan berkomitmen menyelesaikan dan mengesahkan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026. Bahkan, pimpinan DPR menyatakan siap mengundurkan diri apabila tenggat itu tidak terpenuhi.

RUU Perampasan Aset bukan agenda baru. RUU ini pertama kali muncul pada 2008 dan telah melewati pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, hingga kini memasuki era Prabowo Subianto. Pada era Jokowi, pemerintah telah mengirim surat presiden kepada DPR pada Mei 2023, tetapi pembahasannya belum tuntas hingga pemerintahan berganti. Panjangnya perjalanan ini menunjukkan persoalannya bukan pada kurangnya urgensi.

Momentum saat ini harus digunakan untuk memutus siklus penundaan. Jangan sampai pergantian pemerintahan kembali diikuti perubahan prioritas dan membuat RUU ini menunggu lagi. Pemberantasan korupsi seharusnya memberikan hasil nyata bagi negara dan masyarakat, salah satunya melalui pemulihan aset hasil tindak pidana.

Namun, percepatan pengesahan jangan mengorbankan kualitas undang-undang. Perampasan aset menyentuh hak kepemilikan sehingga membutuhkan mekanisme pembuktian dan pengawasan yang jelas. DPR dan pemerintah perlu memastikan aturan ini tidak membuka ruang kesewenang-wenangan, salah sasaran, atau penyalahgunaan kewenangan.

Karena itu, tenggat 15 Desember 2026 harus menjadi batas yang sungguh-sungguh. Demo 27 Agustus menjadi pengingat bahwa publik sudah terlalu lama menunggu. Setelah melewati tiga era pemerintahan, RUU Perampasan Aset tidak semestinya kembali menjadi pekerjaan rumah pemerintahan berikutnya. DPR dan pemerintah harus membuktikan komitmennya dengan menghadirkan aturan yang kuat, adil, dan efektif untuk mengejar serta mengembalikan aset hasil kejahatan kepada negara. 

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality
| Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality

Jika BI-Rate naik lagi, yield benchmark akan terkerek hingga membuat kupon korporasi semakin mahal dan berisiko mendemotivasi emiten.

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun
| Selasa, 03 November 2026 | 09:32 WIB

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun

PT Triputra Agro Lestari Tbk (TAPG) akan membagikan dividen interim Rp 1,38 triliun. Tiap pemegang saham berhak menerima dividen Rp 70 per saham

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta
| Selasa, 03 November 2026 | 09:28 WIB

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta

Keputusan pembagian dividen mendapat persetujuan direksi dan dewan komisaris pada 29 Oktober 2026. Jumlah dividen ini setara Rp 544,86 miliar.​

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus
| Selasa, 03 November 2026 | 09:23 WIB

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus

Kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) belum moncer di sepanjang sembilan bulan 2026

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:15 WIB

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas

Mengawali pekan ini, mayoritas saham emiten di IDX Commodity 20 melaju. Saham komoditas Grup Bakrie dan Grup Barito menguat secara harian.

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG
| Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG

Pengecualian saham-saham HSC bisa mengembalikan dominasi saham blue chip di  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:00 WIB

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas

Prospek harga batubara, emas, permintaan alat berat, dan kinerja kontraktor pertambangan turut memengaruhi kemampuan UNTR menghasilkan kas.

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai
| Selasa, 03 November 2026 | 08:32 WIB

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai

Investor yang mendekap saham BSDE tak mendapat insentif tambahan lantaran emiten Grup Sinarmas ini sudah lama absen membagikan dividen.

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda
| Selasa, 03 November 2026 | 08:05 WIB

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengandalkan integrasi layanan multimoda dan penerapan hybrid asset model untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT
| Selasa, 03 November 2026 | 08:01 WIB

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menargetkan produksi listrik pada 2027 tumbuh 49,4% dibandingkan proyeksi tahun ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler