Penjualan Sritex (SRIL) ke Amerika Naik 3,2 Kali Karena Perang Dagang

Rabu, 07 Agustus 2019 | 03:18 WIB
Penjualan Sritex (SRIL) ke Amerika Naik 3,2 Kali Karena Perang Dagang
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten tekstil dan garmen PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) memanfaatkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China untuk meningkatkan penjualan ekspor. Emiten yang kerap disebut Sritex ini mengklaim penjualan ke AS dan Amerika Latin naik sekitar 3,2 kali lipat di semester I-2019.

Direktur Utama SRIL Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, kontribusi ekspor dari kedua kawasan tersebut mencapai 13,6% dari total penjualan ekspor di semester I-2019 sebesar US$ 377,70 juta. Ini artinya, nilai ekspor SRIL mencapai US$ 51,35 juta.

Baca Juga: Perang dagang AS-Cina makin panas, pengusaha optimis ekspor TPT tetap tumbuh

Jumlah ini naik dari US$ 15,98 juta pada periode sama tahun sebelum. "Ke depan, untuk ekspor kami banyak mengincar pasar AS karena negara tersebut adalah motor ekonomi dunia yang besar dan tengah mencari pemasok baru untuk tekstil dan garmen," ucap Iwan, kemarin.

Hingga semester I-2019, pendapatan total SRIL naik 16,16% menjadi US$ 631,64 juta. Kontribusi pendapatan ekspor 59,8% dan sisanya dari pasar domestik.

Iwan menargetkan, kontribusi penjualan ekspor bisa meningkat menjadi 62%–65% dari total penjualan pada tahun ini. Pada akhir 2019, kontribusi penjualan ekspor terhadap total pendapatan SRIL adalah 60,3%. SRIL telah mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara.

Secara rinci, per kuartal I-2019, pasar Sritex secara wilayah terdiri dari Indonesia 40%, Asia 37%, Eropa 9% dan Amerika 7%. Kemudian, sisa 7% adalah Uni Emirat Arab (UEA), Afrika, dan Australia.

Baca Juga: Regulasi lemah, industri tekstil domestik hadapi ancaman impor

Penjualan SRIL ke China juga cukup besar. Iwan mengakui, pelemahan ekonomi China jika berlangsung dalam jangka panjang akan berdampak kurang baik. "Kami juga ada ekspor ke China," terang dia. Tapi saat ini SRIL masih mampu bersaing karena memiliki daya saing lebih bagus.

Hingga akhir tahun ini, SRIL menargetkan pertumbuhan penjualan 10%-15%. Kemudian, dari segi laba bersih, SRIL menargetkan pertumbuhan 5% dari US$ 84,5 juta di 2018.

Pada semester I-2019, SRIL juga mencatatkan kenaikan laba bersih 12,29% secara tahunan jadi US$ 63,25 juta. Kemarin, harga saham SRIL turun 1,16% di Rp 340.

Bagikan

Berita Terbaru

Angkutan Antarkota Topang Bisnis Weha Transportasi Indonesia (WEHA)
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Angkutan Antarkota Topang Bisnis Weha Transportasi Indonesia (WEHA)

Pertumbuhan pendapatan ditopang bisnis jasa angkutan antarkota yang meningkat 16,7% yoy selama semester I-2026

Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) pada Semester I-2026 Melejit 2.440%
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) pada Semester I-2026 Melejit 2.440%

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat lonjakan laba signifikan di tengah merosotnya penjualan di semester I-2026.

Rogoh Dana Rp 100 Miliar, Elnusa (ELSA) Siap Buyback Saham
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Rogoh Dana Rp 100 Miliar, Elnusa (ELSA) Siap Buyback Saham

Periode buyback saham PT Elnusa Tbk (ELSA) akan berlangsung sejak 3 Agustus hingga 2 November 2026.​

Pendapatan Masih Jeblok, Laba ASII Ikut Anjlok
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:52 WIB

Pendapatan Masih Jeblok, Laba ASII Ikut Anjlok

Segmen alat berat dan jasa pertambangan jadi pemberat kinerja PT Astra International Tbk (ASII) di semester I-2026.

Bunga Acuan Ditahan, IHSG Menguat Sepekan
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Bunga Acuan Ditahan, IHSG Menguat Sepekan

Salah satu sentimen utama penguatan IHSG keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed yang menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75%.​

Menata Tata Kelola Dana Pensiun
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Menata Tata Kelola Dana Pensiun

Asesmen Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) momen penting bagi reformasi tata kelola dana pensiun Indonesia.​

Kebijakan Agak Laen
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kebijakan Agak Laen

Pemerintah daerah termasuk pemerintah pusat terkesan tarik ulur dalam penerapan nihil emisi lewat pajak kendaraan listrik serta PLTS.

OJK Kejar Pialang Asuransi Ilegal
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:55 WIB

OJK Kejar Pialang Asuransi Ilegal

Regulator saat ini mendalami 15 entitas yang diduga menjalankan usaha pialang tanpa izin.                  

Gadai Barang Ala Kaum Berpunya
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Gadai Barang Ala Kaum Berpunya

Menelisik tren gadai barang mewah yang mulai menyeruak.                                                 

Upaya Samudera Indonesia (SMDR) Mengembangkan Layar Bisnis
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:20 WIB

Upaya Samudera Indonesia (SMDR) Mengembangkan Layar Bisnis

Perusahaan terus menjalankan berbagai langkah efisiensi agar mampu mempertahankan margin di tengah kenaikan berbagai biaya operasional.

INDEKS BERITA

Terpopuler